
Hari yang dinantikan pun tiba. Hari dimana diadakan reuni kecil-kecilan yang dihadiri oleh para alumni dari beberapa angkatan yang berada di kota tersebut. Reuni yang diadakan di salah satu hotel yang cukup
terkenal di kota tersebut.
Untuk menghadiri acara tersebut, para alumni pun harus menggunakan dress code yang telah diberikan oleh panitia dadakan.
Dan disinilah Luna. Di salah satu salon untuk mempercantik rambut indahnya. Meskipun tidak dengan berbagai macam penataan dan hanya memblow rambutnya saja, penampilan Luna pun seketika berubah.
Dengan make up tipis yang terkesan natural, serta dress hitam panjang tanpa lengan yang tampak sederhana tetapi membalut indah tubuh Luna, gadis itu pun siap untuk menghadiri acara reuni tersebut.
Luna pun berangkat ke acara tersebut bersama Siska. Ia tahu bahwa bodyguard wanita itu tidak bisa jauh darinya. Karena memang tugasnya adalah menjaga Luna dan memastikan gadis itu tidak berada dalam bahaya.
Namun kali ini, dengan sedikit negosiasi, Luna pun meminta Siska untuk menunggu di pintu masuk saja. Ia tidak ingin teman-teman disana merasa tidak nyaman dengan kehadiran Siska. Dan Luna pun juga tidak ingin Siska merasa lelah karena harus selalu mengikutinya kemanapun ia pergi.
__ADS_1
Kini, Luna pun telah sampai di hotel yang dimaksud. Dan Luna pun segera menghubungi Gera sesuai dengan permintaan gadis itu di pesan terakhirnya.
Tidak menunggu lama, Gera pun datang. Gadis kecil yang dulu tampak tidak percaya diri, kini telah berubah menjadi seorang gadis yang cantik dengan pembawaan yang ramah dengan orang lain. Sungguh sangat
menyenangkan bertemu dengan orang seperti itu, bukan?
“Hai, kak. Kangen banget sama Kak Luna.” ucap Gera sambil memeluk kakak angkatannya, melepaskan rindu karena telah bertahun-tahun tidak bertemu.
Luna pun membalas pelukan adik angkatannya. Jika ditanya apakah dia rindu dengan suasana seperti ini, jawabnya adalah iya. Memang masa-masa sekolah adalah salah satu masa yang sangat sulit dilupakan.
sekolah tetapi juga belum perlu pusing memikirkan realitas kehidupan nyata.
Kalau buat Mith sendiri, masa kuliah adalah masa-masa terbaik. Dimasa itu, Mith belajar tentang mandiri karena memang berada jauh dari orang tua. Belajar lebih bertanggung jawab dan benar-benar menyelesaikan masalah sendiri. Pokoknya masa dengan pelajaran hidup yang menjadi bekal untuk kedepannya. Sangat berbeda ketika masih menggunakan seragam.
__ADS_1
Oke, kembali lagi ke reuni Luna.
“Yuk masuk, kak. Kita ketemu yang lain dulu sebelum acaranya dimulai. Oya, sorry, isi buku tamu dulu, kak.” kata Gera sambil menuntun Luna ke meja tamu dimana disediakan buku tamu dan dijaga oleh teman-teman mereka sendiri juga.
Luna pun mengisi buku yang ada dihadapannya. Memang buku tamu ini disediakan agar mereka bisa lebih mudah menguhubungi satu sama lain nantinya. Dan agar mereka tetap bisa berkomunikasi setelah acara reuni ini.
Dan setelah mengisi buku tamu, Luna pun masuk ke restaurant di hotel tersebut. Kenapa memilih restaurant dan bukan ballroom? Karena mereka hanya reuni kecil-kecilan yang dihadiri hanya sekitar 20 hingga 30 orang saja. Oleh karena itu jika menyewa ballroom tentunya akan terlalu besar dan memakan biaya yang sangat mahal. Berbeda halnya jika hanya membooking bagian restaurantnya. Karena restaurant memiliki kapasitas yang lebih kecil daripada ballroom.
Di dalam restaurant, Luna pun bertemu dengan beberapa orang yang memang telah dikenalnya dengan baik ketika di bangku universitas. Ia pun duduk bersama dan bercengkrama, bertukar cerita satu sama lain, serta melepas rindu.
Tanpa disadari, ada seseorang yang tersenyum senang karena melihat Luna telah sampai di tempat tersebut. Terlebih lagi ketika melihat penampilan Luna yang saat ini sangat cantik menurutnya. Ia pun sudah tidak sabar untuk melakukan rencana selanjutnya terhadap gadis yang memang telah sangat diincarnya.
***********
__ADS_1
-Bersambung-