BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Bantuan


__ADS_3

Dengan mulut yang tertutup dan tangan serta kaki yang terikat di dalam sebuah ruangan, Shena berusaha keras melepaskan ikatan itu dengan menggesek-gesekkan ke sebuah benda berulang kali. Hela nafas Shena merasa lelah karena tak kunjung berhasil memutuskan tali itu.


"Duh, susah banget!. Aku harus bisa keluar dari sini" batin Shena.


Tak berhenti di situ, sekali lagi Shena berusaha mencoba memutuskan ikatannya. Dengan usaha yang keras, akhirnya iapun berhasil diiringi nafas lega. Lirik Shena kearah pintu dan sekeliling memastikan tidak ada penjaga yang masuk, ia pun segera melepaskan ikatan di kaki dan mulutnya.


Berdiri mencari jalan keluar dari ruangan itu dengan wajah cemas. Akhirnya Shena berhasil menemukan jalan keluar dari tempat itu selain lewat pintu, segera ia mencari benda yang bisa digunakan membuka jendela sebelum orang-orang yang menculiknya datang.


Tak lama, Shena akhirnya berhasil membuka jendela itu. dengan senyum senang dan tak mau membuang waktu, ia segera keluar sambil mengintip apakah diluar aman.


Lirih Shena berjalan mengindip agar langkah kakinya tak terdengar. Saat hendak kabur dari tempat itu, Shena melihat 2 orang penculik sedang asik duduk di depan. Kagetnya langsung bersembunyi dibalik dinding sambil menelan ludah cemas, perlahan Shena kembali mengintip. Ia semakin dibuat terkejut dengan kedatangan 1 orang laki-laki yang tidak lain adalah ayahnya.


Sedih Shena dan mengira kalau dalang di balik penculikan itu adalah ayahnya sendiri.


"Ternyata, ayah emang udah berubah. Ayah udah nggak sayang sama Shena, ayah jahat!" batinnya.

__ADS_1


Shena mencoba menahan air mata dan menguatkan diri. Ia melihat ayahnya dan dua laki-laki itu sedang mabuk, iapun memanfaatkan keadaan untuk kabur dari tempat itu.


"Aku harus buru-buru pergi dari sini."


Tiba Shena di jalan umum diiringi hujan lebat yang mengguyur, ia merasa lelah karena tempat penyekapan yang lumayan jauh dari keramaian. Saat ia mencoba menghentikan taxi, ia teringat kalau tasnya jatuh di depan resto waktu itu.


"Oh iya, tas gue kan jatuh di depan resto waktu itu. Mana gue nggak bawa duit lagi, terus gimana caranya gue pulang?"


Tak sengaja Fidin lewat dan melihat Shena yang berdiri dipinggir jalan, sipit matanya bertanya-tanya kenapa Shena ada di tempat ini. Segera ia menghampiri dan bertanya apa yang ia lakukan di pinggir jalan saat hujan lebat.


"Ka-kamu, ngapain disini?. Kamu pergi aja, aku nggak papa."


"Kayaknya sekarang gue perlu bantuan Fidin, lagian gue juga nggak ada uang" batinnya.


Sejenak Shena berfikir, dengan nada terpaksa ia menerima bantuan Fidin karena ia juga tidak mau sampai tertangkap lagi oleh ayahnya. Senyum tipis Fidin membukakan pintu mobil dan segera masuk, ia juga memberikan jaket pada Shena agar dapat mengurangi rasa dinginnya.

__ADS_1


Perlahan Shena mengambil jaket dari tangan Fidin, lirihnya mengucapkan terimakasih. Angguk Fidin bertanya pada Shena apa yang ia lakukan di pinggir jalan dan kemana pergi kemana ia selama beberapa hari ini.


"Gue udah bilang sama lo Sen, gue bisa jamin kalau gue nggak ngapa-ngapqin lo malam itu." lanjutnya.


"Gue percaya. Lagian gue nggak pergi dari rumah, tapi gue di culik sama ayah gue."


"Di culik?. Kenapa bisa, tapi lo nggak papa kan?" panik Fidin.


Geleng Shena menjawab kalau ia tidak kenapa-napa dan berhasil kabur. Fidin memberi saran menyuruh Shena untuk melaporkan ayahnya ke kantor polisi, karena tindakannya sudah termasuk tindak kriminal.


"Itu yang ada dipikiran gue. Lo nggak perlu cemas, gue bisa urus ini."


"Tapi, kanapa lo sekarang percaya sama gue. Kemarin-kemarin lo nggak mau denger?"


"Sebenernya gue nggak percaya sama lo. Tapi gue harus percaya sama kenyataan. Beberapa waktu lalu gue pergi ke dokter untuk periksa, gue seneng karena nggak ada tanda pelecehan yang terjadi sama diri gue. Tapi gue juga sedih, saat gue dateng ke resto ini gue tau lo udah campur obat bius ke dalam minuman gue."

__ADS_1


Lembut Fidin begitu malu dengan tindakannya, tapi ia juga menjelaskan kalau ia tidak ada maksud lebih selain menggagalkan pertemuannya dan Garil.


***


__ADS_2