
Kita tinggalkan sejenak Enriko dan Luna. Kita akan kembali lagi nanti bersama Lino. Saat ini, kita lihat dahulu Siska yang tadi dihubungi oleh Luna.
Setelah mendengar suara Luna yang tidak seperti biasanya, bahkan gadis itu meminta tolong, otak Siska pun langsung mengetahui bahwa ada yang tidak beres disana. Dan ia pun memilih untuk menghubungi Lino agar segera datang ke hotel ini.
Beruntungnya karena saat ini Lino berada di daerah tersebut. Entah apa yang sedang dilakukan oleh laki-laki itu. Dan kabar dari Siska pun membuat Lino langsung melajukan mobilnya menuju ke hotel yang dimaksud.
Sedangkan Siska sendiri sedang mencari keberadaan Luna saat ini. Semua waiters, office boy, office girl, hingga resepsionis yang ada disana pun tidak ada yang mengetahui keberadaan Luna. Bahkan ketika menanyakan bookingan kamar atas nama Luna, resepsionis disana hanya menggelengkan kepalanya.
Akhirnya, Siska pun meminta pihak hotel untuk mengecek semua CCTV yang ada disana, terutama yang ada di restaurant, tempat Luna menghadiri acara reuni. Pengecekan CCTV pun tidak memakan waktu lama hingga akhirnya diketahui bahwa Luna terjatuh di dekat kamar mandi dan ditolong oleh seorang laki-laki dengan menggunakan seragam waiter kala itu.
Seluruh bodyguard yang ada pun disebar untuk mencari laki-laki tersebut. Sedangkan Siska sendiri masih meneliti CCTV untuk mengetahui dimana Luna berada saat ini.
Bertepatan dengan Siska yang mendapatkan informasi dimana Luna berada, saat itu juga Lino sampai di lobby hotel tersebut. Dan bersamaan dengan itu, salah satu bodyguard pun membawa laki-laki yang sempat
menolong Luna tersebut, yang ternyata adalah orang kepercayaan Enriko.
__ADS_1
Lino pun segera membawa para bodyguard dan security hotel tersebut untuk menuju ke kamar yang disebutkan oleh Siska, tentunya setelah mendapatkan kunci cadangan dari resepsionis.
Sesampainya Lino, Siska, para boduguard, dan security di depan kamar yang dimaksud, mereka pun membuka kamar itu dengan kunci cadangan yang dibawanya. Namun betapa terkejutnya mereka karena suara
*******-******* langsung sampai pada telinga mereka ketika pintu itu terbuka.
Lino yang telah cukup menahan emosinya itu kini sudah tidak bisa lagi. Ia pun menendang pintu kamar tersebut hingga menimbulkan dentuman keras. Namun, ia tidak membiarkan bodyguard dan security untuk memasuki kamar tersebut. Lino hanya mengajak Siska untuk mengecek keadaan di dalam kamar.
Bertambah terkejutlah Lino karena disana melihat Luna yang sudah tidak mengenakan sehelai benang pun di badannya. Dan diatas Luna, Enriko sedang memainkan tubuh gadis itu dengan sangat nikmatnya. Tidak hanya itu, Luna pun bahkan tampak sangat menikmati semua permainan laki-laki itu sehingga d3sahan pun keluar dari mulutnya tanpa bisa ditahan lagi.
Sedangkan Siska, ia memilih untuk menutupi tubuh Luna dengan selimut yang ada disana. Dan setelah itu, ia pun menyuruh para bodyguard itu masuk untuk membawa laki-laki yang terkapar karena ulah Lino keluar dari ruangan itu dan melaporkannya kepada pihak berwajib. Dengan bukti CCTV yang ada dan kesaksian dari orang kepercayaan Enriko yang telah sedikit disiksa, tentunya bisa membawa Enriko ke ranah hukum atas perbuatan tidak menyenangkan.
Ketika Enriko telah digiring dengan keadaan yang babak belur, untung saat itu ia belum sempat melepaskan semua pakaiannya, sehingga tubuhnya masih tertutup oleh baju dan hanya baru bermain di tubuh Luna, gadis yang terkapar di tempat tidur itu pun mulai mengeluarkan suara-suara yang tidak jelas..
Tindakan yang diberikan oleh Enriko tadi telah memberikan banyak maha karya indah pada leher hingga d*da Luna. Namun karena kedatangan Lino, maka Luna belum mendapatkan apa yang diinginkan dan menuntaskan semua keingian dalam dirinya. Oleh karena itu, rasa panas pun mulai menyerang gadis itu dari dalam dan semakin panas.
__ADS_1
Lino yang melihat Luna tersiksa dengan rasa panas seperti itu pun merasa frustasi. Pada satu sisi dia marah melihat calon tunangannya terlihat bersama dengan laki-laki lain disebuah kamar hotel, yang entah apa jadinya jika ia tidak datang. Namun di satu sisi, dia tidak bisa melihat Luna yang tampak tersiksa seperti itu. Dan Lino pun hanya bisa mengusap wajahnya dengan kasar serta mengacak rambutnya.
Akhirnya, Lino pun meminta semua untuk keluar dari ruangan itu. Ia ingin menyelamatkan Luna seorang diri, entah apa yang akan dilakukannya dan bagaimana cara menyadarkan Luna. Namun Lino akan berusaha semaksimal mungkin untuk menyadarkan diri Luna dari entah apa yang merasukinya itu.
***********
Kira-kira apa yang akan terjadi di kamar dengan suasana yang panas dan menegangkan seperti itu ya?
Kira-kira siapa yang bisa menahan atau semua akan berlalu sesuai dengan keinginan bersama?
Hayo tebak gimana kelanjutannya..
Tegang gak? Tegang gak? Tegang gak?
************
__ADS_1
-Bersambung-