
Bagaimanapun juga, Rianti sangat kesal jika Luna tidak menderita seperti dirinya. Apalagi jika Luna bisa mendapatkan pekerjaan layak meskipun telah diursirnya dari rumah.
Rianti hanya ingin Luna merasakan sakitnya dibuang dan tidak memiliki apa-apa seperti dirinya dan keluarganya saat ini. Ya, saat ini keluarga Rianti memang dalam masalah keuangan.
Setelah Luna meninggalkan rumah itu beberapa bulan lalu, Rianti, Surya, dan Jordan pun hidup bergelimang harta. Semua yang diambilnya dari Luna memang seharusnya bisa menghidupi mereka hingga beberapa tahun kedepan jika dikelola dengan baik. Namun sayangnya, ketiga orang ini memiliki gaya hidup dan kebiasaan yang sangat menghabiskan uang.
Dan hanya berselang dua atau tiga bulan saja, uang dari Luna telah habis tanpa sisa sama sekali. Tentunya hal ini membuat banyak pertengkaran kembali di dalam rumah tersebut. Jordan pun kembali harus mencari wanita-wanita yang bisa memberinya uang dan Rianti juga harus memutar otak dengan cukup keras agar bisa bertahan hidup.
Lalu bagaimana dengan Surya? Laki-laki ini masih tetap dengan segala kesenangannya dengan wanita-wanita diluar sana. Namun kali ini, dia pun menjadi lebih pintar dan memilih wanita yang memiliki banyak uang tetapi haus akan belaian. Dengan demikian, dia bisa mendapatkan banyak uang untuk dihabiskan dengan wanita lain yang lebih menyenangkan matanya.
Dalam kesusahannya, Rianti pun diajak oleh salah satu temannya untuk berkunjung ke kota ini. Mereka hanya berkunjung sesaat untuk berlibur. Dan berhubung teman Rianti ini membutuhkan pendamping yang cocok dengannya, maka diajaklah wanita paruh baya tersebut.
Sebenarnya sudah beberapa hari ini Rianti berada di kota ini. Namun baru hari ini Rianti bertemu dengan anak gadis yang telah dibuangnya itu. Dan melihat bahwa Luna baik-baik saja, bahkan terlihat sangat baik dari penampilannya, membuat darah Rianti pun kembali mendidih.
__ADS_1
Rasa tidak terima melihat kehidupan baik Luna pun muncul. Perasaan iri dengan nasib baik yang dialami oleh gadis itu pun tidak bisa dielakkan lagi. Oleh karena itu, ia pun mendatangi gadis itu dan mencoba untuk mempermalukannya. Beruntungnya, kali ini teman Rianti sedang tidak bersamanya. Jadi ia tidak mengetahui bagaimana jahatnya Rianti terhadap darah dagingnya sendiri.
*********
Oke, sekarang kita kembali lagi dimana Felix dan Rianti sedang bersama untuk membicarakan Luna.
Melihat ada kesempatan untuk memperburuk karir Luna, Rianti pun tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia akan membuat citra Luna di tempat kerjanya menjadi buruk. Lebih bagus lagi jika atasannya ini menjadi percaya padanya dan seketika memecat Luna. Dengan demikian, Luna akan menjadi gadis tanpa pekerjaan. Dan hidup di kota besar tanpa pekerjaan, tentunya akan sangat menyulitkan.
Rianti pun dengan cepat merubah raut wajahnya menjadi bersedih setelah sesaat senyum di wajahnya karena mendapatkan sebuah kesempatan besar. Dan untuk memuluskan dramanya, Rianti pun mencoba untuk
“Luna adalah anak perempuanku satu-satunya. Dia hanya dua bersaudara dengan seorang kakak yang sangat menyayanginya.” ucap Rianti memulai ceritanya kepada Felix.
“Kami sangat menantikan kehadirannya. Bahkan kakaknya pun sangat menantikan kehadirannya. Dan ketika dia hadir di dunia ini, keluarga kami sangat mensyukurinya. Apapun kami berikan untuknya. Namun setelah beranjak dewasa, entah kenapa dia menjadi liar, bahkan tidak jarang menjadi kesenangan-kesenangan diluar sana.” lanjut Rianti mencoba bercerita dengan berat hati.
__ADS_1
Felix yang berada dihadapannya pun hanya mendengarkan ceritanya tanpa mau menyela wanita paruh baya itu. Dia memang sangat ingin mengetahui tentang gadis pujaannya itu.
“Semakin hari, Luna kami yang sangat kami sayang semakin hilang. Dia terus berganti-ganti pria seperti layaknya berganti pakaian. Bahkan kami juga seringkali mendapatinya pulang pagi hari dengan leher yang kemerahan. Seringkali menanyakan kepada dirinya apa yang membuatnya berubah, tetapi dia malah membentak, memaki, bahkan tidak jarang dia berbuat kasar kepada kakaknya.” lanjut Rianti masih dengan raut wajah yang menunjukkan
kesedihan dan sakit hati kepada anak perempuannya.
“Dan akhirnya, dia pun memilih pergi dari rumah. Mungkin berada di rumah membuatnya tidak bebas untuk menggoda banyak laki-laki diluaran. Dan setau kami, dia meninggalkan rumah untuk bisa bebas bersama dengan atasannya di kantor yang lama. Namun, kami belum bisa membuktikan apakah gosip itu benar atau tidak.” ucap Rianti menutup ceritanya.
************
Gimana nih cerita dari Rianti?Kira-kira Felix akan melakukan apa ya kalau cuma mendengar dari Rianti aja? Apakah Felix akan berpandangan negatif ke Luna? Atau malah akan membela Luna?
Jangan lupa jejak kalian ya. Jangan lupa like, komen, dan vote nya untuk Mith
__ADS_1
*************
-Bersambung-