BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Mendadak


__ADS_3

Yola yang sedang mengendarai mobil dalam perjalanan pulang tak sengaja menabrak seseorang yang muncul dijalan secara tiba-tiba.


Terkejut ia langsung mengerem mobilnya secara mendadak.


"Astaga!" lirihnya segera keluar dari mobil.


"Aduh Pak, Bapak kalau mau nyebrang liat kiri kanan dong. Nanti kalau ketabrak nyalahin yang nabrak, gimana sih" dumel Yola.


Berdiri laki-laki itu, Yola pun langsung dibuat tertegun saat mengetahui kalau laki-laki itu adalah Sandi (ayah Shena).


"Hei Mbak, kita ketemu lagi ya. Dipertemukan dengan cara yang kayak gini, kebetulan yang sangat menguntungkan" ucap Sandi langsung membuat Yola cemas.


"Ka-kamu?. Kamu ngapain disini?" gugup Yola menengok kekanan dan kiri.


"Tenang Mbak, nggak usah cemas. Saya cuma nggak sengaja lewat aja. Yaudah, saya jalan dulu ya" lanjut Sandi dengan senyum misterius.


Batin Yola mengeluh kenapa ia harus bertemu dengan sandi disituasi yang seperti ini. Ia mencoba tetap tenang dan segera masuk kembali ke mobil.


...


2 Minggu berlalu, terduduk Garil diruang kerjanya dengan mata terfokus pada laptopnya. Tiba-tiba, Yola datang menaruh tes pack dengan garis 2 diatas meja Garil.


Kerut kening Garil menatap Yola dengan terkejut.


"Aku hamil," lirih Yola.

__ADS_1


"Gimana bisa kamu hamil, sementara aku aja nggak nyentuh kamu" ucap Garil tak percaya.


"Apa kamu inget sama apa yang terjadi dalam semalam itu, nggak kan?. Kamu udah hancurin hidup aku, terus kamu nggak mau tanggung jawab?. Aku juga tunangan kamu Garil, aku calon istri kamu. Dan didalam perut aku, ada anak kamu, anak kita!"


"Udah udah, kamu nggak perlu teriak-teriak kayak gini. Kalaupun iya, apa kamu nggak bisa nyelesaian semua dirumah, bukan dikantor kayak gini!"


"Kenapa, kamu malu?. Aku nggak mau tau Garil, aku mau kamu tanggung jawab. Kalau nggak juga nggak papa, aku bakal gugurin anak ini!" pergi Yola dengan raut wajah meyakinkan.


Bingung Garil menggaruk kepala, terduduk di kursi sambil menutup wajahnya.


"Masalah apa lagi ini?" keluhnya.


Senyum bahagia Yola didalam mobil, dengan percaya dirinya ia yakin kalau Garil tidak akan mungkin tega membiarkan anak yang tidak bersalah itu menjadi korban.


Tiba dikantor, Yola pun dibuat bingung karena ada keributan yang terjadi didalam kantornya.


"Ada apa itu?" tanya Yola pada salah seorang karyawan.


"Itu Buk, ada laki-laki yang maksa mau masuk dan mau menemui Ibuk?"


"Laki-laki?"


Berjalan bergegas Yola menuju tempat keributan terjadi.


"Ada apa ini, kenapa ada ribut-ribut dikantor saya!"

__ADS_1


Seketika security dan karyawan yang ada ditempat kejadian pun terdiam saat Yola datang. Laki-laki itu langsung berbalik badan dan membuat Yola terkejut, yang mana laki-laki itu tidak lain adalah Sandi.


"Sandi?" batin Yola.


Penasaran, Yola pun meminta karyawan serta security yang ada ditempat kejadian meninggalkan laki-laki itu dan mengizinkan laki-laki itu untuk menemuinya.


"Masuk keruangan saya?"


Didalam ruangan, kembali Yola bertanya pada Sandi apa yang sebenarnya ia mau, setelah sekian lama menghilang, tiba-tiba ia kembali muncul dihadapannya.


"Saya butuh uang" santai Sandi.


"Apa, uang?. Lo, minta duit sama gue?. Gila ya lo, emang lo pikir gue Bank lo, yang bisa lo mintain duit seenaknya. Sekarang lo pergi, buang-buang waktu!"


Senyum Sandi dengan santai duduk dikursi kerja Yola, lalu menunjukkan beberapa bukti kejahatan Yola yang sengaja ia rekam.


"Masih tersusun dengan rapi" ucap Sandi.


Tertegun kaget Yola menelan ludah, "Brengsek!. Jangan pikir dengan lo lakuin ini, lo bisa terus-terusan nguras harta gue. Lo salah, sekarang bawa sini ponsel lo! (meminta paksa)."


Dengan senang hati Sandi memberikan ponselnya, "Eiits, kayaknya bukan sekarang ya. Sekarang saya mau pergi dulu, nanti kalau berubah pikiran temu saya di "Cafe Great" besok. Kalau nggak, mungkin video ini akan sampai pada Garil. Selamat bekerja, Bos" lanjut Sandi lalu keluar.


Kesal Yola menahan emosi menepuk meja dengan keras, "Hah, kurang ajar!. Satu masalah belum selesai, sekarang datang masalah baru lagi!. Gue nggak bisa terus-terusan ada dibawah kendali Sandi, nggak bisa. Gue harus lakuin sesuatu."


...

__ADS_1


__ADS_2