BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Hari apa ini?


__ADS_3

Seiring berjalannya waktu merekapun semakin dekat dan menjadi sahabat. Malam ini adalah kunjungan pertama Yola ke tempat tinggal Shena, masuk Yola disambut hangat Shena dan Chika.


Yola lalu bertanya pada Shena apakah ini rumahnya, tawa lirih Shena mengatakan kalau ini bukan rumahnya. Melainkan rumah Chika yang menganggapnya sudah sebagai keluarga sendiri.


"Kenapa lo, nggak tinggal sama orang tua lo?" lanjut Yola.


"Mama gue udah nggak ada. Jadi kalau bukan karena kebaikan Chika sama keluarganya, ya mungkin sekarang gue kesepian nggak punya siapa-siapa."


Malu Chika meminta Shena untuk tidak berlebihan, lalu mengajak mereka menonton drama Korea sambil ngobrol-ngobrol seru dikamar. Angguk mereka berjalan menuju kamar.


Terduduk Yola dikasur menatap ke sekeliling kamar, ia melihat foto-foto yang berbaris rapi dan melihat foto Shena bersama dua orang tua. Kembali Yola bertanya pada Shena apakah itu fotonya dan orang tuanya, angguk Shena mengiyakan.


"Terus, ayah lo sekarang kemana?" penasaran.


"Ada beberapa hal dalam hidup yang harus kita privasi" kata Chika dengan tatapan sini.


"Oke, gue minta maaf kalau gue lancang" lirih Yola.


Chika memainkan mata pada Shena seolah menyuruhnya untuk tenang, angguk lirih Shena lalu mencairkan suasana dan meminta pendapat tentang drama apa yang harus mereka tonton untuk malam ini. Yola pun memberikan rekomendasi tentang salah satu drama favoritnya. Tawa bahagia mereka yang terbawa suasana, dengan mellow Shena mengatakan kalau itu drama yang sangat romantis.

__ADS_1


Beberapa jam berlalu dengan malam penuh tawa yang mereka lewati, Yola pun segera pamit karena malam yang semakin larut. Tahan Chika mengatakan apakah dia tidak mau menginap dirumahnya saja karena ini sudah larut malam.


"Nggak papa, gue udah biasa. Lagian gue kan bawa mobil. Btw, makasih lo buat keseruan malem ini. Gue pulang dulu ya, bai" ucap Yola bergegas pergi.


"Iya, sama-sama. Hati-hati" teriak Shena dan Chika.


Lirih Chika pada Shena mengungkapkan kecurigaannya yang menganggap kalau Yola terlalu ingin tahu kehidupan mereka lebih dalam. Tatapan santai Shena mengerutkan kening dan menganggap kalau itu biasa dalam pertemanan.


"Dan dia kan juga baru pertama kali kesini Cik. Udah masuk yuk, tidur" lanjutnya merangkul Chika.


Keesokan pagi, diiringi suara panggilan telfon Shena terbangun dengan mata sayu


"Selamat pagi tuan putri. Adu du du.. baru bangun tidur cantik banget. Selamat hari.. (senyum Garil memancing yang mana hari ini adalah tanggal 10 yang ke-20 bulan mereka menjalin komitmen)."


"Libur," sahut polos Shena.


Tatapan datar Garil mengerutkan bibir, "Emang kamu nggak inget ini hari apa?"


"Ya inget lah, ini hari Senin dan hari ini kita libur. Hmm, sedih banget deh."

__ADS_1


"Aku yang lebih sedih lagi," lirih Garil dengan ekspresi sedihnya yang lucu.


"Kenapa kamu sedih?. Oh aku tau, pasti kamu sedih karena hari ini kamu nggak bisa jailin aku. Iya kan" sipit mata Shena.


Lucunya Garil mengatakan kalau kesedihannya lebih dari itu, iapun menyuruh Shena untuk mandi terlebih dahulu sembari menjernihkan pikirannya dengan maksud agar ia ingat kalau hari ini hari 10 bulan mereka menjalin komitmen.


"Dih, kamu nyuruh aku mandi. Emang kamu sendiri udah mandi apa?"


"Lah, kamu nggak liat. Rambut aku udah basah, muka aku seger. Masih dibilang belum mandi, tu liat pipi kamu ada iler nya" PD Garil.


Malu Shena mengelap pipiyanya, "Mana, nggak ada. Aku mah bukan kamu yang suka ngiler."


"Yaudah, aku mau mandi dulu. Emuahh" genit Shena malu-malu.


Garil menangkap ciuman itu dan menempelkan di pipinya, salting Shena mematikan ponsel. Niat ingin mandi, Shena malah menutup mata dan melanjutkan lagi tidurnya.


"5 menit lagi deh" memeluk bantal guling.


Siapa nih yang kayak Shena kalau pagi-pagi?. Bilangnya mau mandi, eh malah tidur lagi😁.

__ADS_1


Kalau ada, kita sama ya🤣. Next deh episode selanjutnya👇.


__ADS_2