Berhak Bahagia

Berhak Bahagia
Episode 39 – Bertemu Bunda (2)


__ADS_3

Sementara itu, di kediaman Bunda Nadia, semua sedang disibukkan dengan mempersiapkan hidangan yang terbaik untuk tamu istimewa malam ini. Dan Bunda Nadia sendiri sedang mempersiapkan diri untuk menyambut


seseorang yang telah merebut hati sang putra.


Entah kenapa, Bunda Nadia sedikit nervous malam ini. Tidak seperti biasanya jika bertemu dengan Retha atau gadis-gadis lain yang ia jodohkan dengan anaknya. Mungkin karena inilah pilihan sang putra. Dan hari ini, beliau akan melihat dan menilai sendiri bagaimana pilihan anak semata wayangnya.


Bunda Nadia pun sedikit menerawang. Memikirkan anak semata wayangnya yang sangat disayanginya. Ia rela menukar hidupnya dengan kebahagiaan anak itu. Bunda Nadia telah berusaha keras selama ini untuk


menemani Lino dan menuntunnya hingga saat ini. Meskipun kesuksesannya dalam karir sebagian besar adalah usaha Lino sendiri, tetapi semua orang juga mengetahui bahwa dukungan Bunda Nadia sangat besar dan berarti untuk Lino.


Satu hal yang saat  ini sangat menganggu pikiran Bunda Nadia. Ya, tentu saja soal jodoh. Telah sangat lama Bunda Nadia menantikan Lino untuk membawa seorang gadis menemuinya. Namun semua itu nihil. Lino tidak pernah terlihat dekat dengan gadis manapun.


Oleh karena itu, selama ini Bunda Nadia selalu berinisiatif untuk mendekatkan Lino dengan beberapa gadis. Namun ternyata, semua itu juga tidak bisa membuat Lino tertarik. Bahkan tidak jarang, perkataan yang dikeluarkan dari mulut laki-laki itu sangat tajam sehingga membuat para gadis mundur dengan teratur.


Hingga akhirnya, Retha lah yang tetap dapat bertahan. Dan Bunda Nadia pun berharap hubungan Lino dan Retha akan terus berlanjut. Namun setelah beberapa tahun menjalani kedekatan, Lino pun tidak pernah mengucapkan kata hendak menikahi Retha. Hingga lagi-lagi Bunda Nadia yang harus berinisiatif untuk mengundang keluarga Retha guna membicarakan tentang hubungan kedua anak tersebut lebih lanjut.


Namun hal yang lebih mengejutkan pun datang dari Lino, anak laki-laki dan anak satu-satunya Bunda Nadia. Lino menolak untuk menikah dengan Retha. Bahkan ia akan membawa seorang gadis untuk menemui Bunda

__ADS_1


Nadia. Bukankah hal yang sangat mengejutkan? Dan hari inilah pertemuan tersebut.


Lamunan Bunda Nadia pun terputus ketika mendengar sebuah mobil yang memasuki pekarangan rumahnya. Bunda Nadia tahu sekali bahwa itu adalah mobil Lino. Dan itu berarti, inilah saatnya Bunda Nadia bertemu


dengan gadis itu.


Bunda Nadia pun merapikan kembali penampilannya dan keluar dari kamar untuk menyambut anak dan gadis pilihan anaknya itu.


“Malam, Bundaku yang cantik. Cantik banget sih malam ini? Mau ketemu calon menantu ya, Bun?” tanya Lino setelah memasuki rumah Bunda Nadia dan melihat sang Bunda keluar dari kamarnya.


“Kamu ini. Mana dia? Bunda udah gak sabar buat bertemu dengannya.” ucap Bunda Nadia dengan senyum yang terukir di bibirnya.


Lino dan Bunda Nadia pun berjalan beriringan sambil bergandengan tangan dan sesekali saling bercanda bersama.


“Selamat malam, Nyonya Nadia.” ucap Luna memberikan hormat ketika melihat Lino dan Bunda Nadia memasuki ruangan depan, dimana Luna duduk sambil menunggu kehadiran ibu dan anak itu.


Lino memang sudah menawarkan kepada Luna untuk masuk dan duduk di ruang keluarga. Namun dengan tegas Luna pun menolaknya. Menurut Luna akan sangat tidak sopan jika dia langsung masuk hingga ke ruang keluarga,

__ADS_1


meskipun Lino yang mengajaknya.


“Panggil Bunda saja ya, sayang. Kamu bukan bawahan saya.” ucap Bunda Nadia dengan senyum yang masih menempel di bibirnya.


Mendapati jawaban dari Bunda Nadia, ketegangan Luna pun menjadi cair. Entah kenapa, meskipun terlihat biasa saja, tetapi sebenarnya hati Luna sangat gundah. Ada sedikit perasaan bersalah dan tentunya banyak perasaan takut, serta tegang dengan pertemuan ini.


“Baik, Bunda. Terima kasih.” ucap Luna kembali sambil tersenyum.


“Kita masuk yuk. Kita makan malam terlebih dahulu. Sudah waktunya dan tidak baik jika kita terlambat makan.” ucap Bunda Nadia sambil menggandeng tangan Luna untuk memasuki rumah tersebut.


Luna pun hanya bisa mengikuti keinginan Bunda Nadia.


**************


Kalau bertamu ke tempat calon mertua dan disambut dengan sangat baik, bahkan dimanjain gitu, rasanya pasti sangat menyenangkan ya. Hehehe


Siapa nih yang punya pengalaman disambut baik oleh keluarga calon pasangan?

__ADS_1


**************


-Bersambung-


__ADS_2