
Mendapatkan saran dari Roland, Lino pun mulai berpikir. Entah kenapa hal tersebut tidak terpikirkan oleh Lino sejak tadi sehingga harus menerima saran dari bawahannya itu. Namun, kira-kira pekerjaan apa yang cocok untuk Luna? Karena seingat Lino, tidak ada lowongan pekerjaan bagian keuangan di perusahaan-perusahaan miliknya yang lain.
Jika Lino memberikan pekerjaan kepada Luna sebagai sekretaris pribadinya, mungkin akan menguntungkan laki-laki itu. Karena mau tidak mau, Luna harus mengikuti kemana pun Lino pergi. Namun, apa alas an Lino
sehingga menempatkan Luna sebagai sekretaris pribadinya? Sedangkan ia pun tidak pernah memasukkan lowongan pekerjaan itu ke bagian HRD.
Meskipun demikian, Lino dengan segera bisa menemukan alasan yang tepat untuk memindahkan Luna menjadi asisten pribadinya. Dan Lino pun segera memanggil Cleon untuk mengurus surat kepindahan Luna.
Tak membutuhkan waktu yang lama, Cleon pun menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Lino. Surat pemindahan tugas untuk Luna beserta dengan segala hak dan kewajibannya. Dan Lino pun segera menandatangani
surat tersebut.
“Panggilkan Luna untuk ke ruanganku ya, Cle.” ucap Lino ketika Cleon hendak beranjak dari ruangan atasannya itu.
Cleon hanya menganggukan kepalanya untuk menjawab perintah dari Lino. Dan kemudian laki-laki itu pun segera meninggalkan ruangan atasannya untuk menjalankan tugas yang diberikan oleh Lino.
__ADS_1
Tidak membutuhkan waktu yang lama, tiba-tiba pintu di ruangan Lino pun diketuk oleh seseorang dari depan ruangan.
Tok..tok..tok..
“Masuk!” ucap Lino dari dalam ruangan sambil masih memeriksa berkas yang tadi diberikan oleh Roland kepadanya.
Pintu pun terbuka dan masuklah seorang wanita yang memang sejak tadi dinantikan oleh Lino.
“Selamat siang, Pak. Apakah benar bapak memanggil saya?” tanya Luna yang sudah memasuki ruangan Lino
Luna pun membuka kertas yang diterimanya dan membaca secara perlahan. Seketika, matanya pun melebar dengan sendiri. Bukan karena membaca bahwa gajinya akan naik tiga kali lipat dari gaji yang sebelumnya,
tetapi karena jam kerja nya yang akan menghabiskan seluruh waktunya.
Jika sebelumnya jam kerja Luna adalah nine to five, kini dia sudah harus standby di tempat tinggal Lino pada pukul 07.00. Tidak hanya itu, Luna baru bisa menyelesaikan pekerjaannya ketika jadwal Lino pada hari itu telah selesai.
__ADS_1
Jadi bisa diartikan bahwa Luna akan mengikuti semua kegiatan Lino sehari-hari.
Tidak hanya sampai disitu. Luna masih diharuskan bekerja pada hari Sabtu dan Minggu jika memang Lino memiliki jadwal meeting atau ada panggilan dadakan dari Lino. Dan Luna juga harus mematuhi semua perintah dari Lino. Kontrak ini akan berlaku selama dua tahun. Memang gaji yang akan di dapatkannya akan sangat besar. Namun dengan beban pekerjaan seperti itu, rasanya Luna tidak akan sanggup untuk menjalaninya.
“Bagaimana? Apakah ada yang ditanyakan?” tanya Lino memecah keterkejutan Luna saat membaca pekerjaan yang harus dilakukannya.
“Maaf, Pak. Saya tidak yakin bisa melaksanakannya. Mungkin akan lebih baik jika diberikan kepada orang lain yang lebih berkompeten dibandingkan saya.” ucap Luna mencoba menolak perintah Lino.
“Ini perintah, Luna. Dan pastinya saya tidak menerima penolakan. Jika memang tidak ada yang ditanyakan, silahkan tanda tangani surat tersebut dan bereskan semua barangmu.” ucap Lino tanpa dapat dibantah.
Luna pun hanya bisa menghembuskan nafasnya dengan berat dan melakukan apa yang diperintahkan oleh Lino. Dan setelah itu, Luna pun segera berlalu untuk membereskan semua ruangannya.
*************
-Bersambung-
__ADS_1