
Dan setelah mengeluarkan kata-kata permintaan maafnya itu, Luna pun melanjutkan langkahnya. Meja Lino dan pintu membutuhkan hingga lebih dari sepuluh langkah. Oleh karena itu, ia harus segera berlalu jika tidak ingin lebih merasakan ketakutan terhadap tatapan atasannya itu.
Namun sayangnya, setelah empat langkah dan melewati sofa yang ada di ruangan itu, badannya terasa terbang. Dan hal ini tentunya membuatnya terkejut.
“AAAAAAAAAAA..” teriak Luna karena keterkejutannya. Luna pun segera mengalungkan tangannya ke leher seseorang yang mengangkat badannya dari belakang tanpa aba-aba itu. Dan ia pun pasrah dengan perlakuan
orang tersebut.
“Jangan banyak bergerak karena kita bisa jatuh.” ucap laki-laki yang mengangkat tubuh Luna yang ternyata adalah atasan sekaligus kekasihnya itu.
“Kamu mengagetkan aku. Untuk aku tidak memiliki penyakit jantung. Aku bisa langsung berpulang kalau punya penyakit itu.” ucap Luna dengan kesal karena merasa dikejutkan dengan kelakuan Lino tersebut.
Lino pun mendudukan Luna ke sofa yang berada di ruangan tersebut. Mendudukkan dengan kaki yang masih bertopang pada kaki laki-laki itu. Dan Lino pun menatap kekasihnya itu dengan sangat dalam. Rasanya, ia sangat ingin menikmati bibir manis yang ada di hadapannya itu.
“Jangan ucapkan itu. Atau aku tutup bibirmu itu dengan bibirku.” tegas Lino yang merasa tidak suka mendengar perkataan dari kekasihnya itu. Sempat merasakan kehilangan Luna beberapa hari meskipun perasaan cinta belum berakar kuat saja hampir membuatnya gila. Apalagi sekarang ketika dia sudah benar-benar jatuh dalam pesona wanita di hadapannya.
Luna yang mendengar perktaan Lino pun hanya bisa terdiam. Meskipun demikian, sejujurnya, jantungnya berdetak dengan sangat cepat.
“Maafkan aku juga kalau perkataanku ada salah. Tapi aku cuma harus waspada mengingat banyaknya kejadian buruk yang telah lalu. Bukannya aku mau berbuat jahat pada keluargamu, tetapi mau bagaimanapun juga,
aku tetap harus melindungimu.” ucap Lino setelah terdiam sesaat dan menghela nafasnya dengan berat.
Memang mengakui suatu hal untuk memperbaiki hubungan bukanlah sesuatu yang mudah. Meminta maaf untuk sesuatu yang menjadi kesalah pahaman memang bukanlah hal yang sepele. Tetapi memang untuk membuat sebuah hubungan tetap dapat berjalan, semua itu harus dilakukan. Menurunkan ego masing-masing dan mengakui kesalahan.
__ADS_1
“Sekarang, katakan padaku, apa yang mengganggu pikiranmu sehingga raut bidadari ini tampak meredup cahayanya.” kata Lino melanjutkan perkataannya karena memang sejak melihat Luna keluar dari lift telah
membuatnya penasaran.
Luna pun terdiam sesaat. Seketika ingatannya kembali pada pembicaraannya dengan Jordan siang itu. Dan semua perkataan kakak laki-lakinya itu seakan terus berputar di kepalanya. Penyesalan-penyesalan yang
dikatakan, permintaan maaf yang diucapkan, semuanya bagaikan rekaman rusak yang terus berulang.
“Katakanlah. Jangan disimpan sendiri. Kita akan mencari solusinya.” ucap Lino kembali ketika melihat kekasihnya terdiam seakan memikirkan berbagai masalah yang dihadapinya.
“Ibu sakit. Beliau ingin bertemu denganku.” ucap Luna terbata-bata. Ia takut jika Lino tidak mengijinkannya untuk menemui kedua orang tuanya itu. Meskipun bisa saja Luna nekat untuk pergi sendiri tanpa sepengetahuan Lino, tetapi karena mereka akan menikah, maka Luna juga harus tahu diri bahwa ia tidak bisa memutuskan semuanya sendiri.
“Lalu?” tanya Lino diluar bayangan Luna.
pernah ada.” kata Luna menjawab pertanyaan Lino.
Lino pun menghela nafasnya berat. Karena ia telah mengetahui semua rencana keluarga itu dari orang kepercayaannya yang memang ditugaskan untuk mengawasi ketiga orang itu. Dan semua yang dikatakan oleh Luna dengan kenyataannya adalah berbanding terbalik.
“Apa yang kamu inginkan?” tanya Lino tidak ingin membuat kekasihnya bertambah sedih. Karena sejujurnya, jika tidak memikirkan perasaan wanita dihadapannya itu, Lino sangat ingin melarangnya. Bahkan jika bisa memutus tali kekeluargaan dengan kedua orang tua itu, beserta Jordan.
“Aku ingin melihat keadaan mereka.” jawab Luna dengan singkat dan pada intinya. Karena ia takut Lino akan melarangnya jika dia menanyakan pendapat Lino.
Mendengar jawaban Luna, Lino pun hanya bisa terdiam. Dan lagi-lagi ia hanya bisa menghela nafasnya dengan berat. Jika bisa, ia ingin menunjukkan semua rekaman suara yang di dapatkan oleh orang kepercayaannya
__ADS_1
kepada Luna. Tetapi itu sangat tidak mungkin karena akan membuat pertengkaran lain diantara mereka.
“Baiklah. Tapi aku akan ikut.” putus Lino akhirnya setelah terdiam beberapa saat.
Dan senyum pun mengembang dengan sempurna di wajah sang kekasih. Hal ini pun membuat Lino sangat bahagia melihatnya. Rasanya ia tidak salah mengambil keputusan. Dan apapun jadinya nanti, dia pastikan akan melindungi sang kekasih.
*********
Memang sebaiknya kalau bertengkar dengan pasangan itu jangan terlalu lama ya. Bicarakan masalahnya baik-baik dengan kepala dingin. Turunkan ego masing-masing untuk saling membuka pikiran.**karena apa yang kita pikirkan baik, belum tentu baik juga untuk pasangan. Berusaha untuk saling mengerti satu sama lainnya, terlebih bagi kamu yang telah menjadi pasangan sanh.**
Selamat menikmati.
Jangan lupa like, komen, dan share nya ya. Jangan lupa juga vote nya.
Semoga suka.
Oya dan maaf karena belakangan ini jadwal Mith sangat padat untuk antar jemput anak dengan segala kegiatannya di luar rumah, jadi gak tau berapa lama sekali bisa update nya.
Tungguin terus ya.
Makasih
**********
__ADS_1
-Bersambung-