BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Saling bertemu


__ADS_3

Didalam ruangan, Chika yang melihat Shena datang bersama laki-laki yang pernah dikenalnya iapun menatap heran. Shena segera duduk, sementara dosen memperkenalkan fidin pada mahasiswa/i.


Chikapun bertanya pada shena kenapa dia bisa bersama laki-laki itu, Shena pun menjawab kalau dia hanya bertemu diteras.


"Masa sih?. Tapi ngapain dia pindah disini, apa jangan-jangan dia ngikutin lo?" Ucap Chika.


tatapan sinis Shena, "Dih ngapain dia ngikutin gue, kenal juga nggak."


Santai Chika, "Ya siapa tau. Kemarin.. mantannya garil yang pindah, sekarang dia."


"Udah ah, siapa tau emang ada suatu hal buat dia harus pindah" Kata Shena.


"Iya sih.."


Dosenpun langsung menyuruh fidin untuk duduk, yang mana terdapat kursi kosong didepan Shena.


Jam istirahat Shena dan Chika segera keluar ruangan, namun fidin yang berjalan terburu menyenggol Shena dan membuat bahu Shena menabrak pintu.


"Aduhh," Teriak shena memegang bahu.


Sigap fidin, "Aduh sorry-sorry gue beneran nggak sengaja, sakit yah" Memegang bahu Shena.


Shena langsung menjauhkan bahunya, "Udah nggak, nggak papa."


"Lo beneran nggak papa?" Wajah fidin yang penuh perhatian.


"Nggak, gue nggak papa gue pergi dulu. Ayo cik," Menarik tangan chika.

__ADS_1


Chika mengerutkan kening menatap fidin.


"Eh sen, lo ngerasa nggak sih kalau fidin itu kayak gimana gitu sama lo?."


Tatapan heran Shena, "Gimana apanya?, orang biasa aja."


Wajah santai Chika sambil berfikir, "Yah, perasaan gue aja kali ya."


Tak lama Garil datang merangkul pundak Shena, sedikit terkejut Shena menoleh.


"Garil," Lirihnya.


Senyum tipis Chika dengan wajah pahamnya, "Yah, jadi nyamuk lagi gue. Gue pergi aja deh, cari Exel."


Garil menghentikan Chika, "Eh tunggu, tadi lo dicari Exel ditunggu ditaman."


Senang Chika, "Yaudah gue kesana dulu."


"Kenapa sih?."


"Nggak papa, lucu aja kalo liat kamu salah tingkah kayak gitu."


"Ihh apaan sih, udah ah malu. Nanti kalo gue pingsan gara-gara tatapan kamu gimana?."


"Kok bisa gitu?" Bingung garil.


"Ya bisa lah, tatapan kamu itu membius. Hhaha," Tawa lepas shena.

__ADS_1


Gemas garil memencet lembut hidung shena, "Ohh, pantesan kamu bisa suka sama aku."


"Dihh, emang kapan aku bilang kalo aku suka sama kamu."


Garil mencoba memanasi Shena dengan candaannya, "Oh gitu ya gitu. Secepet itu aku dilupain, emntang-mentang ada yang baru."


"Yang baru siapa sih?."


"Tadi kayaknya ada mahasiswa baru deh.."


Shena sedikit berfikir dan sadar kalau garil sedang membicarakan fidin, iapun mengatakan kalau hanya membantu mengantarkan saja.


"Lagian aku juga nggak tau dia siapa, kan dia temen kamu" Balas Shena melempar candaan.


"Temen aku darimana?. Emang ada aku akur sama dia."


Merekapun saling melempar candaan dengan tawa lepas diwajah mereka.


Dari kejauhan, fidin mengawasi mereka yang terlihat begitu dekatnya dengan tatapan datar. Tak selang lama Yolanda melihat mereka dengan tatapan sinis.


"Ternyata emang bener kalo mereka lagi deket. Nggak papa, sekarang seneng-seneng aja dulu" Lirihnya.


Saat akan berjalan tak sengaja Yola bertabrakan dengan fidin dan sengaja minuman yang dipegangnya tumpah dibaju fidin.


"Sorry sorry gue nggak sengaja, baju lo jadi basah" Kaget Yola.


"Nggak papa, nanti gue bersihin."

__ADS_1


"Sorry banget ya, gue bener-bener nggak sengaja."


"Nggak masalah, gue pergi dulu" Berjalan pergi meninggalkan Yola.


__ADS_2