
“Kamu bahkan menikmati permainan kita semalam, Luna. Jadi dimana saya merusaknya jika kamu juga menginginkan saya? Dan jika kamu tidak mau dengan saya, siapa yang mau dengan kamu? Kamu kotor, Luna. Kesucian kamu sudah hilang dan aku yang mendapatkannya..” ucap Felix kembali dengan senyum liciknya. Memang semua itu hanya karangan Felix, tetapi karena Luna tidak mengingat semua kejadian semalam, maka Felix bebas mengarang cerita apapun.
Mendengar kata-kata Felix, Luna pun hanya bisa terdiam. Ia tidak tahu harus percaya atau tidak dengan perkataan Felix. Ia ingin tidak mempercayainya tetapi Luna sendiri tidak ingat apa yang terjadi malam itu hingga akhirnya dia terbangun dengan keadaan telanjang tanpa sehelai benang pun. Namun dia mau percaya dengan perkataan Felix juga entah kenapa hati kecilnya mengatakan bahwa tidak mungkin ia melakukan itu. Ah, sungguh pusing
rasanya.
“Percaya sama saya, Lun. Saya akan tanggung jawab. Saya akan bertanggung jawab untuk semua hal yang telah kita lakukan. Saya tidak akan lari dari tanggung jawab saya karena telah mengambil kesucian kamu.” ucap
Felix ketika ucapannya membuat Luna terdiam dan terlihat sedang memikirkan kejadian semalam yang sudah pasti tidak akan diingatnya.
__ADS_1
“Tapi saya tetap menolak. Karena saya tidak mencintai Bapak. Bapak bisa anggap kejadian semalam adalah kecelakaan. Dan saya akan pergi sejauh-jauhnya. Jika terjadi sesuatu akibat kejadian semalam, saya tidak akan menuntut Bapak apapun.” ucap Luna dengan pasti dan yakin dengan pendiriannya. Ia tidak bisa menerima Felix meskipun apabila yang dikatakan oleh laki-laki itu adalah sebuah kebenaran.
“Tidak masalah jika kamu menolak.” ucap Felix kemudian dan terputus ketika melihat perubahan wajah Luna. Perubahan yang memperlihatkan sebuah kelegaan dari wajah gadis itu.
“Tapi foto-foto kita akan tersebar di seluruh kantor PT Lino, bahkan akan sampai ke tangan Lino, Bunda Nadia, dan tentunya akan tersebar luas di jagad dunia maya. Jadi dimanapun kamu berada, semua orang akan mengenali kamu sebagai wanita pemuas ***** laki-laki.” ucap Felix kembali menjatuhkan setiap harapan Luna yang telah membumbung tinggi karena penolakannya seakan diterima oleh laki-laki dihadapannya itu. Dan Felix pun menyerahkan foto-foto yang telah dibuatnya semalam ke hadapan Luna agar gadis itu percaya akan ancamannya.
Luna pun hanya bisa terdiam ketika mendengar penuturan dan melihat foto-foto yang diberikan oleh Felix kepadanya. Ia tidak tahu lagi harus melakukan apa. Menyetujui permintaan Felix untuk menikah adalah salah satu solusi yang mungkin terbaik karena akan ada yang bertanggung jawab terhadap dirinya dan tentunya tidak merusak citra dirinya. Namun, rasanya hati kecilnya selalu menolak, entah ada apanya dengan laki-laki ini.
mencurahkan semua cinta saya ke kamu sampai kamu tidak bisa berpaling dari saya. Tapi jika kamu menolak, kita akan hancur bersama.” ucap Felix kembali menyadarkan Luna dari lamunan dan pemikiran panjangnya.
__ADS_1
“Kenapa Bapak sejahat ini kepada saya? Apa salah saya?” tanya Luna terbata karena dia masih belum bisa menentukan pilihannya. Tidak semudah itu menerima lamaran dari seseorang, terlebih jika ia tidak mencintai orang tersebut. Luna bukanlah orang yang suka menyakiti orang lain. Oleh karena itu, ia merasa akan sangat jahat jika menyetujui permintaan Felix untuk menikah dengannya tetapi ia tidak mencintai laki-laki itu.
“Karena saya sangat mencintaimu, Luna. Saya tidak bisa menahan rasa cemburu saya jika melihat kamu bersama laki-laki lain, termasuk dengan Lino. Dan saya tahu kamu dan Lino memiliki perasaan lebih dari sekedar atasan dan bawahan, terlebih dengan kebersamaan kalian. Dan satu-satunya cara untuk memilikimu seutuhnya adalah dengan menikahmi, Luna.” ucap Felix menjelaskan semua yang ia rasakan selama ini kepada Luna. Ia tidak ingin berharap terlalu banyak tetapi Felix hanya ingin Luna memahami apa yang diperbuatnya ini memiliki alasan dibaliknya.
“Tetapi saya tidak mencintai Bapak. Dan saya tidak ingin menyakiti orang lain yang telah memberikan cintanya kepada saya dengan tidak membalas perasaannya.” ucap Luna memberikan pengertian kepada Felix. Karena dengan mengikat Luna dalam sebuah hubungan pernikahan, maka hanya akan menyakiti hati laki-laki itu lebih lagi.
“Saya tidak akan mempermasalahkannya, Luna. Yang terpenting adalah kamu berada disisi saya selamanya. Itu sudah cukup buat saya. Terlebih jika kamu mau membuka hati kamu dan membiarkan saya mengisinya. Saya
mohon.” ucap Felix kembali mencoba meyakinkan.
__ADS_1
****************
-Bersambung-