BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Menerima keadaan


__ADS_3

Lirih Shena meminta Fidin untuk melupakan dulu masalah itu, ia juga meminta bantuannya untuk mengantar ke resto untuk mengambil tas nya jika masih ada di tempat itu.


"Gue nggak maksa, itu kalo lo mau bantu gue. Kalau nggak, juga nggak papa."


"Lo tenang aja, kita sekarang kesana ya."


Angguk lirih Shena yang sebenarnya canggung harus meminta bantuan Fidin, namun ia tidak punya pilihan lain dan juga harus mulai melupakan kejadiannya itu.


"Oh iya, apa lo udah tau kalau malam ini Garil akan melangsungkan pernikahannya sama Yola?."


Toleh Shena terkejut mendengar ucapan Fidin, "Apa!, malam ini Garil mau menikah sama Yola?"


"I-iya. Lo nggak tau?"


Sedih Shena mendengar berita yang begitu menyayat hatinya, namun ia juga harus bisa menerima kalau mungkin itu yang terbaik untuk Garil. Senggol lirih Fidin bertanya apakah ia baik-baik saja, angguk Shena menjawab kalau ia tidak papa.


"Kenapa kalian nggak pertahankan cinta kalian, gue tau kalian sama-sama cinta. Tapi kenapa sekarang kalian selemah ini!" tekan Fidin.


"Lo bisa bilang kayak gitu karena lo nggak tau apa yang terjadi. Sekarang, gue harus bisa nerima ini. Karena mungkin, ini emang yang terbaik buat kita."


Lembut Fidin menatap Shena, ia paham dengan yang di rasakan Shena dan ikut merasakan kesedihannya.


Sementara ayah Shena yang baru tahu kalau anaknya itu kabur langsung memberi kabar pada Yola. Kesal Yola mendengar pernyataannya, geramnya bertanya bagaimana Shena bisa sampai kabur.


"Kerja kalian apa sih!. Cuman jaga satu orang aja nggak becus. Sekarang kalian cari dia, jangan sampai dia ngancurin pernikahan saya" tekan Yola.


"Tapi, bayarannya harus naik dong" ucap ayah Shena.

__ADS_1


"Selalu duit, duit dan duit terus!. Gue bisa bayar berapapun yang anda minta, asalkan pekerjaan anda becus!" mematikan dan membanting ponsel di kasur.


Tiba di resto, Shena segera masuk dan bertanya pada salah satu karyawan apakah mungkin ia melihat tas yang jatuh di sekitar tempat itu. Sejenak karyawan itu mengingat dan mengiyakan ucapannya, Shena lantas bertanya apakah tasnya masih ada.


"Iya mbak, tasnya masih kita simpan. Biar saya ambilin dulu ya."


Tak lama karyawan itu datang dengan membawa tas yang Shena maksud dan segera memberikannya. Ucap terimakasih Shena karena sudah menyimpangkan tasnya, sebelum pergi karyawan itu meminta untuk memeriksa terlebih dahulu.


"Nggak perlu mbak, saya percaya kok. Sekali lagi makasih banyak ya mbak."


Senang Shena karena mendapatkan kembali tasnya, ia pun segera keluar dan menemui Fidin.


"Gimana, tasnya ada?"


"Iya masih ada, nih" sambil menunjukkan tas.


"Terus sekarang lo mau kemana, Sen?"


"Anterin gue ke rumah gue aja. Gue mau pulang."


"Lo yakin, mau pulang ke rumah lo?"


"Iya.."


Tanpa banyak basa-basi Fidin segera mengantarkan Shena untuk pulang ke rumahnya.


Tak lama Shena pun tiba, terkejutnya melihat Chika dan Garil yang sudah berdiri di depan rumahnya. Segera Shena turun dan bertanya pada mereka apa yang mereka lakukan di sini, Lembut Garil menatap Shena dan langsung memeluknya begitu erat seolah melepaskan rindu, tertegun Shena tak bisa berkata-kata.

__ADS_1


Beratnya melepaskan pelukan Garil, "Kamu ngapain disini?"


"Aku kangen sama kamu. Fidin tadi ngabarin kita kalau dia lagi sama kamu, makannya aku sama Chika buru-buru kesini. Katanya kamu di culik sama ayah kamu, kamu nggak kenapa-napa kan?" cemasnya.


Perlahan Shena melepaskan pegangan Fidin dan mengatakan kalau ia tidak kenapa-napa. Ia juga mengatakan kalau ia tidak perlu mencemaskan dirinya dan menyinggung soal pernikahannya dan Yola.


"Aku nggak mau nikah sama Yola, aku cuma sayang sama kamu!. Pernikahan itu nggak akan terjadi, karena aku nggak akan hadir. Aku cuma mau sama kamu, bukan yang lain Sen. Aku nggak bisa tanpa kamu" kembali Garil memeluk Shena.


Terdiam Shena tak berdaya menahan kesedihannya, paksanya meminta Garil melepaskan pelukannya.


"Nggak, kamu harus menikah sama Yola."


"Kamu bicara apa sih. Kamu tau kan aku cuma cinta sama kamu, kenapa kamu bicara gini. Apa kamu udah hilang rasa sama aku."


"Justru karena aku cinta sama kamu, aku pengen kamu bahagia Garil!. Bener kata Mama kamu, aku bukan cewek yang tepat buat kamu dan aku cuma bisa nyusahin kamu. Kamu berhak bahagia, Ril!"


"Tapi kebahagiaan aku ada pada diri kamu Sen!. Aku cuma cinta sama kamu, bukan yang lain!"


"Cinta, itu datang karena terbiasa. Aku yakin, kamu akan bisa bahagia sama Yola kok. Dia cantik, kaya, dia punya segalanya. Keluarga dia terpandang dan utuh, nggak kayak aku yang udah hancur!"


"Kenapa kamu nggak ngerti sih Sen, aku cuma cinta sama kamu!. Mau Yola cantik, kaya ataupun keluarganya terpandang sekalipun, perasaan itu nggak bisa dibohongi Sen!"


"Kamu cinta sama aku kan, kamu sayang aku kan?. Sekarang kamu dengerin aku, kamu nikahin Yola. Jangan permalukan keluarga kamu cuma demi aku, Garil. Aku janji, aku bakal dateng nanti malam. Sekarang kamu pulang yah, aku masuk dulu" lembut Shena mengucap dan segera masuk.


"Jujur, aku nggak paham sama pola pikir Shena. tapi yang dibilang Shena itu ada benarnya, Ril. Sekarang, lebih baik lo pulang dan jangan permalukan keluarga lo" sambung Chika.


Bingung Garil dan melampiaskan kesedihannya.

__ADS_1


***


__ADS_2