BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Kucing nakal!


__ADS_3

"Tunggu dulu," Lirih shena sambil berlari kecil menuju mobil.


"Mau ngapain sih?."


"Bentar!."


Fidin menatap kucingnya dengan tatapan sinis dan marah, "Nyusahin aja deh jadi kucing, besok-besok kalo lo nakal gue buang. Ngerti!."


Sambil berjalan kerah fidin dengan kotak obat ditangannya, senyum tipis mendengarkan ocehan fidin pada kucingnya.


"Mau ngapain lo?."


Sahut shena, "Gue mau tanggung jawab, karena gue nabrak lo jadi biar gue obati."


"Udah nggak usah nggak papa.".


"Udah diem, sini tangan lo." Kata shena.


Kucing itupun mencoba kabur dan dengan sigap fidin memegang tali yang ada dilehernya.


"Eh, mau kabur lagi lo ya. Diem, kalo kabur lagi gue iket lo dipohon."


Shena hanya tersenyum melihat kedekatan fidin pada peliharaannya.


"Ternyata lo tu pencinta kucing banget ya?."


Terus fidin, "Sebenernya nggak cinta sih karena dia ngeselin, tapi suka aja liat tingkah dia."


"Dah selesai."


Lanjut shena, "Yaudah, rumah lo dimana?. Biar gue anter."


"Nggak nggak perlu."

__ADS_1


Sedikit paksaan shena dengan mengatakan kalau ia akan mengantarnya, dengan humor menunjuk kearah sebuah rumah didepannya.


"Ini rumah gue."


Senyum malu shena, "Oh ini rumah lo."


"Hmm," Angguk fidin.


"Yaudah sini biar gue bantu."


"Udah nggak usah, gue bisa sendiri kok. Lagian tulang badan gue nggak patah, yaudah gue pergi dulu," Kata fidin sambil menggendong kucingnya.


Bicara lirih shena ngedumel, "Angkuh banget. Orang dibantuin nggak mau, yaudah terserah deh. Yang penting gue mau tanggung jawab (ngedumel sambil jalan masuk kedalam mobil)."


...


Tiba dirumah, ia pun segera masuk kedalam kamar melihat chika yang sudah pulang duluan dan tertidur.


Klung klung..


Ponsel shena berbunyi dimana chating dari garil yang menanyakan keadaannya apakan sudah sampai atau belum.


Menaruh tasnya sembarang diatas kasur sambil membalas chat dari garil.


"Udah kok, tenang aja. Aman (emoticon senyum manis)."


Garil sedikit tidak percaya dan meminta shena mengirimkan fotonya kalau ia sudah pulang dan baik-baik saja.


Selfi shena dengan sedikit senyum, "Tu, udah kan. Nggak percaya banget sih."


"Bukan nggak percaya, cuman takut kamu kenapa-napa aja."


Balas shena, "Iya deh percaya."

__ADS_1


Shenapun berjalan untuk mengambil air minum diatas meja, melihat air minum yang sudah habis ia pun keluar menuju dapur.


"Habis," Ucapnya.


Sampai didapur langsung membuka kulkas untuk mencari minuman dingin, "Minum yang dingin dingin enak kali ya."


Dari belakang tiba-tiba ada yang memegang pundaknya, spontan shenapun menoleh.


Dug..


Kaget shena melihat bik Nena (pembantu chika).


"Eh bibik, saya kira siapa."


Tawa lirih pembantu chika, "Hhe maaf mbak, kaget ya."


"Iya bik, tadi saya kira siapa. Ini saya lagi cari minuman dingin, haus banget soalnya. Lah bibik belum tidur?."


"Belum mbak, bibik juga haus. Makannya bibik kesini," Saling tertawa lirih.


"Yaudah bik, shena kekamar dulu ya (bik Nena mengangguk)." Berjalan dengan minuman dingin ditangan.


Beberapa langkah berjalan shenapun berbalik badan, "Oh iya bik, chika udah daritadi ya pulangnya?."


"Nggak sih mbak, baru juga pulang."


"Oh yaudah bik (berjalan pergi), tumben udah tidur dia." Lirihnya.


Didalam kamar, menaruh pelan minumannya diatas meja dan mengambil buku yang ada di rak buku.


"Udah lama nggak baca buku."


Duduk dikursi membaca setiap lembar buku yang ada dihadapannya.

__ADS_1


__ADS_2