
"Ngapain kamu kesini!. Kalau ada yang liat bisa gawat. Sekarang pergi!" tekan Yola.
"Saya, hanya meminta hak saya. Mana uang yang kamu janjikan sebelumnya."
Flashback, dimana saat Yola mengetahui Garil mencari Shena, ia langsung meminta bantuan dari ayah Shena untuk mengakhiri kisah ini dengan menjanjikan uang sebesar 500 juta jika berhasil memisahkan Garil dan Shena.
"Lo tu nggak bisa sabaran banget jadi orang. Oke oke, gue bakal transfer uang itu. Tapi sekarang lo pergi dulu, pergi!" cemas Yola.
"Transfer dulu sekarang, baru saya pergi."
"Masalah satu ilang, tapi ada masalah baru (bisiknya). Oke, gue transfer sekarang."
Selesai mendapatkan uangnya, Yola meminta ayah Shena untuk segera pergi sebelum ada yang melihatnya. Senyum tipis ayah Shena dan segera pergi karena sudah mendapatkan apa yang ia mau.
"Eh tunggu. Gue heran kenapa lo tega akhiri nyawa anak lo sendiri, cuma demi uang?"
"Karena dia, bukan anak saya" ucap ayah Shena dan langsung pergi.
Yola sedikit terkejut saat mendengar pernyataan itu, angguk lirihnya mengerutkan bibir ternyata hal itulah yang menjadi salah satu faktor kenapa seorang ayah tega menghabisi nyawa anaknya sendiri.
__ADS_1
"Eh bukan, lebih tepatnya anak tiri" senyum senangnya.
Balik badan Yola dan segera masuk kembali ke rumah sakit, namun ia di kejutkan dengan keberadaan Chika yang tiba-tiba ada di belakangnya. Gugup Yola melihat Chika dengan keringat dingin, datar Chika menatap dan sejenak terdiam.
"Ci-cika, l-lo udah dari tadi di sini" senyum cemas.
Kerut alis Chika menatap mata Yola yang mengarah ke salah seorang pria, heran Chika bertanya apa yang sebenarnya ia lakukan dan siapa pria tadi. Bingung sekaligus gugup, Yola menjawab kalau itu hanya orang yang bertanya alamat saja.
"Ya-yaudah ah, gue mau masuk" lanjut Yola.
"Aneh banget" lirih Chika.
Garil bersama keluarga dan teman-temannya tiba di tempat kecelakaan, panik Garil bertanya pada polisi dan petugas yang mencari Shena apakah sudah menemukan keberadaannya.
"Dia baik-baik aja kan, dia selamat kan?"
Geleng salah satu petugas itu dengan wajah serba salah, emosional Garil tidak paham dengan maksudnya.
"Bilang sama saya, Shena baik-baik aja kan!. Dimana dia sekarang, saya mah ketemu!"
__ADS_1
Petugas itu mengatakan kalau mereka sudah berusaha semaksimal mungkin dan sudah menyisir sungai, namun wanita yang mereka maksud belum di temukan. Ia juga mengatakan kalau kemungkinannya selamat itu kecil, karena air sungai yang begitu deras serta hujan terus mengguyur.
"Apalagi, kalau kecelakaan itu membuatnya terluka parah" lanjut petugas itu.
"Nggak, nggak. Shena pasti selamat, saya mau cari dia!"
Henti Mama Ika agar Garil tidak melakukan hal yang bodoh dan membahayakan dirinya, sahut Garil kalau ia akan lebih bodoh jika tidak mencari Shena. Larang petugas untuk Garil tidak masuk ke dalam sungai, dan jika ingin ikut mencari cukup mencarinya di sisi sungai.
"Mohon kerjasamanya ya, Mas."
Garil menurut dan mencari Shena di setiap sisi sungai dibantu teman dan keluarga. Beberapa lama mencari ia tetap tidak bisa menemukan Shena.
"Sen, kamu dimana. Kamu nggak bisa tinggalin aku kayak gini. Kamu tau kan, kali aku nggak bisa kehilangan kamu" batin Garil yang begitu sedih.
"Duhh, kotor banget sih tempatnya. Disini tu ada buaya nggak sih, atau jangan-jangan Shena udah dimakan sama buaya kali" ucap Yola memanasi keadaan.
Tatapan sinis Chika, "Jangan sembarangan ya lo. Kayaknya lo seneng banget ya, kalo ada masalah sama Shena" celetuk Chika.
"Apaan sih. Gue cuma nanya aja kali."
__ADS_1
***