BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Pindahan


__ADS_3

Garil berjalan mencari Shena dan bertanya pada salah satu temannya, "Eh, lo liat shena?."


Temannya itu memberitahu kalau Shena ada dikantin sambil menunjuk.


"Oke makasih," Kata Garil.


Bergegas Garil menyusul, tiba dikantin ia langsung menyapa Shena memanggilnya dengan panggilan sayang lalu duduk dikursi depan Shena mengambil minumannya. Terdiam Shena menatap datar, garilpun bertanya ada apa dengannya. Chika mencari alasan menghindari mereka dengan mengatakan kalau ia mau ke toilet dan bergegas pergi.


"Seneng banget ya," Sindir Shena.


Bingung Garil, "Seneng?, seneng apanya?."


"Seneng banget, yang ternyata mantannya ada dikampus ini. Langsung pegangan tangan lagi," Sindir langsung Shena.


Dengan senyum tipis garil melihat Shena yang terlihat cemburu, ia pun mengatakan yang sebenarnya kalau dia juga tidak tahu kalau Yola akan pindah kekampus ini.


Lanjut garil, "Untuk pegangan tangan tadi, dia cuma mau minta maaf. Udah jangan cemburu gitu, aku udah nggak ada rasa sama dia. Kisah aku sama dia itu cuma kesalahan masalalu, dan sekarang udah berakhir."


"Emang gitu?" Tatapan sayu Shena.


Angguk garil mengiyakan sambil mencubit pipinya, Shena tersenyum malu.


Keesokan harinya, Shena bertabrakan dengan seorang laki-laki dan membuat beberapa buku ditangannya terjatuh.


"Duhh.. hati-hati dong mas," Ucap shena sambil memungut bukunya yang jatuh.

__ADS_1


Laki-laki itu membantunya mengambil buku-buku yang jatuh sambil meminta maaf, shena menatap laki-laki itu dimana ia dipertemukan lagi dengan laki-laki yang sama (Fidin). Kaget shena langsung berdiri disusul fidin.


"Lo lagi!. Lo ngapain kesini, ini kan bukan kampus lo?."


"Itu dulu, sekarang gue disini."


"Maksud lo?."


"Iya, gue udah pindah" Kata fidin.


Shena bergegas pergi, fidin menahan memegang tangannya. Kaget shena dan meminta fidin melepaskan pegangannya.


"Ihh, lepasin deh" Membenarkan tasnya.


"Lah, itumah ruangan gue" Shena sedikit terkejut.


Senyum tipis fidin, "Yaudah kebetulan, anterin gue ya."


Wajah Shena sedikit terpaksa, "Hmm, yaudah ikuti gue aja. Gue juga mau masuk."


Dara berjalan bersama Raya, Raya yang melihat Shena bersama seorang cowok yang tidak lain adalah fidin. Mencoba memberi tahu Dara, dan tak sengaja tangannya mengenai wajah Shena begitu keras.


"Aduhh!.. apaan sih Ray!."


Tawa lirih raya, "Hhaha, sorry-sorry nggak sengaja. Tapi liat deh (menunjuk kearah Shena), Itu bukannya cowok yang waktu itu tanding basket sama garil?."

__ADS_1


Dara mengamati dengan tajam, "Eh iya, tapi kenapa dia ada disini. Dan dia akrab banget sama tu cowok, harus gue abadiin ini" Mengambil ponsel dan memfoto.


"Ngapain lo?."


Sahut dara dengan lawak, "Mau nyangkul!. Udah tau mau foto, pakek nanya lagi. Ini nanti gue kirim ke garil, siapa tau mereka ribut."


Klung..


Ponsel garil berbunyi, melihat pesan dari dara yang mengirim foto shena yang sedang berjalan diiringi laki-laki dibelakangnya.


"Ni anak, ada aja yang dijadiin bahan julid. Eh tunggu dulu (membesarkan foto), ini bukannya fidin?. Tapi ngapain dia ada dikampus ini."


Yola yang melihat garil diparkiran mencoba mencari kesempatan mendekatinya dengan menyandungkan diri dan jatuh menabraknya.


"Aduh.."


Spontan garil kaget dan menangkapnya menatap heran lalu membantunya berdiri.


"Hati-hati," Wajah datar garil.


Senyum tipis Yola, "Iya, makasih."


Garil langsung berjalan pergi masuk kedalam kampus, "Gue duluan."


"Heh, garil garil. Perlahan-lahan gue bakal luluhin hati lo, dan gue pastiin lo bakal jatuh ke pelukan gue."

__ADS_1


__ADS_2