
Masih lanjutan ya reader 🤗.
Tiba didepan rumah chika garil mencoba membangunkan shena, menatapnya sambil memegang lembut pundak shena. Karena tidak tega melihat shena yang tidur begitu pulas, ia pun mencoba mengangkat shena dari sepeda. Karena kaget shena terbangun dengan mata sayu dan tangan yang masih memeluk erat, menatap lirih garil melihat disekeliling.
Lirih shena dengan nada lemas, "Udah sampek ya. Kenapa lo nggak bangunin gue."
Sahut garil menggoda, "Ya.. gimana mau bangunin. Saking nyamannya meluk gue, tidur pules banget gitu."
Menatap garil mengerutkan kening bingung, melirik kearah tangannya dan tersadar kalau masih memeluk erat garil. Spontan shena langsung melepaskan pegangannya.
"Ihh.. apaan sih, cari-cari kesempatan aja lo. Mentang-mentang gue tidur."
"Lah.. kenapa jadi gue, orang lo yang meluk gue. Mana meluknya kenceng banget (semakin menggoda shena), untung gue masih bisa nafas."
"Alesan aja lo." Lirih shena memalingkan pandangan.
Memasang wajah malu-malu, shena pun langsung turun dari sepeda. Namun, ia lupa kalau kakinya sedang sakit dan membuatnya tidak bisa menahan badan dan terjatuh kedepan. Sigap garil langsung menangkap shena, menoleh garil tertegun sebentar menatap beberapa detik.
"Lo sih, kaki lagi sakit tapi nggak hati-hati. Untung nggak jatuh nyungsep kedepan lo." Khawatir garil.
"Apaan sih, orang lupa."
"Udah biar gue bantu." Garil memegang tangan shena dan mencoba memapahnya.
__ADS_1
Shena menolak malu dengan mengatakan kalau dia bisa jalan sendiri. Karena keras kepala shena, garil langsung melepaskan pegangannya mempersilahkan shena untuk berjalan.
"Yaudah sana, jalan kalo bisa." Lembutnya.
"Ya bisalah, orang gue punya kaki." Lirih shena menatap garil santai.
Menapakkan perlahan sebelah kakinya yang sakit, namun karena terasa begitu sakit dan tidak bisa menahan membuatnya hampir terjatuh. Kembali garil menolong shena dengan memegang pundaknya karena ia tahu kalau shena hanya memaksakan kakinya yang sakit.
"Gimana?. Bisa jalan?."
"Nggak."
"Keras kepala banget. Udah t,.au kaki terkilir, masih aja susah dibilangin. Untung nggak bengkok tulang kaki lo." Sedikit candaan garil.
Garil kembali menawarkan bantuannya dan memapah shena.
"Aduhh, sakit." Teriak lirih she.na setiap langkah kaki sambil memegang kakinya yang sakit.
Karena tidak tega melihat shena dan jalannya yang begitu lambat menahan sakit, garil langsung membopongnya.
"Ngapain sih lo, orang tadi gue bisa jalan."
"Kelamaan." Ucap garil.
__ADS_1
Lanjut shena, "Namanya juga orang usaha, nggak sabar banget deh (wajah bete)."
Menekan bel pintu beberapa kali, m nunggu beberapa saat dan akhirnya pintu dibuka oleh salah satu pembantu. Pembantu pun ikut terkejut melihat shena yang harus dibopong, langsung menyuruh untuk segera masuk sambil bertanya apa yang terjadi.
Sahut garil sambil mendudukkan shena disofa, "Ini, tadi dia jatuh dari sepeda. Terus kakinya kena tusukkan kayu dan sedikit terkilir.
"Bibik ambilin air hangat dulu ya non."
Tahan shena, "Nggak bik, nggak usah. Saya udah nggak papa kok. Udah bibik kedalam aja nggak papa."
Pembantunya pun pergi mengambil air minum. Datang dengan air minum ditangannya dan menaruhnya diatas meja, menyuruh mereka untuk minum dan izin masuk ke kamarnya.
"Makasih ya bik." Lirih garil memegang pelan kaki shena.
Tanya shena pada garil apa yang akan ia lakukan, garil menatap shena memainkan alis bak memberi isyarat.
"Mau ngapain." Bingung shena.
"Tahan ya." Santai garil langsung memijat pakan kaki shena dan membenarkan kakinya yang terkilir.
Shena mencoba menahan garil namun telat, lalu berteriak kesakitan sambil menutup mulutnya dengan tangan agar suaranya tidak terdengar keras.
Next yah👇.
__ADS_1