BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Datang ke pernikahan


__ADS_3

Malam hari tiba, dimana acara pernikahan itu di langsungkan di taman rumah Garil dan beberapa tamu orang tuanya. Terduduk Yola menghadap cermin dengan gaun pengantin yang menghiasi tubuhnya. Senyum liciknya merasa sangat bahagia karena sebentar lagi ia akan menikah dengan Garil.


Klukk..


Pintu kamar terbuka, yang mana itu adalah Mama Ika dan Mama Rita yang menghampirinya. Mereka memuji kecantikan Yola yang begitu anggun dengan balutan gaun pengantin putih. Sipu malu Yola mengucapkan terimakasih.


"Pastinya Yola juga nggak mau buat malu Tante. Iya kan, Mah?"


"Iya, sayang" sahut Mama Rita.


Tak lama Mama Ika pamit untuk turun duluan dan akan menunggunya di bawah, Angguk Yola. Lirik Yola memastikan kalau Mama Ika sudah benar-benar keluar, kemudian ia memeluk senang mamanya dan mengucapkan terimakasih karena sudah membantunya.


"Sebentar lagi, Yola akan dapetin apa yang Yola mau. Makasih ya ma, kalau bukan karena Mama. Pasti Yola nggak bisa menikah sama Garil."


Elus lembut Mama Rita yang sangat memanjakan anaknya itu, ia juga mengatakan kalau akan melakukan apapun untuk kebahagian Yola.


Terdiam Shena duduk di atas kasur dengan penampilan dan pakaian yang sudah rapi untuk menghadiri acara pernikahan Garil. Perlahan Chika ikut duduk disamping Shena dan bertanya apakah ia akan tetap mau menghadiri acara pernikahan Garil, Chika juga memberi saran pada Shena kalau ia mau ia masih bisa membatalkan niatnya itu.

__ADS_1


Senyum tipis mengatakan kalau ia akan tetap menghadiri acara itu, karena ia juga sudah janji pada Garil.


"Lo yakin, Sen?. Lo nggak papa?"


Terdiam Shena sejenak, kemudian mengajak Chika untuk segera berangkat. Tergesa Chika mengambil tas lalu menyusul Shena.


"Sen, tungguin!"


Saat membuka pintu, kaget Shena melihat Fidin yang sudah ada di depan rumahnya. Ia langsung melempar pertanyaan, apa yang membuatnya datang ke rumahnya. Tak lama Chika datang, dengan senyum serba salah ia menjawab kalau mereka akan berangkat bersama ke pernikahan Garil.


"Ya-ya, kita kan ada di rumah lo dan nggak bawa mobil. Tadi, aku minta jemput Exel. Tapi dianya sibuk. Jadi aku ajakin Fidin, kan satu tujuan" lanjutnya.


"Ya-ya nggak papa lah, Sen. Kan udah terlanjur juga, dianya udah di sini. Berangkat bareng dia aja lah, yuk" tarik Chika.


Shena yang tak ingin berdebat, menerima ajakan Chika dan segera masuk ke mobil Fidin.


Disisi lain, ayah Shena tiba-tiba menelfon Yola dan meminta bayarannya yang kurang. Cemas Yola menoleh-noleh, memastikan tidak ada orang yang melihat dan mendengar perbincangannya.

__ADS_1


"Suruh nyulik satu orang aja nggak becus. Tapi mau minta bayaran mau lebih!" bisik Yola bicara dengan kesal.


Ayah Shena pun mencoba mengancam Yola dengan mengatakan kalau ia akan datang ke tempat pernikahannya, jika ia tak memberikan uang itu sekarang.


"Jangan macem-macem!. Oke, gue bakal transfer uang itu. Tapi jangan ganggu gue lagi!" segera Yola mematikan telfonnya.


"Orang tua sama anak sama aja!. Selalu bikin susah hidup orang!"


Tiba-tiba Mama Ika masuk untuk mengambil ponsel yang tak sengaja tertinggal dan membuat Yola sangat terkejut dengan kehadirannya, ia takut kalau Mama Ika mendengarkan perbincangannya.


"Hehe, kami kenapa sayang. Kenapa muka kamu tegang gitu?"


"E-e-nggak kok, Tan. Yola cuma kaget aja, tante dateng tiba-tiba. Ta-tante, baru dateng?"


"Hehe, ya baru. Tante cuma mau ambil ponsel Tante yang ketinggalan. Kamu nggak papa kan?"


"I-iya, Tan. Nggak papa kok."

__ADS_1


Segera Mama Ika mengambil ponsel dan keluar sambil menyuruh Yola untuk segera turun, angguk Yola dengan nafas leganya.


***


__ADS_2