BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Menggagalkan pernikahan


__ADS_3

Masih lanjutan episode sebelumnya ya Readers!๐Ÿ˜Š.


Mama Rita pun pergi meninggalkan Shena dan kembali mendampingi anaknya. Tak sengaja dari kejauhan Garil melihat Shena yang di bawa Mama Rita, dengan tatapan bingung ia membatin apa yang sedang mereka bicarakan dan membuat Shena begitu sedih.


Sedih Shena menghapus air mata dan pergi meninggalkan tempat acara, Garil yang mencoba mengejar Shena langsung ditahan oleh Yola dan acara pun di mulai. Dengan wajah penuh tekanan, Garil mengulurkan tangan namun dengan pikiran yang terus tertuju pada Shena. Saat ayah Yola selesai mengucapkan ijab qobul, Garil menggelengkan kepala dan melepaskan tangannya tak bisa melanjutkan acara pernikahan itu.


Ia pun langsung berdiri, dengan nada bicara lantang ia mengatakan kalau ia tidak bisa menikah dengan Yola. Sontak saja itu membuat Yola dan keluarganya terkejut. Mama Ika memegang tangan Garil dan menyuruhnya kembali duduk dan melanjutkan pernikahannya.


"Kamu nggak bisa batalin ini semua!"


"Kenapa nggak bisa, Ma!. Mama maksa aku untuk hal yang nggak aku mau, aku bisa lanjutin pernikahan ini. Karena pernikahan ini di dasari oleh paksaan, bukan cinta. Dan untuk kamu Yola, aku minta maaf. Aku nggak bisa menikah sama kamu, kamu tau kan kalau aku cuma cinta sama Shena."


Terdiam Yola menahan emosi dengan mata berkaca-kaca dan tatapan penuh kebencian pada Shena, sementara Garil segera pergi untuk mengejar Shena.

__ADS_1


Fidin, Chika dan Exel yang tidak tahu kalau Shena sudah pergi lantas terkejut dan mencari-cari Shena yang tidak ada di tempat acara.


"Bukannya tadi Shena ada disamping lo (Fidin). Terus, sekarang dia kemana?" ucap Chika.


"Gue juga nggak tau. Gua nggak liat kalau dia pergi, dia juga nggak bilang."


Mama Rita yang melihat kesedihan di wajah anaknya mencoba untuk menenangkan Yola, dan bertanya pada Ika bagaimana kelanjutan pernikahan ini.


"Apa kedatangan kami disini cuma untuk di buat malu!"


"Maaf, Mah. Kali ini Garil bener-bener nggak bisa. Jika Mama se-egois ini, Garil bisa lebih egois."


Tanpa berlama-lama Garil mengambil mobil dan segera pergi, geram tangan Yola menahan emosi.

__ADS_1


"Nggak, Garil nggak bisa ngelakuin ini sama gue."


Lari kecil Yola meminta kunci mobil dari Mama nya dengan nada kasar, ia yang tidak ikhlas dengan perlakuan Garil mencoba mengikutinya.


"Sayang, kamu mau kemana!"


Disusul Chika, Exel dan Fidin ikut membuntuti, begitu juga dengan orang tua Garil dan Yola.


"Sen, aku deteng buat kamu. Aku nggak akan ninggalin kamu lagi, kita bakal sama-sama terus" lirih Garil menoleh-noleh mencari Shena.


Tak berselang lama hujan pun turun. Terus berlari Shena dibawah guyuran hujan diiringi tetesan air mata kesedihan, sejenak ia berhenti tepat di atas jembatan untuk menikmati rintik hujan. Ia pun terbayang dengan awal kedekatannya dengan Garil yang tersenyum bahagia saat hujan kala itu.


"Dulu, kita mengukir cinta dibawah tetesan air hujan. Hujan kala itu pernah jadi saksi cinta kita. Tapi, hujan kali ini yang jadi saksi akhir hubungan kita. Semoga kamu bahagia, Ril."

__ADS_1


"Kamu itu cuma punya aku, Ril. Kamu tau kan kalo aku sayang banget sama kamu, tapi kenapa kamu lakuin ini sama aku. Aku nggak akan biarin kamu jauh lagi dari aku, hhe. Aku nggak akan biarin itu, Ril!" ucap Yola seperti orang dengan mental yang terganggu.


Yuk baca episode selanjutnya, yang pastinya akan ada keseruan ataupun kejutan lainnya๐Ÿ‘‡๐Ÿ˜.


__ADS_2