Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 80 – Luna Menghilang


__ADS_3

Oke, sementara kita tinggalkan dulu Luna yang sedang tertidur dan entah kapan akan terbangun. Sekarang kita beralih ke Lino terlebih dahulu yang belum mengetahui tentang hilangnya Luna sejak semalam.


Pagi ini, Lino bangun seperti biasanya. Tanpa ada perasaan apapun yang menghantui. Bahkan karena hari ini adalah hari Minggu, maka Lino telah memiliki rencana untuk mengunjungi rumah Bunda Nadia, entah


sekedar berkunjung ataupun membicarakan banyak hal dengan sang Bunda.


Namun keanehan mulai terjadi ketika waktu menginjak pukul 09.00 karena tidak biasanya beberapa orang suruhannya belum memberikan kabar tentang keberadaan asisten pribadinya. Ternyata, setelah kejadian


beberapa hari lalu, dimana mobil yang ditumpanginya dengan Luna diikuti oleh mobil lain, Lino pun memberikan beberapa pengawalan kepada Luna tanpa diketahui.


 


Sebenarnya, pengawalan itu diberikan hanya untuk berjaga-jaga karena hingga kini mereka masih tidak mengetahui apa motif dari mobil yang mengikuti mereka beberapa hari lalu. Dan jika biasanya, di hari kerja, Luna telah sampai di rumah Lino pukul 07.00, maka pengawalan itu akan mulai dilakukan ketika Luna pulang bekerja. Namun, karena hari ini adalah hari Minggu, maka Lino meminta mereka untuk menjaga Luna mulai dari hari Sabtu ketika gadis itu pulang bekerja.


Tidak ingin menunggu lama dengan perasaan yang tidak menentu, akhirnya Lino pun mengambil smartphone nya untuk menghubungi salah satu pengawal yang ditugaskan untuk menjaga Luna.

__ADS_1


“Zal, dimana Luna? Apakah dia masih di rumahnya?” tanya Lino seketika setelah dering telpon di smartphone nya ada yang mengangkat.


“Maaf, Tuan. Tapi kami harus menyampaikan berita buruk kalau kami kehilangan jejak Nona Luna.” ucap Rizal, kepala pengawal yang disewa Lino untuk menjaga Luna dari kejauhan.


“BAGAIMANA BISA?” teriak Lino tanpa terkendali. Kali ini nafasnya sudah naik turun dan tidak beraturan.


“Maaf, Tuan. Kemarin kami kehilangan jejak Nona Luna karena padatnya jalanan kala itu.” ucap Rizal terbata-bata. Ia tahu bagaimana jadinya jika Lino sudah menumpahkan amarahnya.


Dan Rizal pun memilih untuk menceritakan lebih lanjut tentang bagaimana mereka bisa kehilangan dan kegiatan yang dilakukan oleh Luna sebelum mereka kehilangan jejak gadis itu. Rizal pun menceritakan bagaimana


 


Rizal juga mengatakan bahwa dia telah menambah jumlah bawahan yang dipercayainya untuk mencari keberadaan Luna. Rizal pun berjanji untuk segera menemukan Luna dan memberikan kabar baik kepada Lino.


“SIAL!!” teriak Lino sambil melempar smartphone nya setelah mendengar penjelasan dari Rizal dan menutup panggilan yang dilakukannya beberapa saat lalu.

__ADS_1


Namun tidak membutuhkan waktu lama, Lino pun segera memungut smartphone nya kembali. Ia ingat bahwa beberapa hari lalu, tentunya setelah kejadian itu, Lino sempat meminta kepada bagian IT untuk memasang alat


pelacak di smartphone Luna, tentunya tanpa sepengathuan gadis itu juga. Dan dengan alat pelacak itu, Lino bisa mengetahui dimana gadis itu berada.


Namun lagi-lagi ia harus menelan pil kekecewaan. Bagaimana tidak jika smartphone Luna ternyata dalam keadaan mati dan tidak bisa dilacak keberadaannya? Hanya lokasi terakhir smartphone itu menyala, disitulah alat pelacak itu merekam keberadaan Luna.


Setelah mendapatkan titik terakhir keberadaan Luna, Lino pun segera menghubungi Rizal kembali untuk segera melacak dan menyisir tempat tersebut. Lino juga meminta Rizal untuk memastikan CCTV yang ada di


jalan-jalan pada area tersebut untuk terus dilakukan pengecekan. Lino tidak ingin terjadi apa-apa pada asisten pribadinya itu. Terlebih jika yang berbuat jahat adalah rekan bisnisnya. Maka rasanya akan sangat jahat jika gadis itu yang menjadi sasarannya.


Dan Rizal yang mendapatkan perintah pun langsung menuju ke lokasi yang ditujukan oleh Lino. Menyisir daerah tersebut hingga daerah-daerah sekitarnya, serta melihat CCTV-CCTV yang ada di jalan-jalan tersebut untuk mengecek keberadaan Luna atau kejadian yang menimpa Luna.


**************


-Bersambung-

__ADS_1


__ADS_2