
Masih lanjutan episode sebelumnya ya reader 😉.
Klukk..
Pintu kamar dibuka diiringi suara kaki, shena masuk kamar dengan wajah bahagianya. Sementara chika berbaring dengan wajah murung bermain ponsel sambil makan-makanan ringan, melihat shena lalu perlahan duduk kaget.
"Astaga sen (tertawa lirih).. lo disuruh jalan kaki sama garil apa gimana?.
Lama shena menatap chika sambil mengedipkan beberapa kali kelopak mata menggenggam tangan dengan senyum recehnya.
"Ihh.. kenapa sih lo?. Kesurupan apa gimana?."
Spontan shena menghampiri chika mencoba memeluknya, "Gue seneng banget.."
Chika menghalangi shena yang mencoba memeluknya dengan tangan, lalu menyuruh chika untuk mengganti bajunya yang basah.
"Atau mandi dulu gih. Nanti ceritanya."
Shena menanggapi dengan senyumnya, "Iya deh, gue ganti baju dulu. Lo jangan tidur tapi."
"Kalo lo keluar kamar mandi Sampek besok pagi, ya jangan salahin gue kalo gue tidur."
"Gue cuma mau ganti baju, bukan mau tidur."
__ADS_1
Beberapa menit kemudian shena keluar dari kamar mandi berjalan sedikit cepat langsung menghampiri chika.
"Lo sebenernya nggak perlu cerita sih, gue soalnya tau pasti lo seneng kayak gini karena garil kasih sesuatu kan sama lo. Ngasih apa sih?," Desak chika menyuruh shena untuk cerita.
Dengan asik shena menceritakan kebahagiannya malam ini, dimana garil yang mengungkapkan perasaan padanya.
"Tapi gue nggak nyangka sih, ternyata garil bisa semanis itu."
"Jadian dong kalian?." Tanya chika dengan senang.
"Nggak. Gue nggak mau pacaran, jadi gue pilih buat jalin komitmen aja sama dia."
"Ihh, kenapa gitu. Kenapa nggak pacaran aja, kan kalo pacaran resmi."
"Bener juga sih kata lo. Salut gue sama lo, akhirnya lo bisa buka hati buat cowok. Dan yang pasti gue selalu pengen lo bahagia terus, dengan siapapun itu."
Sambung chika, "Oh iya, lo nggak mau tandain kalender gitu."
"Hha, ngapain harus tandain di kalender. Kan udah gue tandain di hati gue. Hha," Tawa lepas shena.
"Haha.. sahabat gue kok jadi bucin sih sekarang."
Shenapun menggoda chika dan bertanya kenapa wajahnya begitu murung, "Tumben nggak jalan sama exel."
__ADS_1
"Kayaknya dia lagi jalan sama cewek lain deh."
"Bagus dong?."
Sahut chika dengan wajah bete, "Ihh jangan dong. Nggak gitu, dia lagi ada acara sama keluarganya. Jadi, yaudah deh."
Tawa shena menenangkan chika dan mengatakan kalau dia hanya bercanda.
"Ya.. mungkin dia juga mau melepas rindu sama orang tuanya. Lagian kan nasib dia juga nggak beda sama kita, sama-sama butuh kasih sayang orang tua. Jadi, ya kita harus sama-sama ngerti aja."
Senyum chika menggoda shena sambil memegang pipinya, "Iya.. sahabatku yang bijak."
Lanjut chika, "Hmm, mulai besok libur panjang kita. Kangen juga gue sama tugas-tugas kuliah, tapi kalo numpuk males juga mau ngerjain (menggulingkan badan)."
Shena menepuk pelan kening chika sedikit mengejek, "Dasar lo, giliran libur aja sok-sokan jadi murid teladan hha."
"Hhaa pencitraannya deh lo. Tapi bener juga sih. Tapi lo kangen kan dihukum sama pak tono."
"Ihh, gue mana pernah dihukum sama pak tono. Lo kali, hahaha.."
Balas shena dengan nada menahan tawa, "Iya ya, gue hhahha."
Saling tertawa lepas dengan obrolan ringan mereka
__ADS_1
Next👇.