
Sepeninggal Luna, ketiga orang yang masih masuk dalam daftar keluarga kandung Luna itu pun memilih untuk meninggalkan salon tersebut. Mereka pun memutuskan untuk duduk di salah satu café di dekat salon tersebut.
Selain untuk menghindari sinar matahari yang seakan sedang semangat memancarkan sinarnya sehingga bisa membuat kepala berdenyut, mereka juga akan menyusun rencana selanjutnya.
“Jadi bagaimana selanjutnya? Kita terlalu mengulur waktu.” kata Jordan membuka pembicaraan mereka.
Memang dari ketiga orang ini, Jordan adalah satu-satunya orang yang tidak memiliki kesabaran. Baginya, jika tidak bisa dengan cara baik, maka sebaiknya dengan cara memaksa. Bahkan menculik pun bisa dilakukan jika memang dibutuhkan.
Namun, untuk kali ini, pendapat itu tidak disetujui oleh Rianti. Karena misinya kali ini adalah mengambil simpati dari anak perempuan satu-satunya itu. Oleh karena itu, mereka harus bermain cantik dan rapi tentunya.
“Tetap lanjutkan seperti ini. Pengaruhi dia sedikit demi sedikit. Jangan lupa pasang wajah yang sangat merasa bersalah ketika bertemu dengannya.” ucap Rianti menjawab pertanyaan Jordan yang menurutnya terlalu terburu-buru.
“Sampai kapan?” tanya Jordan kembali. Sejujurnya, ia sangat bosan jika harus memasang wajah sok memelas.
“Sebentar lagi anak itu pasti luluh. Bagaimanapun juga, kita keluarganya. Ia tidak akan sekeras itu kepada keluarganya.” ucap Rianti dengan yakin.
“Tapi kurasa, kita harus bermain cepat. Karena waktu yang diberikan oleh Nona Retha tidaklah banyak.” kata Surya mengingatkan kembali kesepakatan antara mereka dengan Retha sebelum dibebaskan.
__ADS_1
Disinilah rasanya Rianti menyesal menyetujui permintaan Retha untuk memisahkan Luna dengan tunangannya itu. Karena setelah diselidiki lebih lanjut, Lino Damaresh, tunangan Luna memiliki kekayaan jauh diatas yang akan Retha berikan.
Seandainya Rianti tidak menyetujui permintaan Retha dan membuat perjanjian tersebut, tentunya harta yang bisa dia dapatkan akan lebih banyak, bukan?
Namun, yang tidak Rianti sadari bahwa Lino tidak memiliki rencana untuk memberikan sepeserpun hartanya kepada mertuanya itu.Bahkan jika memungkinkan, Lino akan mengasingkan mertuanya itu agar tidak
mengganggu Luna, wanita yang sangat dicintainya itu.
"Rasanya aku menyesal menyetujui kesepakatan dengan Nona itu. Karena setelah aku selidiki, tunangan Luna itu jauh lebih kaya daripada Retha. Jadi sebenarnya, kalau kita biarkan Luna menikah dengan tunangannya, kita pastinya akan mendapatkan lebih banyak harta.” ungkap Rianti setelah menghela nafasnya sesaat.
Mendengar penuturan Rianti tersebut, kedua laki-laki yang ada dihadapannya pun terdiam sesaat. Dalam hati, mereka membenarkan ucapan dari Rianti tersebut. Namun, nasi sudah menjadi bubur, bukan?
Rianti dan Jordan pun menatap sang kepala keluarga itu dengan heran. Memeras Retha lebih banyak, mungkin memang bisa dilakukan karena mereka memiliki rekaman suara tentang permintaan Retha untuk menculik
Luna tersebut. Namun bagaimana dengan memeras Lino dan Luna?
“Setelah Luna berada di tangan dan hidup bersama dengan kita, tentunya kita bisa menjualnya kepada para hidung belang. Jordan pasti memiliki banyak jaringan untuk menjual anak gadis kita yang cantik itu. Dan dengan kecantikannya, tentunya dia akan mendapatkan banyak bayaran mahal.” ucap Surya kembali memberikan rencana pertamanya.
__ADS_1
Mereka memang tidak tahu bahwa Retha pun berniat untuk menjual Luna untuk mendapatkan tambahan uang guna membayar ketiga orang itu. Yang mereka tahu bahwa Retha hanya ingin mengasingkan Luna di tempat yang tidak akan diketahui oleh Lino.
“Sedangkan untuk Lino, kita bisa menjadikan Luna sebagai pancingan agar dia membayar kita dengan nominal yang cukup besar. Aku rasa, laki-laki itu akan membayar berapa pun untuk mendapatkan kembali gadis yang sangat dicintainya itu.” lanjut Surya setelah menjeda beberapa saat ucapannya.
Dan rencana Surya itu pun langsung disetujui oleh Rianti dan Jordan. Mereka pun semakin memantabkan rencana untuk terus menarik simpati Luna secapat mungkin.
Namun tanpa mereka sadari, ada salah satu bodyguard Luna yang sengaja mengikuti mereka sejak Luna memasuki salon tempatnya untuk memanjakan diri itu. Dan bodyguard itu pun sempat merekam semua percakapan antara ketiga orang itu untuk menjadikannya sebuah laporan kepada asatannya.
*********
Terima kasih buat kalian yang telah membaca part ini.
Jangan lupa dukungannya ya. Like, komen, love, dan vote nya.
Makasih
**********
__ADS_1
-Bersambung-