
Orang yang berada diacar itupun tertegun kaget diiringi teriakan Shena meminta tolong, senang wajah Yola melihat Shena yang tercebur. Berlari Chika kearah kolam dan meminta seseorang untuk menolong Shena yang tidak bisa berenang dengan cemas. Garil langsung berlari dan menceburkan diri menolong Shena dibarengi Fidin.
Didalam kolam, Garil memegang tangan kanan Shena dan fidin tangan kirinya. Sejenak mereka saling menatap dan langsung menolong Shena, membawa Shena menepi ke pinggir kolam. Cemas Mama Ika meminta pelayan mengambilkan handuk, sesak nafas Shena yang syok dan menghirup air cukup banyak.
Chika segera menghampiri Shena dan menenangkannya, tanya cemas Garil pada Shena kenapa ia bisa sampai tercebur kekolam diiringi handuk yang diberikan Mama Ika untuk menghangatkan badan Shena. Fidin hanya terdiam menatap Shena namun dengan wajah yang khawatir.
"Kanapa dia nggak mati aja sih" batin Yola.
"Ta-tadi, ada yang dorong gue dari belakang keras banget" ucap Shena menggigil.
"Siapa?" tanya Chika.
Lirih Shena menggelengkan kepala, "Gue nggak tau."
Tiba-tiba Dara datang dengan mengatakan upaya kalau ia tahu siapa yang mendorong Shena, tatap dara pada Yola. Tunduk Yola dengan wajah cemas mencoba tetap santai menelan ludah.
"Yola," kata Dara.
Tatapan tajam orang-orang tertuju pada Yola. Gugup Yola menjawab mengalihkan pandangan kalau ia tidak melakukan apa-apa.
__ADS_1
"Heh, lo kira gue nggak punya mata apa?. Jelas-jelas gue liat, lo dengan sengaja dorong Shena kekolam itu. Kalo nggak percaya tante bisa liat di cctv rumah ini, pasti rumah ini punya cctv kan?"
Sambil meminta maaf Exel membubarkan orang-orang yang ada dipesta itu.
"Yol?" tatapan datar Garil.
Yola yang merasa terpojok pun mengakui dengan marah dan kesalnya bicara ngotot.
"Iya, iya!. Gue yang sengaja dorong Shena kekolam itu. Tapi, ini semua karena lo ril! (tunjuk Yola penuh emosi). Lo nggak pernah ngehargai perjuangan gue cuman karena dia (Shena), gue udah bela-belain pulang ke Indonesia cuma pengen perbaiki hubungan kita lagi. Gue sayang sama lo, gue cinta sama lo!. Kenapa lo nggak ngerti!" histeris Yola.
"Yola!" teriak Mama Ika kesal melihat perilaku Yola yang keterlaluan dan memberontak.
"Gue emang nggak suka sama Shena, tapi gue juga nggak suka sama Yola. Jadi mumpung ada bahan, makannya gue kasih tau biar ribut aja sekalian" bisik senang Dara lalu mengajak Raya pulang.
"Pinter banget lo" sahut Raya.
"Gue nggak pernah minta lo untuk pulang ke Indonesia Yol!. Dan tadi apa yang lo bilang, hargai perjuangan?. Apa lo lupa, kalau selama ini yang nggak pernah ngehargai perjuangan itu lo. Lo sendiri kan yang udah ninggalin gue, dan lo sendiri yang bilang kalo lo nggak mau ketemu gue!" tekan Garil.
Garil lalu mengatakan kalau pada saat itu ia sempat tidak percaya bahkan tidak mau membuka hati untuk wanita lain. Namun, setelah ia mengenal Shena pemikirannya itu berubah, karena Shena lah yang berhasil menyembuhkan lukanya dan membuatnya merasa lengkap.
__ADS_1
"Gue sayang sama dia, gue nggak bisa ngecewain dia. Lo cantik Yol, dan lo berhak dapet laki-laki yang lebih baik dari gue. Tapi itu bukan" lanjut Garil.
"Lo jahat ril, lo jahat!" tangis Yola berlari pergi.
Terdiam Shena didepan pintu mendengar perbincangan Garil dan Yola. Garil lalu menghampiri Shena dan bertanya kenapa dia belum ganti baju.
"Kenapa lo bilang kayak gitu sama dia?" lirih Shena.
"Karena itu kebenarannya."
"Tapi.."
Garil memotong pembicaraan, menyuruh Shena segera masuk untuk mengganti bajunya.
"Ntar lo masuk angin," ucap Garil memegang kedua pundak Shena mengiringi berjalan.
Senyum tipis Shena.
...Menurut kalian gimana nih Reader. Apakah marahnya Garil ke Yola itu wajar, atau Garil harus memaklumi perbuatan Yola yang rela melakukan apapun demi cintanya?🤔....
__ADS_1
...Yuk liat kelanjutan ceritanya, jangan lupa juga kasih dukungan kalian ya👇😉....