
Masih di lanjutan episode sebelumnya ya guys.
Jangan lupa juga tinggalkan jejak kalian juga setelah selesai membaca👌.
Shena berjalan dengan wajah sumringah membuka pintu kamar yang mana Chika sudah pulang lebih dulu. Chika melihat Shena dengan pakaiannya yang basah langsung bertanya padanya kenapa ia pulang selarut ini.
Lanjut Chika menggoda, "Eh eh apa ini, tumben lo pulang-pulang senyum-senyum gitu. Seneng banget keliatannya."
Malu-malu Shena "Ya, nggak papa. Emang nggak boleh apa."
"Ya nggak gitu, nggak biasanya aja. Lagi dapet kejutan apa sih, kalo lagi bahagia cerita-cerita dong" goda Chika.
"Dah ah gue mau ganti baju dulu" malu-malu Shena.
Lirih Chika menatap heran, "Kenapa sih tu anak, pulang-pulang jadi kayak gitu. Tapi baguslah, seneng gue bisa liat dia kayak gitu lagi."
di dalam kamar mandi, berdiri Shena di depan cermin mengingat momennya tadi bersama Garil dengan wajah yang begitu senang sambil memainkan tangan.
Tersadar dengan malu bicara pada diri sendiri, "Ihh kenapa sih gue (menampar pelan wajah). Oke Sen, biasa aja yah jangan lebay deh. Dah ah, orang mau ganti baju juga."
Berjalan Exel dengan segelas kopi yang ia bawa dan terduduk di atas kasur sambil memainkan ponsel, tak lama Garilpun pulang.
"Lo naik mobil, tapi bisa basah kayak gini. Emang mobil lo bocor, ha?"
__ADS_1
"Nggak perlu tau deh lo."
"Dasar ni anak."
Garil segera masuk WC untuk mengganti bajunya, beberapa menit ia keluar sambil mengeringkan rambut dengan handuk menatap cermin tersenyum tipis. Tanya Exel pada Garil apakah malamnya ini begitu membahagiakan, berjalan Garil menghampiri Exel dan meminum kopi milih Exel.
"Sangat-sangat bahagia.."
Exel mengambil kembali kopinya, "Seneng sih seneng, tapi kopi kopi gue ini."
Keluar Shena dari kamar mandi lalu berbaring di atas kasur.
Chika menggoda, "Coba mana nih wajah bahagianya, gue mau liat (memegang pipi Shena)."
"Cerita dong, gue juga pengen tau kali."
"Jujur, malam ini tu gue ngerasa beban gue, rasa sedih gue tu ilang seketika. Kayak, gue tu bener-bener hidup di dunia yang gue pengen. Dan sekarang gue bakal jadi shena yang dulu, yang kuat dan nggak lemah. Ah udahlah, pokonya ini tu nggak bisa diungkapkan dengan kata-kata. Dan gue juga makasih banget sama lo Cik, karena lo udah jadi sahabat gue yang selalu ada buat gue dan sellau ngertiin gue.
Lirih Chika dengan senang, "Jujur, gue nggak tau apa hal yang bisa merubah lo hanya dalam satu malam. Yang pasti gue ikut seneng, bahkan seneng banget bisa liat lo senyum lepas kayak gini dan lo bisa balik lagi ke diri lo yang dulu. I'm so happy" saling memeluk erat.
Shena membuka whatsapp dan melihat story Garil yang mengunggah foto mereka dengan emoticon love, membuatnya tersenyum senang dengan menutup wajah dengan bantal.
"Apa ini?" balas Shena dengan senyum
__ADS_1
"Love" kata Garil.
"Apa sih, nggak jelas deh" salah tingkah.
Kerut alis Chika bingung dan sedikit kesal karena Shena tertawa sambil menendang-nendang kakinya.
"Ihh Sen. Seneng sih seneng, tapi kaki gue jangan di tendang juga. Sakit tau.."
"Hhe, sorry Cik. Nggak sengaja."
Kerut bibir Chika dengan bete. Chika membuka instagram dan tidak sengaja melihat beberapa foto mesra Shena bersama garil dan foto tangan saling berpegangan yang baru saja diunggah Garil dengan caption "My one". Melihat itu Chika terkejut dan menggoda Shena, memperlihatkan foto itu pada Shena ternyata itu yang membuatnya begitu bahagia.
Malu-malu Shena melihat sedikit terkejut dan berkata pada Chika kalau mereka hanya ingin mengabadikan momen saja dan tidak lebih.
Rayu chika, "Kalau mau lebih juga nggak papa kali Sen, justru gue seneng dan dukung lo banget."
Shena memalingkan pandangannya dengan salting sambil berkata kalau dia tidak ada apa-apa dengan Garil.
Chika mencolek Shena, "Yee.. nggak ada apa-apa kok salting gitu."
Shena yang semakin malu langsung mengalihkan pembicaraan dan mengatakan kalau dia capek dan ingin segera tidur, Chika masih menggoda Shena sambil mencolek-coleknya dan mengejek.
***
__ADS_1