BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Baik


__ADS_3

Ini masih lanjutan episode yang diatas ya👍.


Didalam mobil saat pulang ngampus, Shena dan Chika saling berbincang.


Klung klung klung..


Ponsel Chika berbunyi, melihat ponsel dan ternyata mamanya yang menelfon.


Lirih Chika, "Mama.."


Bicara pada Shena kalau dia akan mengangkat telfon dari mamanya sebentar, Angguk Shena dengan senyum tipis. Chika bicara asik dengan mamanya sambil meluapkan kerinduan pada sang Mama, memasang muka bete dan tawa riang. Sementara Shena memasang wajah sedih memandang Chika, batinnya menyimpan kerinduan pada alm.mamanya.


"Coba aja Mama masih ada, pasti gue nggak bakal kesepian dan mungkin dunia gue nggak sekacau sekarang" batinnya dengan mata berkaca-kaca.


Shena mengalihkan wajah dengan meneteskan air mata yang sudah tidak terbendung lalu mengelap air matanya, Chika melirik Shena dan melihatnya yang berusaha menutupi kesedihannya. Mematikan telepon dan memegang pundak Shena dengan mengatakan kalau dia tidak perlu malu dan tidak perlu menyembunyikan kesedihannya.


Lanjut Chika, "Gue tau kok Sen, lo pasti kangen banget ya sama Mama lo."


Sahut Shena meneteskan air mata, "Gue iri sama lo Cik, lo bisa punya keluarga yang utuh dan baik-baik aja. Sementara gue, Mama udah nggak ada dan ayah gue sama sekali nggak peduli (senyum tipis menahan sedih menghapus air mata)."


Chika mencoba menenangkan, mengatakan pada Shena kalau dia bukan orang asing dan menganggapnya sudah seperti saudara. Chika melanjutkan ucapannya kalau dia juga merasakan kesepian yang yang shena rasakan, karena walaupun orang tuanya masih ada tapi dia juga selalu merasa sendiri.


Lirih Chika, "Ya, orang tua gue memang masih utuh, tapi mereka selalu sibuk sama pekerjaannya. Dan gue yah, seperti sekarang selalu ditinggal sendiri."

__ADS_1


Shena menatap dan menjawab kalau takdir mereka jauh berbeda, Chika membalas kalau tidak ada yang berbeda dan dia juga bisa menganggap orang tuanya seperti orang tua sendiri.


Balas Shena terharu, "Thank you."


Shena menawarkan pada Chika akan memutarkan lagu kesukaannya yang membuat Chika tersenyum senang. Tiba-tiba mobil Shena mogok, dumel kesal Shena dan segera keluar melihat apa yang terjadi pada mobilnya.


Lanjut Shena, "Yaelah, ini kenapa lagi mobil. Pakek acara mogok segala."


Chika sedikit mengejek Shena menanyakan berapa lama mobilnya tidak di service, sahut Shena menjawab kalau belum ada 1 bulan.


Humor Chika, "Mungkin mobil lo perlu temen Sen, karena udah terlalu lama jalan sendiri."


Lirih Shena sambil membenarkan, "Udah dong Cik, jangan becanda deh. Ini kita gimana coba,mana gue nggak tau mesin lagi. Bengkel juga jauh lagi, masak iya mau dorong ni mobil."


Cittt...


Menghentikan mobil, Exel yang sedang bermain ponsel sedikit bingung dan bertanya kenapa Garil menghentikan mobilnya. Garil menunjuk kearah Shena dan Chika sambil melepaskan seat belt dan segera turun bersama Exel.


Tanya Garil, "Kenapa mobil kalian?"


Shena membenarkan rambut yang mengenai wajahnya, menoleh mengerutkan kening melihat Garil datang dan bertanya kenapa dia selalu mengikutinya. Garilpun menjawab kalau dia tidak mengikuti, karena kebetulan mereka lewat dijalan yang sama dan melihatnya. Garil yang melihat noda hitam di pipi Shena mencoba mengelap dengan tangannya, Shena sedikit memundurkan kepala dan bertanya pada Garil apa yang akan dia lakukan.


Lembut Garil mengusap pipi Shena, "Ini ada noda dipipi lo."

__ADS_1


Shena mengelap kembali dengan mengatakkan kalau dia bisa membersihkan sendiri.


Ucap Chika sedikit bete, "Ini nih, mobil Shena mogok. Mau kita benerin tapi kita juga nggak tau mesin."


Balas Garil, "Udah kalian pulang bareng kita aja, biar kita anter. Mobil kalian biar ditinggal disini aja."


Sahut Shena sedikit ngegas, "Terus kalo misalkan kita tinggal, mobilnya bisa jalan sendiri gitu."


Garil menjawab sedikit bingung, "Ya nggak gitu juga. Maksud gue mobil lo biar tinggal disini aja, nanti diambil sama temen gue biar diservis dan nanti bakal dianter kerumah lo."


Shena mengatakan kalau dia akan menunggunya disini dan menyuruh mereka untuk pulang dulu.


Lanjut Garil, "Keras kepala banget sih jadi cewek. Tenang aja mobil lo nggak bakal hilang, nih gue telfon biar lo percaya (Garil menelfon). Udah kan?"


"Yaudah biar gue tunggu disini" tekan Shena.


Garil mengancam Shena, jika dia tidak ikut dengannya maka ia akan memaksa dan menggendongnya lagi. Henti Shena saat Garil mencoba menyentuhnya, ia mengalah dan akan ikut pulang dengannya. Senyum senang Garil dan membukakan pintu untuk Shena.


Namun, Shena yang terus memandang Garil membuat kepalanya hampir terbentur sisi mobil. Dengan sigap, Garil menghalangi dengan tangannya agar kepala Shena tidak terluka.


"Makannya, jangan ngeliatin gue terus" cibir Garil.


"PD banget."

__ADS_1


***


__ADS_2