
Selesai lari pagi, Shena segera masuk kedalam rumah dengan wajah yang lelah dan keringat yang menetes.
"Huh, capek juga" mengelap keringat dengan handuk.
"Udah pulang mbak?" tanya pembantu Chika.
"Iya bik, aku naik keatas dulu ya bik. Mau nyegerin badan," senyum Shena.
"Iya mbak."
Melihat Chika yang tidak ada dikamarnya, Shena bertanya lirih pada dirinya.
"Mana Chika?."
"Ah, udahlah. Paling juga keluar sama Exel," Lanjutnya berjalan masuk ke kamar mandi.
Surr..
Suara percikan air yang terdengar saat shena mandi. Keluar kamar mandi dengan wajah dan badan yang segar.
"Hah.. seger banget."
Berjalan kearah cermin mengambil hairdryer didalam laci, Mengeringkan rambut sambil bernyanyi lirih.
Terlihat dari cermin beberapa kardus yang belum sempat dibereskannya, berbalik badan menoleh kearah kardus itu dengan senyum tipis.
__ADS_1
"Beresin kardus deh nanti (lirihnya kembali bercermin). Udah lama buku-buku gue nggak bernafas lega."
Setelah rambutnya kering, Shena pun segera membereskan kardus-kardus yang berisi buku-buku miliknya. Membuka satu-persatu kardus, dan menyusun buku-buku itu.
Kardus yang ke-3 pun selesai, dan tinggal menyusun 1 kardus buku lagi. Mengambil beberapa buku, saat melihatnya Shena pun sedikit bingung karena buku-buku itu bukanlah miliknya. Santai Shena yang mengira kalau itu adalah buku milik alm. mamanya yang tidak sengaja dibawanya saat pergi dari rumah.
"Ternyata, Mama dulu juga suka baca-baca novel remaja kayak gini " senyum Shena menghelakan nafas.
Tanpa berpikir panjang Shena pun segera menyusun buku milik mamanya itu. Tinggal beberapa buku lagi, tidak sengaja Shena menemukan sebuah kalung dengan liontin cinta.
Dengan senyum Shena memandang liontin itu, "Apa ini juga punya Mama ya?."
Melupakan buku-bukunya dan beranjak duduk diatas kasur, memandang heran liontin itu yang terdapat kata dengan ukiran "VL 2000".
Karena penasaran Shena pun membuka liontin itu, dimana ia melihat terdapat foto bayi perempuan yang berusia sekitar 1 tahun.
Tawa lirih Shena, "Apa ini foto gue ya?."
Senyum senang Shena memandang foto yang ia fikir itu adalah fotonya karena sampai ia beranjak dewasa tak pernah sekalipun ia melihat foto masa kecilnya, lalu Shena pun beranggapan bahwa tahun di liontin itu adalah tahun dimana orang tuanya membelikan liontin tepat di tahun kelahirannya. Dengan wajah bahagianya langsung memakai kalung itu.
"Kayaknya emang gue deh, mukanya aja mirip (sambil berkaca). Indah banget sih."
...
Sore hari, Chika pun pulang memanggil lirih Shena sambil membuka pintu kamar.
__ADS_1
"Shena.. gue pulang."
Melihat Shena yang tertidur pulas dengan arah yang sembarang.
"Yee.. malah tidur ni anak. Ikut tidur juga ah kalo gitu," tanpa berlama-lama Chikapun langsung berbaring disamping Shena.
1 jam kemudian Shena yang masih tertidur menggerakkan badannya, dan tanpa sadar tangannya jatuh tepat diatas wajah Chika.
Chika yang merasakan tamparan sedikit keras pun merasa risih dan terbangun.
"Aduhh.. Sen (menyingkirkan tangan Shena), tangan lo kena muka gue" kesal Chika.
"Eh udah pulang lo," kata Shena dengan nada lemas.
Shenapun mengusap wajah menghelakan nafas dan mengumpulkan kekuatan setelah bangun tidur.
"Cuci muka dulu ah."
"Buruan, gue mau mandi" teriak lemas Chika.
Mencuci wajah dan menatap cermin beberapa detik kalau mengambil handuk yang ada disebelahnya.
"Huh," Berjalan keluar kamar mandi.
***
__ADS_1