BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Bersama


__ADS_3

Terduduk Shena di kasur bermain ponsel sambil menikmati ciki bersama Chika, tiba-tiba ponsel Chika berbunyi dan ternyata orang tuanya menelfon. Menyapa sang Mama dan menanyakan kabar, balas sang mama mengatakan kalau ia akan pulang sore ini.


Senang Chika, "Beneran Mah?"


Chika mematikan ponsel dengan senyum senang, lirih Shena bertanya apakah orang tuanya menelfon.


Angguk Chika, "Oh iya Sen, lo ikut gue pulang ya?"


Jawab Shena kalau malam ini dia ada janji pergi ke toko buku dan tidak bisa ikut bersamanya, senyum Chika mengerutkan bibir mengejek.


"Hmmm, pasti sama Garil. Iya deh gue paham kok."


Terus Shena malu-malu, "Apaan sih, orang gue emang mau beli buku."


Lanjut chika, "Iya deh iya.. hati-hati aja. Oh iya Sen, gue boleh pinjem mobil lo nggak nanti."


Kesal Shena, "Ihh apaan sih lo Cik. Kalo mau makek ya tinggal pakek aja kali, kayak siapa aja deh."


Senang Chika langsung memeluk Shena mengucapkan terimakasih karena dia lah temannya yang paling baik. Sesak Shena dan meminta Chika melepas pelukannya.


...

__ADS_1


Sore haru, duduk Anggin di meja belajar menghadap laptop. Teriak Chika mengatakan kalau ia akan pulang


Lirih Shena, "Iya, hati-hati."


Chika keluar dari kamar, beberapa menit dia kembali lagi masuk kamar. Shena menatap heran dan bertanya kenapa dia kembali, sahut Chika kalau kunci mobilnya lupa ia bawa.


Tawa lirih Shena, "Dasar pikun."


"Hehe, dah ya gue pulang dulu."


...


Shena berdiri didepan cermin, bersiap-siap dengan wajah senyum sumringah sambil menunggu Garil. Segera turun dan menunggu di ruang tamu, tak lama menunggu Garilpun tiba. Lirih Garil bertanya pada Shena kenapa mobilnya tidak ada, sahut Shena kalau mobilnya sedang di bawa Chika pulang.


Terus Garil, "Berati, lo dirumah sendiri dong?"


Angguk Shena mengiyakan sambil memainkan alis, segera Garil mengajak Shena berangkat sambil menggandeng tangannya. Senyum Shena membalas gandengan tangan Garil berjalan menuju mobil, lirih Garil membuka pintu mobil sambil melindungi kepala Shena agar tidak terbentur.


Tanya Shena menatap garil dengan senyum, "Kenapa?"


Balas Garil, "Biar nggak kena kepala."

__ADS_1


Saling menatap dan tersenyum.


"Makasih" ucap Shena.


Didalam mobil sambil berbincang-bincang, Shena bertanya pada Garil dimana orang tuanya.


Sesak Garil menghelakan nafas, "Hhe, yah.. samalah kayak orang tua Chika. Mama Papa gue juga jarang banget dirumah, bahkan kayak 1 bulan itu mereka bisa nggak pulang sama sekali. Dan lagi-lagi yang mereka sibukin yah.. pekerjaannya. Sama juga Exel, orang tua dia juga nggak pernah dirumah. Yah.. intinya nggak punya waktulah buat anak-anaknya."


Jawab Shena dengan senyum terpaksa menahan sedih, "Hmm.. ternyata kita ber-4 nggak beda jauh ya ceritanya, sama-sama kurang perhatian dari orang tua. Tapi, walaupun kalian jauh dari orang tua.. seenggaknya kalian masih bisa dengerin suara orang tua kalian. Sementara gue, nggak.."


Garil yang melihat Shena menahan sedih mencoba menghibur dan mencairkan suasana.


"Heh, udahlah, kita kan tadi mau pergi ke toko buku. Jadi nggak boleh sedih-sedih. Oh iya, kamu belum makan kan. Kita beli makan dulu aja ya."


Sahut Shena, "Nanti aja deh, gue belum laper."


Terus Garil, "Yaudah, kita cari buku dulu aja."


Shena mengangguk tersenyum dengan sebelah pipi.


***

__ADS_1


__ADS_2