BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Balasan


__ADS_3

Berjalan Shena dan Chika sambil berbicara dengan senyum lebar diwajah mereka


Tiba-tiba datang Dara dan raya menghampiri mereka sambil berteriak kesal, datar Shena menatap Dara.


"Heh lo!. lo tu ngerti nggak sih sama apa yang gue ucapin. Gue udah sering bilang sama lo untuk jauh-jauh sama Garil, tapi kayaknya lo emang nantangin gue ya!"


Lirih Shena, "Nggak penting banget sih."


Berjalan pergi meninggalkan Dara, namun Dara menahan tangan Shena dengan keras. Risih Shena melempar sedikit keras tangan Dara


"Lepasin!"


Amarah Dara pun semakin membara, kesalnya menunjuk sambil mengolok-olok Shena dan mengatakan kalau dia tidak pantas untuk Garil.


Chika yang tidak rela sahabatnya dihina dan ditunjuk-tunjuk, membentak Dara dengan kesal.


Raya ikut berteriak dan menunjuk Chika dan memintanya untuk tidak ikut campur.


"Lo tu sama aja kayak temen lo, sama-sama munafik" ucap Raya.


Shena yang tidak suka kalau sahabatnya ditunjuk dan dihina pun menurunkan tangan Raya, dan memberikan peringatan untuknya agar tidak melakukan hal yang sama lagi pada sahabatnya. Dara yang melihat itu langsung berteriak, namun ucapannya langsung ditepis Shena.


"Ini kampus, jadi akan lebih baik kalo lo tetep tenang dan nggak teriak-teriak. Sebenernya gue capek sama tingkah lo yang setiap ketemu gue, selalu Garil yang lo bahas. Gini ya, kalo emang Garil suka sama lo, tanpa lo ngejer-ngejer kayak gini, dia sendiri yang bakal nyamperin lo. Tapi kalo lo ngejer cinta orang yang nggak cinta sama lo, itu capek" tenang Shena mengucap dan berjalan pergi disusul Chika.


"Tapi ini semua, tetep aja kesalahan lo!. Kalau lo nggak hadir dalam kehidupan Garil, hal ini nggak bakal terjadi. Gue nggak akan berhenti gitu aja" tekan Dara dengan tatapan tajam.


...


Saat di kantin kampus, duduk Shena dan Chika sambil berbincang asik. Shena yang merasa haus pun berdiri untuk membeli minuman. Tak lama, Dara dan Raya datang dan berdiri disamping kursi yang Shena duduki, kerut alis Chika merasa ada yang tidak beres dengan gelagat mereka.


"Mau ngapain lo disini?" ucap Chika.

__ADS_1


"Emang kenapa?. Lo pikir ini kantin punya orang tua lo!. Mau gue kesini apa nggak ya terserah gue lah, ribet banget" jutek Dara.


"Awas lo ya macem-macem!'


"Apaan sih, nggak jelas banget" ucap Dara menaikan sebelah bibir.


Sambung Raya, "Emang nggak jelas!"


Lirik datar Chika mengalihkan pandangan. Dara dan Raya yang punya kesempatan langsung menuangkan cairan permanen merah dikursi yang diduduki Shena lalu bergegas pergi dan duduk dibelakang Shena sambil tertawa cekikikan.


Lirihnya, "Rasain tu!


Chika yang melihat hanya menggelengkan kepala keheranan melihat tingkah kedua sahabat itu.


Datang Shena dengan membawa 2 botol minuman di tangannya, ia yang tidak fokus pada kursinya pun langsung duduk sambil memberikan sebotol minuman pada Chika. Karena merasa ada yang aneh pada tempat duduknya, Shena pun berdiri untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Saat ia bangun, tiba-tiba pada roknya sudah menempel noda merah.


"Yah, rok gue!"


Penasaran Chika melihat rok Shena. Disisi lain, Dara dan Raya malah tertawa cekikikan dan menghampiri Shena.


Terdiam Shena menatap roknya, tatapan Chika tertuju pada Dara dan Raya, ia sudah menduga kalau itu adalah perbuatan dua orang resek itu (Dara dan Raya).


"Oh.. gue tau sekarang, lo tadi berdiri dideket kursi Shena, ternyata lo mau ngerjain dia!"


Dara menyangkal, "Apaan sih, nggak jelas banget. Lagian ini kantin, bukan warteg pribadi lo. Jadi mau gue berdiri dimana aja yang terserah gue lah!"


Merekapun saling menyalahkan, beberapa mahasiswa/i mencoba melerai terutama Shena.


"Udah dong Cik, jangan berantem disini" lerai Shena.


"Nggak bisa Sen, ni orang kalo didiemin bisa ngelunjak."

__ADS_1


"Lo yang ngelunjak!" Balas Dara.


Garil dan exel yang melihat keributan berjalan bergegas menghampiri dan membantu melerai.


"Bisa diem nggak sih kalian!" Tegas Garil.


Terdiam sejenak dan kembali saling menyalahkan, Garil berteriak tegas pada mereka untuk diam dan bertanya pada Chika apa yang terjadi sebenarnya. Chika lalu memberitahu dengan menunjukkan rok Shena yang sudah diisengin data dan Raya.


Sahut Dara, "Apaan sih, lo nggak usah fitnah ya!" membenarkan rambut.


"Lo kira gue nggak punya mata!"


Chika yang melihat tanda merah ditangan Dara, menarik tangannya sedikit keras dan bertanya padanya mengenai tanda itu. Jawab Dara dengan gugup kalau tanda itu sudah ada dari kemarin saat dia terkena cat dirumahnya.


Bingung Raya menggaruk lirih kepala, "Duh, ceroboh banget sih" bisiknya.


Tegas Garil memberikan teguran pada Dara dan Raya, "Gue nggak tau lagi sama kalian ber-2 ya. Sekarang, kalo kalian masih terus-terusan mau buat onar. Gue nggak akan segan-segan buat laporin kalian ber-2 sama pihak kampus!"


Merekapun melongo kaget mendengar ucapan Garil, sedih Dara menatap Garil.


"Garil.. kok kamu tega banget sih sama aku."


Garil melepas baju kemejanya dan memberikan pada Shena, tolak Shena mengatakan kalau dia akan membersihkannya saja. Grailpun mengatakan kalau noda itu permanen dan tidak bisa dibersihkan (sambil memasangkan kemejanya di pinggang Shena).


Nervous Shena menatap lembut Garil, segera Garil memegang tangan Shena dan mengajaknya pergi dari tempat itu.


Tanya Exel pada Chika apakah dia baik-baik saja, sahut Chika menganggukkan kepala. Exel juga mengajak Chika pergi dari tempat itu sambil menggandeng tangannya, Chika berjalan sambil mengejek data dan Raya.


"Hhu kasian nggak ada yang perduli, nggak usah dijelek-jelekin tu muka. Udah jelek soalnya, canda jelek."


Sedih Dara dan Raya dengan humornya balik mengejek Chika.

__ADS_1


"Lo yang jelek!"


***


__ADS_2