
Jam istirahat berbunyi, Shena dan Chikachika keluar ruangan menuju kantin. Berjalan dan berbincang, tiba-tiba Dara datang menghampiri Shena bersama Raya. Memanggil dan mendorong Shena sedikit kasar membuat Shena kaget.
"Heh lo, cewek centil, sok cantik. Makin aktif aja ya lo deket-deket sama Garil, dasar cewek nggak tau malu. Asal lo tau lo tu nggak level sama dia, jadi nggak usah ngesok" ucap Dara sok coll.
Sahut Shena dengan tegas, "Apaan sih lo!. Lo nggak ada topik yang lain apa, setiap lo kesini pasti selalu Garil yang lo ributin. Kalo lo mau, ambil!. Asal lo tau, gue sama sekali nggak pernah ngedeketin dia, tapi dia sendiri yang ngedeketin gue. Seharusnya kalo lo ngerasa lo lebih segalanya dari gue, ya lo nggak perlu khawatir dong."
Rayapun ikut memprovokasi, Tegas Chika menyuruhnya untuk diam dan memberi peringatan untuk membawa temannya (Dara) pergi. Dara menatap tajam Shena, Shena yang tidak mau memperpanjang urusan segera pergi. Dengan wajah kesal Dara berteriak memberi peringatan pada Shena kalau dia akan membuatnya menyesal. Lalu melempar Shena dengan botol minum di tangganya, tiba-tiba botol melayang mengenai kepala Pak Tono.
Pak Tono berteriak kesakitan memegang kepala, Dara dan Raya memasang muka kaget bicara lirih meminta maaf. Pak Tono memanggil Dara dan Raya sedikit keras menyuruhnya untuk mendekat, gemetar mereka berjalan ke arah Pak Tono.
Lirih Dara, "Sakit pak?"
Jawab Pak Tono dengan wajah humor, "Mau nyoba? (memegang botol minum). Kalian ber-2 tu ya!. Harusnya bisa ngajarin adek tingkatnya yang baik-baik, ini malah buang sampah sembarangan. Sekarang ambil sampah kalian dan bawa pulang!"
__ADS_1
Dara dan Raya tertawa garing, Pak Tono pun bertanya apa yang mereka lakukan didepan ruangan adek tingkatnya. Sahut Raya kalau mereka akan pergi ke toilet saja, merekpun segera pergi untuk menghindar dari Omelan dosennya itu.
"Permisi Pak."
Shena dan Chika duduk dikantin sambil menunggu makanan yang sudah mereka pesan dengan buku ditangan Shena yang dia bawa. Membuka dan membaca setiap kata, sambil minum Chika bertanya pada Shena apakah dia tidak lelah membaca terus menerus. Lirih Shena menjawab dengan mata yang terus fokus pada buku.
"Lalu soal ilmu mah, gue nggak bakal capek."
Balas Chika sambil memainkan pipet minuman, tersenyum tipis kearah Shena. Garil yang melihat Shena duduk dikantin bersama Chika, mengajak Exel untuk menghampiri mereka. Exel menyapa Chika sambil memegang pundaknya lalu duduk disamping Chika.
Ucap Garil, "Serius banget."
Spontan Shena menoleh, tertegun sebentar saling menatap. Shena menampar sedikit keras wajah Garil dengan buku menyuruhnya untuk tidak terlalu dekat dengan wajahnya.
__ADS_1
"Ihh, apaan sih lo!. Modus banget" lanjut Shena.
Garil mengusap pipi yang sakit, "Kasar banget sih lo jadi cewek."
Tegas she"na, "Ya siapa suruh lo deket-deket, lagian lo nggak bisa jauh-jauh dikit apa sih. Gue nggak mau ya, pacar lo itu marah-marah nggak jelas sama gue!."
Dengan senyum garing, Garil mengatakan kalau dia tidak punya pacar.
"Siapa pacar gue?."
Sambung Chika, "Dara, tadi dia marah-marah nggak jelas sama kita pakek acara suruh ngejauhi kalian."
Garilpun kembali mengulang ucapannya kalau dia tidak pernah pacaran dengan Dara dan nggak akan mungkin. Sambil makan, Shena mengatakan kalau dia tidak perduli dan tidak mau menambah masalah hidup apalagi untuk sesuatu yang nggak penting.
__ADS_1
Lanjut shena, "Terserah deh."
***