BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Nggak papa


__ADS_3

Malam hari didalam kamar, chika mengambil laptop dan beberapa buku yang akan mereka pelajari. Meletakkan di atas kasur dan berbaring, shena duduk di kasur mencoba mengangkat kakinya naik ke atas kasur perlahan dan mengambil buku yang diletakkan chika diatas kasur.


Chikapun bertanya pada shena kenapa dia bisa jatuh sedikit mengulur kata, "Lagian.. lo kenapa bisa pakek acara jatuh dari sepeda sih sen. Perasaan tu jalan lurus-lurus aja. Ohh.. gue tau. Pasti lo mau cari kesempatan biar bisa deket sama garil kan?.. (menggoda)."


Shena menoleh mengerutkan alis menatap tajam, "Sembarangan (pelan memukul tangan chika dengan buku). Gue nggak gila kali, demi deket sama dia sampek ngorbanin kaki gue. Orang gue jatuh karena nggak sengaja sepeda gue nabrak batu."


Chika kembali menggoda, "Kalo orang lagi jalan tu yang diliatin jalan, bukannya ngeliatin si itu.. terus. Pantes aja jatuh."


Jawab shena dengan raut wajah yang begitu gugup, "Siapa juga yang ngeliatin garil, orang gue ngeliatin pemandangan."


"Lah, siapa yang nyebut garil. Tu kan, udahlah sen muka-muka lo tu nggak bisa bohong. Lo mulai suka kan sama garil?." Tersenyum merayu sambil mencolek tangan shena.


Gugup shena menelan ludah, "Nggak usah ngaco deh. Siapa juga yang suka sama dia, sok tau lo." berbaring dengan segera dan membaca buku.


Chika mengerutkan bibir, "Hmm.. liat aja nanti, paling juga jadian."

__ADS_1


"Apaan sih." Lirih shena.


...


Keesokan pagi di kampus, shena berjalan perlahan turun tangga dengan kaki yang sedikit terasa sakit dan buku yang ia bawa ditangannya. Chika berjalan mengiringi shena dan mencoba membantu.


"Nggak kok, nggak papa. Gue bisa." Lirih shena menolak lembut.


Dara dan raya yang melihat shena turun tangga langsung menghampiri perlahan sengaja menyenggol pundak shena dengan keras agar ia terjatuh. Shena yang tidak bisa mengendalikan badan dan kaki yang tidak bisa menahan karena sakit, jatuh perlahan kedepan spontan berteriak.


Chika dengan wajah kaget mencoba menangkap shena namun tangannya tidak sampai. Tanpa di sadari ternyata garil muncul diarah yang berlawanan, dengan kaget melihat shena yang terjatuh kearahnya. Dengan sigap garil langsung menangkap shena dan tidak sengaja bibir shena mencium pipi garil memeluk erat.


Merekapun kaget bersamaan, chika menutup mulut dengan wajah khawatir sedikit lega. Sementara dara dan raya dengan wajah kesal mereka menggeramkan tangan. Tertegun sejenak, shena dan garil memasang wajah bingung mereka sekaligus kaget. Tersadar shena dengan bibir dipipi garil langsung mengangkat kepala saling menatap. Shena melepaskan pegangan, mengelap bibirnya dan pipi garil dengan gugup.


"Ehh, sorry-sorry nggak sengaja. Beneran gue nggak sengaja."

__ADS_1


Garil masih menatap melongo tidak percaya.


"Maaf ya, maaf banget.."


Dara menghampiri garil berjalan kesal, mengelap pipi garil.


"Ihh, apaan sih lo main cium-cium pipi calon pacar gue. Kamu nggak papa kan sayang (memegang-megang pipi dengan kedua tangan)."


Garil yang merasa risih langsung menepis tangan dara, "Apaan sih, lepasin deh."


Memegang pundak shena menatap mata bertanya apakah dia baik-baik saja, mengangguk shena mengatakan kalau dia baik-baik saja.


Sambung chika menyalahkan raya dan dara, "Ini pasti kerjaan lo sama temen lo itu kan?. Yang sengaja nyenggol shena biar bisa buat dia jatuh."


"Sembarangan aja." Sahut raya.

__ADS_1


Masih ada lanjutannya ya, di episode selanjutnya👇.


__ADS_2