
Malam harinya..
Ditengah perjalanan, Garil menjemput Shena dengan senyum diwajah mengajaknya pergi keluar untuk mencari angin dan hiburan.
Tiba di rumah Shena, beberapa langkah Garil menghentikan langkahnya melihat heran ada mobil yang menyusul terpakir dibelakang mobilnya.
Klukk..
Pintu mobil dibuka, dan ternyata itu Exel yang membuat Garil sedikit terkejut dengan senyum mengejek.
"Hhe.. rapi banget lo Sel, gue kira tadi siapa. Oh, tadi lo pulang ceritanya mau ngambil mobil (melirik ke arah mobil), Mau jalan juga lo?"
Sahut exel mengusap-usap baju dengan PD, "Ya iyalah, orang udah rapi kayak gini. Emang lo aja yang bisa jalan sama cewek, gue juga bisa kali (bercanda)."
Lanjut Garil mengatakan pada Exel kenapa dia tidak meminjam mobilnya saja daripada harus pulang, karena masih ada satu lagi mobilnya yang jarang terpakai dirumah.
Lirih Exel, "Ya masak iya Ril, gue mau jalan sama cewek romantis-romantisan tapi mobil hasil minjem. Malu lah, gila lo."
Garil memainkan alis, "Iya deh iya" berjalan menuju pintu dan membunyikan bel beberapa kali.
Menunggu sedikit lama dan mengeluh kenapa cewek lama sekali kalau dandan. Beberapa menit Shena membuka pintu dengan pakaian yang sederhana namun elegan dan tanpa make up dengan wajah yang terlihat lesu menatap Garil. Senyum tipis Garil melihat Shena, tidak lama Chika menyusul dengan pakaian yang begitu rapi. Tanya Shena pada Chika apakah mereka akan pergi bersama.
__ADS_1
Sahut Chika dengan senyum, "Ya enggak lah, kita mau diner ber-2. Masak iya kalian keluar, tapi kita dirumah aja. Tapi tenang, kita nggak bakal ganggu kalian kok. Yaudah, kita berangkat duluan ya."
Lanjut Chika bicara pada Garil, "Oh iya, lo jaga temen gue ya. Jangan lo apa-apain dan jangan macem-macem, awas lo. Yuk sayang."
Shena kembali bertanya pada Garil dengan tatapan datar kemana dia akan membawanya pergi dan menyuruhnya untuk berpakaian seperti itu, Garil menjawab dengan senyum kalau dia akan mengajaknya jogging malam untuk mencari keringat dan angin segar.
Shena mengatakan kalau malam ini dia tidak ingin pergi jogging, lalu menyuruh Garil untuk membatalkan rencananya.
Lanjut Garil, "Nggak boleh gitu dong, lo harus mau. Kan lo tadi udah bilang iya, dan gue jamin malam ini lo bakal bahagia. Udah, ayok. Jangan kelamaan mikir (menggandeng tangan Shena)."
Shena melirik tangannya yang dipegang Garil dan menyuruhnya untuk melepaskan karena dia mau mengunci pintu rumahnya dulu, dengan senyum Garil melepaskan pegangannya. Berjalan menuju mobil, dengan sigap Garil membukakan pintu untuk Shena.
Disepanjang perjalanan Shena hanya diam duduk didalam mobil, Garil mencoba mencairkan suasana dengan. sedikit basa basi. Shena menjawab beberapa pertanyaan Garil dengan datar.
Seru Garil, "Ya enggaklah!. Kenapa capek, justru gue seneng bisa deket-deket sama lo (keceplosan)."
Terdiam sebentar dan saling menatap.
Garil mengalihkan pembicaraan, "Ma- maksud gue.. iya gue seneng, karena sebenarnya lo tu orangnya asik dan lucu. Cuma kurang senyum aja, jadi kaku gitu."
Senyum malu-malu Shena menatap Garil dan mengalihkan pandangan.
__ADS_1
Serius Garil, "Mm, boleh nanya nggak sih?."
Senyum Shena, "Apaan."
Basa basi Garil menggoda, "Kenapa sih kok kamu cantik banget."
Shena tersenyum salting dengan muka datar, "Hhe, apaan sih. Garing deh."
Tawa lirih Garil mengatakan kalau dia hanya bertanya dengan sedikit menggoda, begitu juga Shena yang tersenyum menjawab pertanyaan Garil.
"Karena, gue cewek" ucap Shena.
"Emang gitu yah?"
"Ya, iyalah."
"Emang, kalo cowok nggak ada yang cantik ya" lanjut Garil.
"Bencong dong, hehe."
Tawa lepas mereka berdua.
__ADS_1
***