
3 hari berlalu, dimana kondisi garil yang sudah membaik dan terlihat begitu fresh. Bangkit dari tempat tidur, membuka jendela kamar menikmati angin pagi sambil merentang-rentangkan tangan seperti berolahraga.
Setiap tarikan nafas garil yang diiringi dengan senyum, "Hah, pegel banget badan gue beberapa hari cuman dikasur. Olahraga enak kali ya, ajakin shena lari pagi ah."
Berjalan mengambil ponselnya diatas kasur mencoba melakukan video call pada shena, ponsel shena yang terus berdering namun tidak ada jawaban dari shena.
"Masih tidur kali ya dia. Coba deh sekali lagi."
Karena deringan ponsel yang berada didekat telinganya, shena pun terbangun sayu dan lemas.
"Siapa sih, pagi-pagi gini."
Mengambil ponsel sedikit mengintip, saat melihat nama garil, tersenyum tipis lalu segera mengangkat.
Mengelap wajahnya dengan tangan, "Heh, seger banget. Udah sembuh ni ya."
Sahut garil dengan semangat, "Udah dong, terus kenapa kamu lemes-lemes gitu. Mending buruan bangun terus mandi, terus kita lari pagi."
Belum sempat shena menjawab, tiba-tiba pintu kamar garil dibuka diiringi teriakan exel yang datang dengan semangatnya.
"Garil!."
Kaget garil dan spontan langsung berbalik badan, begitu juga dengan shena membuka sedikit lebar mata.
"Eh, lagi video call nih ceritanya. Ganggu ya gue."
"Ganggu banget, lagian lo ngpain sih dateng-dateng teriak-teriak gitu. Ngagetin aja."
"Hhha, sorry sorry. Gue tu seneng aja, tadi gue nanyain kabar lo ke mama lo. Dan katanya lo udah baikan, makannya gue langsung otw kesini" Terduduk exel dikasur.
__ADS_1
Garil kembali fokus pada shena, "Yaudah buruan mandi, nanti gue kabarin lagi ya. Gue mau ngurusin tuyul gue yang satu itu."
Tawa lirih shena, "Hha, iya iya. Bai.."
"Siapa yang lo bilang tuyul?" Tanya exel.
"Pagi banget sih lo kesini, gue aja belom mandi" Berjalan menuju lemari pakaian.
"La kan gue udah bilang, kalo gue kangen sama lo" Candaan exel.
"Terserah deh, gue mau mandi dulu."
Beberapa menit kemudian garil keluar dari kamar mandi dan melihat exel yang sudah tidak ada di kamarnya.
"Kemana lagi tu anak?, udah nggak ada."
Berjalan menuju cermin sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk, dengan rambut yang basah memainkan rambut dan membuatnya begitu menggairah.
"Duhh, laper banget perut gue."
Tiba di ruang makan, garil melihat exel yang sudah duduk dan makan terlebih dahulu bersama orang tuanya.
"Hey sayang, sini makan dulu" Sapa mama ika.
"Iya mah. Udah disini aja lo, gue kira tadi lo kemana."
Berjalan menghampiri exel lalu mengambil 1 buah pisang dimeja untuk dimakannya.
"Laper gue," Kata exel.
__ADS_1
Lanjutnya, "Makan makan, nggak usah malu-malu."
Lirik garil sedikit sinis dengan senyum mengejek, "Lah orang rumah gue, kenapa gue harus malu."
Senyum humor exel.
"Mana papa ma?" Tanya garil pada mamanya.
"Papa tadi ada kerjaan mendadak, jadi udah berangkat ke kantor."
Senyum terpaksa garil, "Heh, pagi-pagi gini."
Mamanya yang sadar kalau garil yang menyinggung, mama ika pun mengalihkan pembicaraan.
"Oh iya, shena kok nggak kesini lagi ya sayang. Ajak kesini dong, mama kangen banget."
"Emang tante udah ketemu sama shena?" Ucap exel.
Jawab senang mama ika, "Udah, 3 hari yang lalu dia kesini. Anaknya baik, lucu lagi."
"Kebetulan tan, tadi katanya dia mau kerumah shena. Mau ajak jalan-jalan katanya."
"Yaudah, kalo gitu nanti ajak kesini."
"Kalo sempet ma. Yaudah aku pergi dulu ma, dah" Makan tergesa dan bergegas pergi.
"Gue ril," Teriak exel dengan mulut penuh dengan makanan.
"Udah, lo kan bawak mobil. Jadi nyusul aja" Balas garil sambil berjalan.
__ADS_1
Sahut mama ika, "Udah biarin, kamu makan dulu aja."
Senyum exel mengangguk.