
Pagi hari Shena dan Chika sudah bersiap dan segera berangkat ke kampus, Chika melihat Shena yang begitu lemas dengan wajah yang lelah. Chika bertanya pada Shena apakah dia baik-baik saja dan menyuruh Shena untuk tidak berangkat ngampus hari ini jika badannya merasa tidak fit. Shena membalas lirih dengan wajah yang kurang semangat kalau dia tidak kenapa-napa.
Lanjut Chika, "Pasti semalem lo nggak tidur ya."
Shena hanya menatap sayup dan mengajak Chika segera berangkat. Beberapa menit setelah mereka berangkat, Garil dan Exel berniat menjemput mereka. Tiba didepan rumah Shena, Garil membunyikan klakson beberapa kali.
Lirih Garil menatap Exel, "Apa mereka udah berangkat ya?. Tapi tumben pagi banget, apa masih tidur?"
Exel melirik kearah pintu dan melihat pintu rumah Shena yang sudah terkunci dan mobil yang sudah tidak ada, Exel memberitahu Garil kalau sepertinya mereka sudah berangkat lebih awal. Garil menyalakan mobil dan segera berangkat menuju kampus.
...
Didalam ruang kampus..
__ADS_1
Dimana jam pelajaran sudah dimulai, Shena melamun tidak fokus dengan pelajarannya. Dosen yang melihat Shena dengan tatapan kosong mencoba menegur Shena dan bertanya ada apa dengannya. Shena menatap datar, sambil menatap Shena Chika mengatakan pada dosen kalau Shena sedikit tidak enak badan.
Lanjut dosen, "Kamu nggak papa kan, kalau kamu tidak enak badan mending kamu pulang aja. Muka kamu keliatan pucat."
Shena membalas dengan wajah yang tampak lemas dan tatapan yang datar kalau dia baik-baik saja.
Beberapa saat, alarm istirahat berbunyi. Chika mengajak Shena untuk keluar, Shena menolah lembut mengatakan kalau dia ingin didalam ruangan dan menyuruh Chika keluar sendiri.
Seru Chika memegang pundak Shena, "Lo beneran nggak papa?"
Lirih Chika bicara sendiri sambil berjalan, "Kasian Sena, baru juga dia mau mencari kebahagiaannya, tapi ayahnya lagi-lagi dateng dan bikin rusuh. Gue pengen bisa bantu dia, tapi gue harus apa" berfikir.
Exel datang dengan mengejutkan Chika dari belakang dan membuat Chika sedikit kaget, Garil menyusul memasang muka datar. Exel bertanya pada Chika apa yang sedang dia pikirkan dan kenapa berjalan sendiri lalu menanyakan kemana Shena.
__ADS_1
Sambung Garil, "Iya, kemana Shena?. Dia baik-baik aja kan?"
Chika berjalan, "Hmm.. di dalem ruangan seperti biasa. Diam adalah cara dia buat nyembunyiin lukanya. Jujurly gue nggak tega liat dia kayak gitu, gue bingung mau bantu dia kayak gimana."
Bergegas Garil berjalan pergi, tanya Chika berteriak pada Garil kemana dia akan pergi. Sahut Garil menjawab kalau dia akan menghibur Shena.
Terus Exel, "Yah.. seperti itulah Garil. Mending kita cari angin seger aja, biar Shena jadi urusan Garil" merangkul pundak Chika.
Chika mengangguk dengan senyum senang memegang tangan Exel yang merangkulnya, "Yokk."
Garil melihat Shena, membuka pintu dan masuk ruangan yang ternyata Shena tidak ada didalam ruangan. Tanya Garil pada salah satu teman Shena yang berada di dalam ruangan, apakah dia melihat Shena. Geleng teman itu mengatakan kalau dia tidak tau pasti dimana Shena dan hanya melihatnya keluar ruangan. Garil keluar sambil mencari Shena, bertanya pada beberapa orang. Salah satu teman Shena mengatakan kalau dia melihat Shena duduk ditaman sendirian. Dengan cepat Garil berlari menyusul Shena.
"Oh iya makasih ya."
__ADS_1
***