Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 19 - Pekerjaan Baru (2)


__ADS_3

Setelah sedikit drama di meja makan usai, akhirnya Lino dan Luna pun berlalu dari rumah tersebut dan masuk ke mobil yang akan membawa Lino menuju meeting pertama.


“Bacakan agenda saya hari ini.” ucap Lino ketika mobil telah berjalan meninggalkan halaman rumahnya.


Luna yang mendapatkan pertanyaan dari Lino pun segera membuka agenda untuk membacakan jadwal atasannya hari ini.


“Pukul sepuluh, bapak akan bertemu dengan PT Amura untuk membicarakan kerja sama di bidang pembangunan resort di pulau terbaru kita.” ucap Luna membacakan jadwal pertama atasannya tersebut.


“Kemudian bapak akan bertemu dengan Mr. Orion untuk penawaran saham yang beberapa saat lalu mereka lakukan. Dan dilanjutkan makan siang dengan Nona Retha di restaurant Vee.” lanjut Luna yang masih membacakan


jadwal padat atasannya itu.


Sejujurnya, Luna sangat heran dengan atasannya ini. Sehari-hari, jadwalnya sangatlah padat. Mulai dari meeting satu ke meeting yang lain. Namun tidak ada rasa lelah yang terlihat. Bahkan Lino bisa tampak semakin


bersemangat ketika jadwalnya semakin padat.


“Batalkan makan siang dengan Retha. Saya ingin makan di rumah dan reschedule meeting dengan Mr. Orion. Pindahkan setelah jam makan siang.” ucap Lino memberikan perintah kepada Luna untuk merubah beberapa jadwal yang sudah ada.

__ADS_1


“Tapi, Pak. Setelah makan siang, Bapak ada pertemuan di Hotel Rish dengan Mr. Cla. Menurut Bapak Roland, pertemuan dengan Mr Cla ini sangat penting dan tidak bisa di cancel. Malamnya, Bapak juga ada pertemuan


makan malam di acara pengusaha muda.” ucap Luna memberitahukan jadwal Lino selanjutnya.


“Kalau gitu, pindahkan ke hari yang saya kosong. Setelah pertemuan pertama, saya mau kita pulang. Saya makan siang di rumah dan kamu harus memasakkan untuk saya.” ucap Lino menjawab perkataan Luna.


“Tapi, Pak..” ucap Luna yang terpotong.


“Tidak ada tapi-tapian. Dan ini perintah. Atau saya perlu tunjukkan lagi kewajiban kamu?” ucap Lino memotong ucapan Luna.


Luna yang tidak bisa membantah ucapan Lino pun hanya bisa pasrah mengerjakan apa yang harus dikerjakannya. Sebenarnya bukannya Luna tidak bisa memasak tetapi memasakkan makanan untuk Lino? Bukankah di rumahnya,


Lino memiliki banyak asisten rumah tangga yang siap memasakkan hidangan yang diinginkan oleh laki-laki itu? Kenapa harus dirinya juga yang mengerjakan?


Tepat setelah menghubungi Mr.Orion, Luna dan Lino tiba di tempat yang telah dijanjikan untuk bertemu dengan PT Amura. Dan dengan mereka pun menempati VIP Room yang memang sebelumnya telah dibooking oleh


Roland untuk pertemuan hari ini.

__ADS_1


Dan karena waktu masih menunjukkan pagi hari, Lino dan Luna pun kembali mempersiapkan diri untuk pembicaraan bisnis yang akan terjadi. Mempelajari kerja sama yang akan terjalin dan menelisik setiap point


perjanjian yang sebelumnya telah mereka buat.


Pembangunan resort ini memang salah satu dari PT LINO dalam pengembangan bisnisnya. Dan telah beberapa lama ini mereka membeli sebuah pulau yang cukup kecil dan dekat dari kota yang ditinggali saat ini.


Sedangkan PT Amura adalah salah satu calon investor mereka untuk mengembangkan pulau kecil tersebut menjadi salah satu objek wisata yang ramah untuk orang-orang kota. Mereka akan menjanjikan resort-resort yang


bisa dinikmati bersama keluarga hingga fasilitas permainan yang tidak kalah dari negara-negara lainnya.


Sesuai waktu yang dijanjikan, perwakilan dari PT Amura pun tiba. Pembicaraan tentang kerja sama pun berjalan dengan lancer. Mereka pun segera menyepakati kerja sama tersebut dan menandatangani surat perjanjian kerja sama.


Dan pertemuan pun akhirnya selesai. Lino dan Luna pun pulang kembali ke rumah untuk menjalankan perintah laki-laki itu selanjutnya. Tidak lupa juga Luna menghubungi Retha untuk membatalkan janji makan siang antara gadis itu dan atasannya.


******************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2