
Hari Minggu pagi pun tiba. Rasanya Lino baru saja memejamkan matanya beberapa jam yang lalu. Namun kini smartphone nya telah berisik dengan chat yang masuk bertubi-tubi dan seakan tidak ingin berhenti. Dan tentu saja hal itu sangat menganggu telinga Lino.
Dengan kesadaran yang masih setengah, Lino pun meraih smartphone yang berada di nakas sebelah kanan tempat tidurnya. Membuka penyebab tidurnya terganggu.
Lino pun segera membuka chat room dan mendapati bahwa ketiga sahabatnya telah berkicau ria sejak tadi sehingga entah sudah berapa chat yang masuk. Dan tanpa membacanya, Lino pun segera mengetikkan balasan di group tersebut
Lino
Kalian berisik banget!! Ini masih pagi, woy. Gue masih mau tidur!
Roland
Akhirnya sang pangeran tidur bangun
Cleon
Kita mau ngapain nih minggu-minggu begini? Kumpul aja yuk
Lino
Gue mau tidur lagi. Kalian jangan berisik!
Lino pun menutup chat room dirinya dan ketiga sahabatnya itu. Jika dipikir memang biasanya Hari Minggu seperti ini, dia akan menghabiskannya di rumah Bunda Nadia. Tetapi karena kemarin dia telah berada disana hingga malam, Lino pun memutuskan untuk kembali ke rumahnya sendiri setelah mengantarkan Luna.
Lino mencoba kembali untuk tertidur. Tetapi mungkin dia ditakdirkan untuk harus bangun saat ini juga. Matanya seolah tidak bisa diajak kerja sama untuk terpejam, meskipun rasanya badannya masih lelah.
Akhirnya, Lino pun memutuskan untuk membersihkan diri di kamar mandi, sambil berendam sejenak untuk berpikir lebih lanjut tentang dirinya, Luna, dan pekerjaan yang akan mereka hadapi kedepannya.
__ADS_1
Setelah beberapa saat berendam air hangat dan membilas tubuhnya hingga bersih, Lino pun keluar dari kamar mandi dengan menggunakan celana boxer tanpa atasan. Ia pun segera meraih smartphone nya untuk menghubungi ketiga sahabatnya.
Lino
Kumpul di rumah gue aja yuk. Daripada sendirian di rumah.
Felix
Ikut! Gue kangen cerita sama kalian. Pusing pal ague
Cleon
Ya udah, jam 10 gue sampe sana. Perlu gue bawain bir atau minuman lainnya?
Lino
Gak usah aneh-aneh di rumah gue. Gue tunggu kalian. Gue jamu kalian pake es teh manis atau sirup.
Roland
**********
Tepat jam 10.00 ketiga sahabat Lino pun sampai di rumah kediaman Lino Damaresh. Dan seperti biasa, mereka pun langsung masuk tanpa perlu mengetuk pintu terlebih dahulu. Semua asisten rumah tangga dan para security di rumah itu pun telah paham dengan kelakukuan ketiga sahabat atasannya itu. Oleh karena itu, mereka sudah tidak terkejut jika terdengar suara berisik yang berasal dari tiga manusia laki-laki tersebut.
Setelah memasuki kediaman sahabatanya, Roland, Cleon, dan Felix pun segera menuju ke taman belakang. Memang jika pagi hari, Lino akan lebih suka menghabiskan waktunya di gazebo belakang, Menikmati udara
yang masih bersih sambil menjernihkan pikiran dengan melihat pemandangan hijau. Mungkin memang refresing seperti ini yang dibutuhkan oleh para pengusaha agar dapat terus berpikir kreatif.
__ADS_1
“Woy, ngalamun aja?” tanya Roland sambil memukul pundak sahabatnya yang terdiam cukup lama tanpa merespon kedatangan tiga orang yang sebenarnya cukup berisik itu.
“Gue pikir, gue doang yang lagi ada masalah.” ucap Felix sambil menghembuskan nafasnya berat seakan masalahnya sangat besar sehingga ia sendiri tidak kuat untuk menanggungnya.
“Kenapa lu?’ tanya Lino yang melihat keputus asaan di wajah sahabatnya.
“No, elu harus bantuin gue karena cuma elu yang bisa bantuin gue.” ucap Felix dengan wajah memohon.
“Wah, lu kira gue ama Cleon gak bisa bantuin elu juga?” ucap Roland tidak terima dengan pernyataan Felix yang hanya memohon bantuan kepada Lino.
“Emang apa yang bisa gue bantu?” tanya Lino
“Berikan Luna sebagai asisten pribadi gue, No. Please.” ucap Felix kembali dengan pandangan memohon.
Bagaikan disambar petir di pagi yang cerah. Lino hanya bisa memasang muka antara terkejut, shock, dan tidak menyangka. Dan hal yang sama pun terjadi dengan Roland dan Cleon.
*************
Direbutin ama abang-abang tampan nih kayaknya Luna.
Oya, kalau kalian penasaran kenapa Mith tidak pernah memberikan visual para tokoh pada setiap novel yang Mith buat, jawabannya adalah ekspektasi orang itu beragam. Mith hanya tidak ingin merusak ekspektasi para pembaca terhadap tokoh dalam novel. Biarlah kalian memiliki bayangan tersendiri terhadap tokoh-tokoh yang Mith buat.
Dan pastinya, kalau Mith memberikan visual, maka gambaran itu adalah dari sisi subjektif Mith. Tentunya akan ada sebagian dari kalian yang pasti akan merasa kurang setuju atau kurang cocok, dan lain sebagainya.
Jadi, mohon dimaklumi ya.
Jangan lupa tinggalkan jejak kalian disini ya.
__ADS_1
**************
-Bersambung-