
"Ma, Shena itu cewek baik-baik. Shena nggak seperti apa yang mama kira, kenapa mama jadi kayak gini sih?"
"Semua udah jelas sayang, Shena itu bukan wanita yang baik."
Berat Garil menghelakan nafas dan segera pergi dengan sedikit kesal, teriak Mama Ika memanggilnya.
"Kenapa kamu nggak mau dengerin Mama, sayang."
Didalam mobil, teringat Garil dengan ucapan mamanya yang membuatnya kecewa. Ia sudah mengira sebelumnya kalau masalah ini akan berdampak pada hubungannya.
"Kenapa harus kayak gini sih!"
Berjalan Chika dengan wajah lesunya masuk kedalam kampus, Yola yang melihatnya sendiri langsung menghampiri dan menanyakan bagaimana keadaan Shena.
"Ya, kayak gitu lah. Dia masih ngitung diri didalem kamar."
"Kasian ya Shena, tega banget Fidin udah ngancurin hidup dia. Pasti Shena tertekan banget" ucap Yola pura-pura perduli.
Berat Chika menghelakan nafas sambil mengangguk, buang muka Yola menyembunyikan senyum bahagianya dan berjalan masuk keruangan.
__ADS_1
...
Malam hari, pulang Mama Ika berjalan keluar dari resto selesai meating dengan kliennya. Tak sengaja Yola yang masuk kedalam resto menabrak Mama Ika, kagetnya meminta maaf mengatakan kalau ia tak sengaja.
"Yola?" lirik Mama Ika.
"Eh, tante. Maaf ya tan, nggak sengaja."
"Iya udah nggak papa."
Tak lama disusul Mama Rita yang menghampiri Yola, dimana Mama Rita dan Yola selesai belanja dan memutuskan makan diresto itu. Kerut alis Mama Rita, menatap Mama Ika seolah ia pernah bertemu sambil mengingat.
"Ika ya?"
Bingung Yola mengerutkan kening, dan bertanya pada mamanya apakah ia mengenal Tante Ika. Sahut mama Rita dengan wajah senangnya mengatakan kalau Ika ini adalah sahabatnya dari ia kecil sampai SMA, namun karena nenek Yola (orang tua mama Rita) saat itu harus pindah keluar kota dan membuat mereka tidak pernah bertemu lagi sejak saat itu.
Mama Rita mengajak Ika untuk duduk dulu sembari berbincang melepas rindu mereka. Tanya Mama Rita pada Ika kenapa saat itu ia tidak bisa dihubungi lagi, singkat Mama Ika mengatakan kalau saat itu keluarganya sedang diterpa faktor ekonomi.
"Kenapa kamu nggak bilang sama aku sih ka, kayak siapa aja deh!" kesal Mama Rita.
__ADS_1
Mama Ika lalu mengatakan kalau ia malu jika harus menceritakan masalah itu pada sahabatnya.
"Kamu nih ya, kayak siapa aja deh!"
"Yaudah lah Rit, lupain aja. Gue masih nggak nyangka loh, bisa ketemu sama kamu lagi. Oh iya, Yola ini?"
"Yola ini anak aku. Kalian udah saling kenal ya?"
Sahut Yola menjawab kalau Tante Ika ini adalah orang tua temannya, "Aku nggak tau lo, kalo Mama sama Tante Ika ternyata sahabat" senangnya.
"Iya loh, padahal anak kamu sama anak aku udah temenan dari SMA. Bener-bener nggak nyangka aku, ternyata Yola ini anak kamu."
Tawa lepas mereka begitu senang, "Anak kamu cowok?" tanya Mama Rita.
Angguk lirih Ika mengiyakan, batin Yola tersenyum senang kalau ini akan semakin memudahkan rencananya untuk lebih dekat dengan Garil.
"Garis takdir lo emang bagus Yol," Batinnya.
Senyum-senyum Yola didalam mobil seperti mengingat sesuatu hal yang membuatnya bahagia, heran Mama Rita bertanya pada Yola kenapa ia tersenyum seperti mendapatkan sesuatu. Geleng Yola menjawab kalau ia hanya senang saja melihat mamanya bisa bertemu sahabat dekatnya.
__ADS_1
"Ternyata bumi ini memang sempit ya Ma?" senyum tipis Yola dengan tatapan penuh arti.
Next👇.