BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Rumahnya


__ADS_3

Sampai dirumah langsung masuk kedalam kamar dengan wajah lemas manaruh tas sembarang dan bukunya disusul chika berjalan santai dibelakang. Terduduk chika disamping shena, menaruh tas langsung berbaring menyilangkan tangan untuk alas kepala.


"Kenapa sih sen?." Lembutnya tersenyum tipis.


"Capek gue." Menyusul berbaring sambil menutup mata.


Chika menggoda, "Jangan lama-lama tidurnya. Inget, nanti kan mau kerumah garil."


"Apaan sih, lo aja deh yang ngambil itu buku."


"Yah.. kalo gue sih di mau-mau aja ngambil, bahkan dengan senang hati. Tapi emangnya dia mau ngasih."


"Paksa lah." Nada lemas shena.


"Hhe, gue bukan pawangnya." Lirih chika.


"Pawang hujan kali. Dahlah diem, gue mau tidur ngantuk." Sekejap shena langsung tertidur.


...


Hari mulai perang, shena terbangun mengusap mata dan wajahnya perlahan melihat jam.


"Mandi dulu deh. Duhh, ngantuk banget. Masih tidur dia (menoleh chika)."


Sekejap terduduk dengan mata yang masih tertutup, bangkit dan segera berjalan lesu menuju kamar mandi.


Cik cik, pyuk pyuk..


Suara air yang berbunyi saat shena mandi, keluar dari kamar mandi dengan wajah yang terlihat segar. Berjalan menuju meja belajar terduduk, membuka laptop dan buku yang dan diatas meja.


"Mending gue ngerjain tugas dulu aja deh."


Tik tik tik..

__ADS_1


Ketikan tangan shena yang bersentuhan dengan tombol laptop, menit demi menit berlalu. Beberapa bab sudah ia lewati, dan tiba-tiba ia teringat sebagian tugasnya berada pada buku yang dibawa garil sambil mencari bukunya ditumpukkan buku yang ada diatas meja.


"Oh iya, buku gue kan di ambil garil tadi (menutup buku dan menyandarkan badan dikursi). Ah elah, resek banget tu anak."


Klung klung klung..


Notif dari ponsel shena yang beberapa kali berbunyi, lirihnya sedikit mengeluh menaruh buku yang ia pegang diatas meja berjalan mengambil ponsel dikasur.


"Siapa sih!."


Melihat notif dari garil yang memberikan lokasi rumahnya dan beberapa chating.


"Jangan lupa ya malam ini jam 8 gue tunggu."


"Apa mau gue jemput?." Memberi emoticon senyum manis.


Kerutan alis shena dengan wajah bete kembali duduk dikursi membalas chating garil.


"Nggak!. Nggak perlu gue bisa sendiri sih."


"Apaan sih." Teriak lirih shena.


Chika membuka mata sayu sambil mengusap, menoleh shena.


"Apaan sih sen (suara lemas tidak jelas)."


Shena berbalik, "Eh sorry cik. Nggak, ini gue lagi ngerjain tugas. Berisik ya?."


"Nggak.. nggak papa, jam berapa sih (lirih membuka mata menguap). Emmh, jam lima.."


"Udah mandi ya lo, jadi kerumah garil apa?."


"Nggak tau ah." Sahut shena.

__ADS_1


...


Jam yang sudah menunjukkan pukul 19:45 WIB.


"Buruan siap-siap gih. Katanya mau kerumah garil (goda chika bermain ponsel)."


Berjalan mengambil didalam lemari pakaian, "Demi buku aja ini."


"Demi garil juga nggak papa." Lirih chika.


Selesai mengganti pakaian dengan pakaian elegan, chika menawarkan diri pada shena apakah ia memerlukan bantuan untuk menemaninya.


"Nggak lah, gue bisa sendiri cuma ngambil buku doang kan."


Membuka lemari pakaian dan mengambil kemeja milik garil untuk ia kembalikan.


"Sekalian balikin kemeja dia. Yaudah deh, gue berangkat dulu ya."


"Ehh sen tunggu." Chika mencoba menghentikan shena.


"Udah nanti aja." Keluar dengan bergegas.


Klukk..


Baru beberapa detik shena kembali.


"Kenapa balik?."


Senyum garing shena dengan kepala mengintip dari pintu, "Hhe, kunci mobil ketinggalan."


"Makannya gue manggil lo, mau bilang kalo kunci lo ketinggalan (mengambilkan kunci mobil shena di atas kasur). Nih, mentang-mentang ada yang mau ketemu keluarga si hem aja sampek dilupain."


"Sembarangan." Berjalan pergi tanpa menutup pintu.

__ADS_1


"Baik-baik ya (teriak lirih). Nggak ditutup lagi pintunya, emang dasar ya tu anak." Sekejap bangkit menutup pintu.


Next👇.


__ADS_2