BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Bukan aku


__ADS_3

Berjalan keluar dari ruangan dosen sambil berbincang seru, dengan sengaja garil mengejutkan shena dengan wajah berada didepan wajah shena.


"Heyy!.. (Terdiam saling menatap sejenak lalu menepuk dada garil sedikit kesal). Aduh, hati gue langsung bergetar (memegang dada dengan senyum).


Shena menatap malu dengan senyum tipis, "Ihh, apaan sih lo. Lebay banget deh."


"Duhh, makin hari makin lengket aja nih kek perangko (mengipas wajah dengan tangan tersenyum)." Goda chika.


"Disini hawanya nggak bagus buat kita, mending kita pindah tempat aja sayang." Exel menggandeng tangan chika.


Shena dan exel menatap heran.


Ucap garil, "Lo kira kita setan apa."


Lirik exel, "Lo mah, dikasih kesempatan coba dimanfaatin dengan baik. Ya kan say? (bicara pada chika)."


Chika mengangguk memainkan bibir, exel menyenggol badan garil sedikit keras dan membuat wajah shena menabrak dada garil dan spontan garil yang hampir terjatuh mencoba menyeimbangkan diri dengan memegang pundak shena. Perlahan wajah dan tatapan mata shena melihat kearah wajah garil.


Sementara exel dan chika saling menatap dengan tawa lirih dan segera pergi meninggalkan mereka.


"Hmm.." Menggoda.


Seketika mereka melepaskan pegangannya.

__ADS_1


"Modus lo ya megang-megang gue." Candaan shena.


Balas garil, "Elo kali yang modus, pakek segala acara nyium-nyium dada gue. Mau nyari apa lo? (tawa lirih)."


"Dih.. orang lo yang tadi nabrak gue mendadak, mana sempet gue ngelak."


"Orang gue didorong garil."


Shena berjalan meninggalkan garil, "Bodo amat.."


Garil tersenyum geli mengusap wajah, "Dasar cewek." segera menyusul shena.


...


"Lagi ngeliatin apa sih, daripada ngeliatin pamandangan mending ngeliatin aku." Rayu garil begitu PD nya.


Sambung shena mengerutkan alis, "Mending ngeliatin pemandangan lah. Indah dan sejuk, daripada ngeliatin lo nggak ada indah-indahnya sama sekali."


"Sembarangan. Coba liat dulu, liat nih liat (memaksa dengan senyum memegang pundak shena)."


Risih shena meminta garil melepaskan pegangannya dengan tawa lepas diwajahnya.


"Ihh lepasin gue.. Resek banget sih lo hhaaha."

__ADS_1


Garil yang melihat shena pun ikut tertawa sambil mengelus pelan pundak shena yang dipikirnya sakit karena terlalu keras ia pegang.


"Sakit ya?, sorry ya sorry."


"Nggak , udah nggak papa. Gue cuman geli aja."


Senyum mereka menatap lembut dengan badan dan tangan bersandar kedepan di pagar pembatas.


"Kenapa sih senyum-senyum gitu." Ujar shena.


"Nggak tau. bawaannya kalo liat kamu pengen senyum terus."


Spontan shena melempar candaan, "Jatuh cinta kali lo sama gue." tertawa lepas.


"Memang sedang jatuh cinta." Lirih garil.


Shena memainkan bibir menahan senyum dan salah tingkahnya dengan mata melirik berputar terfokus kedepan. Garil mencoba mendinginkan suasana agar shena tidak terlalu memikirkan ucapannya, lalu bertanya lirih pada shena bagaimana suasana hatinya saat pindah dirumah chika.


Dengan senang shena mengatakan kalau dia begitu senang karena chika dan keluarganya yang begitu baik padanya. Namun disisi lain shena juga sedih melihat chika yang kurang perhatian dari orang tuanya.


"Mungkin kisah kita sama kali ya. Sama-sama kurang perhatian dari orang tua."


Garil mengangguk memainkan bibir dan alis bak memberi isyarat, "Yah mungkin karena itu juga, kita didekatkan kayak gini supaya kita bisa saling ngisi kekosongan kita."

__ADS_1


Senyum tipis shena mengangguk-angguk, "Mmm.. mungkin.."


__ADS_2