BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Jebakan


__ADS_3

Datang Yola dan Garil di party ulang tahun teman kantor mereka yang diselenggaran disebuah hotel. Senyum tipis Yola, seolah mendapat kesempatan untuk melancarkan aksinya.


Lirih Yola memanggil pelayan untuk meminta dua gelas minuman yang dibawanya. Colek Yola pada lengan Garil yang sedang berdiri dengan memberi sgelas minuman untuknya.


"Buat kamu" sugu Yola.


Tolak Garil menggelengkan kepala sambil memainkan tangan.


"Ayolah, ini cuma segelas minuman."


"Silahkan" sambung salah seorang rekan kerja Garil.


Hela nafas Garil mengambil dan segera meminumnya, sambungnya kembali melanjutkan perbincangan soal pekerjaan mereka.


"Rencana 1" batin Yola menatap dari kejauhan.


Tak berselang lama, acara party pun ditutup. Diiringi kepulangannya para tamu undangan, begitu juga dengan Garil dan Yola. Berjalan Garil dan Yola keluar dari lorong-lorong hotel. Namun, secara tiba-tiba kepala Garil terasa berputar dan mata berkunang-kunang seolah membuat pandangannya terlihat kabur.


"3, 2, 1" batin Yola menghitung mundur.


Sejenak Garil memegang kepala dan langsung terjatuh kepelukan Yola bak melayang-layang tak sadar. Flashback Yola teringat saat dipesta, yang mana ia telah mencampurkan obat bius kedalam minuman Garil.

__ADS_1


Segera Yola menidurkan Garil diatas kasur, yang mana sebelumnya ia telah memesan kamar untuk mereka berdua.


"Selamat bersenang-senang, Sayang" belai Yola.


...


Keesokan pagi, terbangun Garil dengan posisi tangan yang memeluk Yola. Spontan ia langsung terbangun terkejut bergegas memakai bajunya yang ada diatas kasur. Sayu Yola membuka mata sambil mengusap wajah mengucap selamat pagi pada Garil.


"Apa-apaan ini, kenapa aku bisa disini?"


"Kamu kok kaget gitu sih, Ril. Masak iya kamu lupa sama apa yang udah terjadi sama kita semalem (terduduk). Padahal, kamu sangat menikmati kebersamaan kita."


Berdiri Yola menghampiri Garil, "Kenapa nggak mungkin. Semua udah terjadi, kamu udah berani-beraninya hancurin hidup aku, dan kamu mau lepas dari tanggung jawab kamu. Kita saling cinta, dan ini nggak salah."


"Lepasin!. Ini salah Yola, ini salah. Dan aku yakin kalau aku sama sekali nggak nyentuh kamu semalem, aku yakin itu" panik Garil segera keluar dari kamar dan meninggalkan Yola.


"Garil! (teriak Yola). Hahaha, Garil Garil. Kita emang nggak ngelakuin apa-apa, tapi seenggaknya kamu akan jadi milik aku setelah ini. Karena aku nggak akan lepasin kamu gitu aja, kamu itu milik aku. I love you, Sayang" senyum bagaian Yola karena sebagian rencananya sudah berhasil.


"Oke, sekarang kita pulang" lanjutnya.


...

__ADS_1


Pulang Garil dengan bergegas menuju kamarnya, Davin yang melihat Garilpun merasa bingung kenapa abangnya seperti orang yang sedang panik.


Terduduk Garil diatas kasur, sejenak ia mengingat kembali kejadian semalam bersama Yola. Namun, sedikitpun ia tak mendapatkan memori kejadian itu.


"Apa yang sebenarnya terjadi sama gue, kenapa gue nggak bisa inget sedikitpun. Dan kenapa gue bisa lakuin hal bodoh itu, ahh begok begok!" menyalahkan diri sendiri.


Tak lama Davin datang menghampiri Garil, lirihnya bertanya pada Garil apa yang sebenarnya terjadi.


"Kenapa wajah lo kayak cemas gitu bang?" lanjut Davin.


Berdiri Davin menuju cermin, Hela nafasnya mengusap wajah mencoba menenangkan diri.


"Nggak, gue nggak papa."


"Yakin lo. Terus semaleman kenapa lo nggak pulang?"


"Nggak, gue cuma lagi ada kerjaan aja."


Angguk Davin tak curiga.


...

__ADS_1


__ADS_2