BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Menikmati hari


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya reader 😉.


"Stop.."


Shena menyuruh garil mengehentikan motornya sambil menepuk sedikit keras pundak.


Citt..


Mengerem sedikit mendadak menoleh shena dan bertanya ada apa dengannya. Shena menunjuk-nunjuk kerah tukang bakso kaki lima.


"Kita makan disana aja yuk?."


"Bakso?," Sahut garil.


Angguk shena, "Iya."


"Nggak mau di resto?,"


"Disitu aja lah, kasian tukang baksonya sepi pelanggan. Disana aja ya (membujuk garil dengan senyumnya)."


"Yaudah iya.. demi kamu apa sih yang nggak."


Gemas shena menyubit pelan pipi garil, "Uuu.. makacih, cubit dikit."


Garil tersenyum salah tingkah segera segera menghampiri penjual bakso.


"Baksonya ya pak makan disini 2."


"Baik-baik," Angguk senang penjual bakso.


Duduk shena sambil bertanya pada garil akan mengajaknya kemana ia setelah ini, garil mengajak shena untuk nonton atau belanja.

__ADS_1


Tolak lembut shena, "Nggak ah, males."


"Dimana kalo kita pergi ketaman, ini kan hari minggu pasti rame tuh."


Shena menatap mengerutkan alis dengan senyum tipis dan wajah penasaran, "Emang kenapa kalau hari minggu?. Karena rame, banyak cewek gitu yah?."


Wajah serba salah garil, "Ya nggak gitu maksud gue. Kalo rame kan nggak bosen liatnya."


Ucap shena mencoba membuat garil kesal, "Tu kan mau liatin cewek, dasar genit."


"Astagfirullah, nggak gitu sayang.."


Salting shena menahan senyumnya.


Lanjut garil dengan gombalannya, "Lagian ngapain gue liat cewek lain kalo yang gue bawa aja bidadari, kalo udah sama yang ini yang lain mah lewat."


Wajah shena memerah karena salah tingkah, "Bulshit tau nggak."


Sahut shena memutar balikan pertanyaan, "Terus kalo kamu boleh gitu dimiliki orang lain?."


"Ya nggak lah, cuman kamu yang boleh miliki aku dan cuman aku juga yang boleh miliki kamu."


"Udah ah mau makan bakso. Karena bakso lebih sedep daripada omongan kamu (tawa lirih shena)."


"Ihh dasar (mencubit gemas pipi shena)."


...


Tiba ditaman terduduk dikursi melihat orang-orang yang sedang bermain dan menikmati hari libur.


"Enak yah liat mereka bisa ngabisin waktu sama orang tua mereka." Kata garil.

__ADS_1


Lanjutnya, "Kapan mama papa gue bisa ngabisin waktu bareng anaknya, ngeluangin waktu sedikit aja buat anaknya. Padahal itu mudah, tapi kenapa mustahil dilakuin sama orang tua gue."


Shena yang merasakan sedihnya memandang wajah garil lalu memegang tangan garil yang ada di pahanya.


"Iya.. aku tau kok yang kamu rasain. Tapi karena aku dikelilingi sama orang-orang yang sayang sama aku, dimana aku yang nggak bisa dapet kasih sayang dari orang tua. Aku bisa depetin itu dari kalian-kalian inilah, jadi kamu jangan sedih dong."


Senyum garil, "Itulah kata-kata yang pengen aku denger dari kamu. Karena semenjak ada kamu, kakosongan aku ini udah terisi (merangkul pundak shena)."


Shena menatap tangan garil yang merangkulnya, tersenyum kearah garil.


"Apa ini.."


Sahut garil begitu santai, "Karena.. ketika cewek lagi sedih, ketika cewek sudah berada dititik terlemah mereka. Yang mereka butuhkan itu sandaran, makannya buruan nyender deh."


"Kok kamu tau banget sih kalo yang cewek butihin saat sedih itu sandaran. Emang udah berapa cewek nyender sama kamu?," Kembali shena mencoba membuat garil kesal.


"Astagfirullah, negatif thinking terus. Yaudah deh kalo nggak mau (kesal garil mencoba melepaskan rangkulannya)."


Tawa shena langsung memegang tangan garil dan kembali menaruh dipundaknya.


"Aku tu cuman bercanda, gitu aja ngambek."


Wajah garil yang datar langsung berubah tersenyum, "Orang gue juga bercanda (tertawa)."


Shena memukul pelan lengan garil, "Ihh resek lo.."


"Mau nyender nggak?, kalo nggak jadi yaudah (kembali mencoba melepaskan rangkulan)."


Shena menahan tangan garil dengan tawa senang menyandarkan kepalanya, "Iya iya.. nih gue nyender."


Saling melirik bahagia.

__ADS_1


Next👇


__ADS_2