
Tiba di rumah, Sevi dibuat terkejut sekaligus bahagia saat melihat kedua orang tuanya telah pulang dari luar negeri. Bahagia Sevi langsung memeluk erat Mama dan Papanya.
"Sevi kangen banget sama kalian, katanya cuma sebentar kerjanya. Ini satu bulan baru pulang" bete Sevi.
Lembut Mami Dena (mama Sevi) memegang pipi Sevi, "Ya maaf ya sayang, sebenarnya Mama sama Papa juga mau pulang cepet, tapi karena terkendala sama beberapa pekerjaan, jadi ya telat kayak gini."
"Kan ada Davin juga, Papa percaya, kalo udah sama Davin pasti rasa sepi, sedih kamu ilang juga. Iyakan Davin?" goda Papi Glen (Papa Sevi).
"Aman Om," ramah Davin.
Senyum malu-malu Sevi, "Ihh, apaan sih Pi. Kan Davin juga punya rumah, dia harus pulang dan nggak 24 jam sama aku terus."
"Yaudah, kalo gitu kalian nikah aja. Kan bisa serumah dan sama-sama terus" humor Papi Glen.
Sipu malu Sevi menepuk kening saat mendengar ucapan random sang ayah, namun berbanding terbalik dengan Davin yang justru setuju dengan apa yang diucapkan Papa Glen.
"Bener juga ya, Om. Tu sayang, Papa kamu aja udah setuju, jadi kapan nih?"
Sevi pun dibuat geleng-geleng kepala dengan senyum malunya, "Kamu nanya aku kapan?. Ya kamu itu gimana, kamunya aja jalan di tempat gitu" pancingnya.
"Yaudah kalo gitu-.." terhenti.
__ADS_1
"Syutt.. (potong Sevi). Udah, nanti ya sayang bahasnya. Tadi kata kamu, kamu ada kerjaan kan?, udah sana pulang" candaan Sevi.
"Tu kan Om, Tan. Sevi emang gitu, aku selalu di usir sama dia" ucap mereka saling menggoda dan melempar ejekan.
"Ihh, bohong banget ya.."
"Ohh, jadi kamu suka usir calon mantu Mami ya sayang. Kalau lain kali Sevi jail sama kamu, kamu bilang aja ya Davin, nanti biar Tante jewer telinga dia" goda Mami Dena.
"Ihh kok gitu si Mi, kan aku anak Mami" rengek lucu Sevi.
Bahagia mereka saling tertawa dan melempar ejekan candaan, terlihat dari raut wajah riang penuh kasih sayang satu sama lain.
...
"Duhh, kenapa sih sama kepala gue, lagi-lagi mendadak sakit gini. Capek banget sama ni kepala, kalo bisa gue lepas pasang, gue lepas juga ini!" Hela nafas Sevi sambil menyandarkan kepala dan memejamkan mata sejenak.
Kling klung..
Berdiri Davin membunyikan bel dan mengetuk pintu kamar Garil sambil memanggilnya lirih, menunggu beberapa saat namun tidak ada jawaban. Tanpa berlama-lama, Davin langsung masuk dan mendengar suara percikan air dari kamar mandi.
"Kayaknya lagi mandi dia (lirihnya). Bang, gue ngambil flashdisk!" teriak Davin.
__ADS_1
"Iya, ada di laci!"
Mencari-cari Davin di beberapa laci meja, "Dimana sih?" lirihnya.
Tak butuh waktu lama, iapun menemukan flashdisknya. Saat akan menutup laci, Davin melihat foto yang tertempel di sebuah buku. Penasaran ia mengambil buku itu dan perlahan membukanya, ia pun langsung di buat terheran-heran dengan banyaknya foto Garil bersama seorang wanita yang begitu mirip dengan Sevi. Davin lantas flashback saat Sevi pertama kali datang ke rumahnya.
"Apa ini yang namanya Shena?. Ta-tapi, kenapa bisa mirip banget sama Sevi?"
Klukk..
Kaget Davin mendengar pintu kamar mandi yang terbuka, gugupnya ia langsung menaruh foto itu pada tempatnya dan kembali menaruh buku itu kedalam laci.
"Gimana, ada kan?" tanya Garil sambil mengeringkan rambut dengan handuk.
"I-iya, ada. Gue bawa ya?"
"Hehe ya bawa aja, itu kan flashdisk lo."
"Hehe, i-iya" berjalan keluar.
...
__ADS_1