BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Pertengkaran kecil


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya Readers 🤗.


Lanjut Shena, "Dasar cowok modus."


Garil berdiri sambil mengerutkan kening mengatakan kalau dia tidak mencari-cari kesempatan, menyalahkan Shena balik kalau sebenarnya dialah yang ingin dekat-dekat dengannya.


"Kan gue tadi udah bilang, kalo lo berdiri jauhan dikit. Eh ini malah ngadang didepan pintu, ya ketabrak lah. Oh gue tau, lo pasti pengen banget deket-deket sama gue terus kan. Jadi lo sengaja berdiri didepan pintu biar gue tabrak" goda Garil


Shena menaikan bibir dengan jijik berkata kalau dia sudah berdiri jauh dari pintu dan memang Garil saja yang mencari-cari kesempatan dengannya. Pak Tono yang pusing melihat kelakuan mereka dan segera menghampiri, melerai mereka untuk tidak berisik dan segera pulang.


"Udah ditolong, bukannya makasih malah marah-marah" dumel Garil.


Shena menatap dengan senyum terpaksa, "Makasih.."


Lanjut Pak Tono menghelakan nafas, "Udah!, buruan pulang."


Serentak Garil dan Shena mengatakan iya, Shena menyuruh Garil untuk tetap menjaga jarak darinya.


"Kalo gue nggak mau, lo mau apa?" seru Garil.


"Gue paksa!"


"Itu artinya, lo mau pulang bareng gue dong?" ajak Garil.


"Nggak!" tolak Shena.


Sedikit bercanda Garil mengatakan kalau dia juga akan memaksanya, Shena menatap tajam sembari mengatakan kalau dia bisa pulang sendiri. Garil pun memaksanya dan menarik lembut tangan Shena. Exel menunggu Garil diteras kampus, melihat Garil datang bersama Shena diapun langsung bertanya kenapa lama.


"Tadi ada drama ke kunci dulu" ejek Garil.


Exel bertanya siapa orangnya dengan sedikit kepo, Garil memberi isyarat dengan memainkan mata melirik kearah Shena.


Lirih shena mengerutkan kening membalas tatapan Garil, "Apaan sih."


Shena berjalan duluan keluar gerbang untuk mencari taxi, Garil berteriak mengajaknya pulang bersamanya. Berjalan bergegas mengajak Exel mengambil mobil yang terpakir, menghampiri Shena dan menyuruhnya untuk masuk kedalam mobil. Shena menolak mengatakan kalau dia bisa pulang sendiri, berjalan pergi dan garilpun bergegas keluar dari mobil menghalanginya.


Lirih Garil dengan dua tangan yang mencoba mengangkat Shena mengajaknya masuk kemobil, "Emang gue harus turun tangan dulu."

__ADS_1


Shena terkejut sedikit berteriak apa yang akan dilakukan Garil padanya, Garil menjawab kalau ini paksaan untuk mengantarnya pulang dan tidak perlu naik taxi. Shena memukul lirih Garil menyuruh untuk menurunkannya, tolak Garil terus memaksa dan tidak melepaskannya.


"Iya udah, gue pulang bareng lo. tapi turunin gue dulu, gue bisa jalan sendiri" wajah tertekan Shena sedikit bete.


"Buruan masuk" tegas Garil


"Iya iya, ngeselin banget" lirih Shena.


Tiba dirumah, Shena bergegas keluar mobil dan segera masuk melihat keadaan Chika dengan mengajak garyil dan Exel untuk segera masuk bersamanya. Shena menyuruh Garil dan Exel duduk di ruang tamu dengan mengatakan kalau dia akan melihat cyhika dulu dan akan segera kembali.


Klukk..


Pintu kamar terbuka, memanggil lirih Chika sedikit mengindip. Shena menyapa Chika yang sedang duduk diatas kasur dan bertanya bagaimana keadaannya apakah ada yang sakit. Chika tersenyum mengatakan kalau sudah dia sudah baik-baik saja, Shena memegang kening Chika dengan tersenyum senang karena demamnya sudah turun.


Lanjut Shena, "Oh iya Cik, di ruang tamu ada Garil sama Exel tu katanya mau liat lo. Lo mau turun apa nggak, kalo nggk nanti biar gue bilang sama mereka kalau lo masih sakit."


Mendengar nama Exel, Chika begitu senang dan bersemangat untuk segera turun menemuinya. Chika merapikan rambut dan segera turun menghampiri Exel bertanya pada Shena apakah dia terlihat lusuh, sahut Shena mengatakan kalau dia sudah cantik. Lirih Shena berteriak meminta Chika untuk hati-hati, tapi Chika tidak mau mendengar.


Segera Shena menyusul Chika, dan menawarkan minuman pada Garil dan Exel.


"Jus boleh deh" ucap Garil.


"Nggak ada" sahut Shena.


"Gimana sih, nggak ada tapi ditawarin (bisik Garil), yaudah teh aja deh."


"Tehnya juga abis" senyum garing Shena.


Tertegun Garil dengan wajah lucunya, "La terus?"


Humor Shena menjawab kalau hanya ada air putih, sahut garil bertanya pada Shena kenapa dia harus menawarinya jus dan teh kalau tidak ada. Shenapun mengatakan kalau dia hanya menawarkan saja dan bukan mau memberikan.


"Yaudah gue ambil minum dulu" berjalan dengan senyum mengejek.


Garil menelan ludah menatap Shena, tawa lirih Chika meminta Garil untuk sabar karena Shena Memnag kadang orangnya suka jail.


Garil memasang muka lesu, "Yah, gue maklumi."

__ADS_1


Tanya Exel pada chika apakah kepalanya terasa sakit, jawab Chika kalau dia sudah baik-baik saja dan merasa sudah lebih baik dari sebelumnya. Shena datang dengan air ditangannya langsung menyugukan dan menyuruh mereka minum sambil duduk.


"Nih, air putih rasa air."


Balas Garil, "Iyalah rasa air, mana ada air putih rasa nasi padang."


Lanjut Shena, "Buruan minum, kalo nggak gue tarik lagi nih."


Garil segera minum, tidak sengaja dia tersedak dan menyalahkan Shena apakah dia memberi minum dengan tidak ikhlas.


"Dihh, lonya aja yang nggak hati-hati. Nyalahin gue."


Harum menatap Shena dengan sedikit kesal, Shena memainkan alis dan bertanya kenapa ia menatapnya seperti itu.


"Lah, siapa juga yang ngeliatin lo. PD banget deh.'


"Lah matalo ngelirik ke gue" lirih Shena.


Beberapa saat Garil dan Exel pamit pulang. Chika memegang tangan Exel dengan mengatakan untuk hati-hati dijalan, balas Exel kalau dia harus menjaga kesehatan agar segera sembuh. Lanjut Garil bicara pada Shena kalau dia akan pulang lalu berjalan keluar.


Lanjut Shena, "iya."


Hening malam didalam kamar Shena bertanya pada Chika apakah dia pacaran dengan Exel, karena menurutnya dia terlihat begitu dekat.


"Kalau iya, emang kenapa?" Senyum Chika.


"Seriusan."


Angguk Chika dengan senyum senang menatap Shena, balas Shena dengan senyum terpaksa.


"Cepet banget."


"Ya, yang namanya cinta mah nggak mandang cepet atau nggak kali Sen."


"Hehe, iya iya. Baik-baik aja deh lo."


***

__ADS_1


__ADS_2