BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Obrolan seru


__ADS_3

Tak berselang lama Davin datang, ia melihat Sevi bersama Garil tengah duduk bersama di sebuah kursi. Segera ia menghampiri dan menyapa ramah mereka, senyum Garil membalas dan bahagia Sevi berdiri menghampiri Davin.


"Hai sayang," balas Sevi.


Kerut alis Davin melihat luka ditangan sang kekasih, panik wajahnya bertanya pada Sevi apa yang sebenarnya terjadi. Senyum Sevi melihat perhatian Davin padanya, singkatnya menjelaskan kalau ia tidak kenapa-napa dan itu hanya luka kecil karena ada kecelakaan proyek.


"Tapi kamu beneran nggak papa kan?"


"Hhehe, nggak sayang. Aku nggak papa kok, udah nggak usah panik gitu deh. Ini cuma luka kecil doang, Garil aja tadi yang maksa buat ngobatin."


"Makasih lo bang udah ngobatin dia. Dia anaknya emang gitu, mau luka besar ataupun kecil bilangnya nggak papa" canda Davin.


"Hhehehe, apaan sih. Emang nggak papa kali" tawa riang Sevi menatap lembut Davin.


Senyum Garil membalas ucapan Davin, ia lalu bertanya pada adiknya hal apa yang membawanya datang ke lokasi pembangunan. Senyum Davin menjawab kalau kedatangannya itu untuk menjemput Sevi.


"Dateng nggak di jemput, tapi pulang di anter. Gimana sih kamu vin," ucap Garil menggoda Davin.

__ADS_1


Tawa Davin segera pergi sambil menggandeng tangan Sevi, lirih Davin dan Sevi bicara pada Garil untuk pulang lebih dulu.


"Iya, hati-hati.." sayu Garil menatap dan menghelakan nafas.


Belum setengah perjalanan, Davin menghentikan mobilnya. Polos Sevi bertanya pada Davin apakah mobilnya mogok, senyum Davin menatap lembut Sevi.


"Bukan mobilnya yang mogok, tapi perutnya. Udah ayok, kita makan. Laper kan?" ucap Davin sambil memainkan alis.


Senyum manis Sevi menganggukkan kepala, "Ihh, tau benget deh kamu kalo aku laper."


"Ya tau lah, kamu kan emang gitu. Sekalipun baru abis makan, nanti 5 menit juga udah laper lagi" ejek Davin sambil membuka seat belt.


Sipit mata Sevi balik mengejek Davin, "Tumben, kamu ngajakin aku makan disini?"


"Nyenengin kamu. Kan kamu seneng banget tu, kalo makan sambil liatin kendaraan lewat."


Tawa malu Sevi menepuk lirih lengan Davin, dibalas tawa geli Davin melihat kekasihnya. Segera Davin memesan 2 bakso spesial untuknya dan Sevi.

__ADS_1


"Duhh.. seneng banget mukanya, baru juga diajak makan disini" tengil Davin terus mengejek.


"Ihh, perasaan muka aku biasa-biasa aja. Jangan melebih-lebihkan ya sayang," ucap Sevi menahan senyum.


Sambil menunggu bakso, Sevi memegang sebelah tangan Davin yang ada di atas meja sambil memainkan jari tangannya dan terus mengusap lembut.


Senyum Davin menggelengkan kepala, "Kamu ngapain?, nggak ada kerjaan banget deh."


"Ya emang nggak ada. Salah sendiri, tadi aku masih kerja malah kamu jemput."


Basa-basi mereka dengan serunya di sepanjang waktu luang yang mereka habiskan.


Tak sengaja, saat Yola melintas, ia melihat Sevi bersama Davin sedang asik duduk berdua. Sejenak ia menghentikan mobilnya, kerutnya menatap kebersamaan Sevi dan Davin.


"Itukan Davin sama Sevi?. Kayaknya, mereka akrab banget. Eh tunggu, kayaknya bukan cuma akrab deh, tapi mereka juga punya hubungan."


"Bagus deh, akan lebih baik kalau mereka terus bersama. Gue juga nggak perlu susah payah dan ngotorin tangan gue untuk jauhi cewek itu dari Garil, dengan ini pekerjaan gue akan lebih mudah" sinis Yola menatap dan segera pergi dari tempat itu.

__ADS_1


***


__ADS_2