
Masih lanjutan episode diatas ya👍.
Silahkan baca dan jangan lupa tinggalin jejak kalian, oke👌😁.
Sore harinya, Garil keluar dari kamar mandi dengan badan dan rambut yang basah sambil mengeringkan dengan handuk. Dengan senyum berjalan menuju meja mengambil ponsel memberi pesan pada Shena dengan senyum tipis.
"Jangan lupa nanti malam, gue jemput jam 8" ujar Garil.
Lirih Exel bertanya pada Garil apakah dia jadi pergi diner malam ini, sahut mengiyakan ucapan Exel. Kerut bibir Exel berkata pada Garil apakah dia tidak akan mengajaknya, dengan tegas Garil mengatakan tidak.
"Bisa-bisa rusuh nanti."
Klung..
Ponsel Shena berbunyi, Shena yang sedang membaca buku diatas kasur langsung mengambil ponsel.
"Siapa sih."
Dengan wajah yang terlihat lelah dan mata sayup membaca pesan, yang ternyata itu notif dari Garil.
Lirih Shena dengan muka bete, "Ihh resek banget sih."
__ADS_1
Shena hanya meread chat Garil dan kembali melanjutkan membacanya, Garil melihat dengan tersenyum sambil berjalan dan berbaring ditempat tidur. Exelpun menanyakan apakah Shena meread chatnya dengan senyum mengejek.
Balas Garil pada Exel, "Tau dari mana lo."
"Ya tau lah, kan Shena emang gitu. Apalagi sama lo, kalaupun chat lo dibales ya paling dia cuma gabut aja."
"Sok tau, dasar mulut cewek. Chat nggak dibales bukan berati dia nggak suka."
Seru Exel, "Terus.."
Garil sedikit melawak, "Memang nggak ada rasa."
Chika membuka pintu dengan membawa beberapa makanan ditangannya, memanggil lirih Shena dengan menunjukkan makanan yang ia bawa. Shena menatap senang dan bertanya untuk apa dia membawa makanan sebanyak itu, Chika mengatakan kalau itu untuk stok makan malamnya nanti.
Lanjut Chika, "Secara lo kan nggak mau ngajak gue."
Shena memasang muka datar, "Ya kalo lo mau ikut, ya tinggal ikut aja. Kalo mau ya lo juga bisa gantiin gue dan pergi makan malam berdua bareng Garil, Gue males banget ."
Terduduk Chika meletakan makanan yang ia bawa dikasur dan berkata kalau dia tidak mau mengganggu makan malam romantisnya. Shena menatap dengan menaikan sebelah bibir kalau dia hanya mau membuktikan pada Garil kalau dia tidak punya sikap jealous apalagi pada Garil dan tidak ada yang namanya makan malam romantis.
Chika memasang wajah tidak percaya, "Masak sih, jangan gitu ntar kepincut baru tau rasa lo."
__ADS_1
Shena sedikit salah tingkah, "Sembarangan lo."
Chika tertawa lepas meminta maaf dan menyuruh Shena segara memakan makanan yang dibelikannya, basa-basi mereka bicara dengan asik.
Malampun tiba dimana jam sudah menunjukkan pukul 19:00 WIB, Shena masih terfokus dengan buku-bukunya. Tegur Chika pada Shena menyuruhnya untuk beristirahat karena sudah berjam-jam dia membaca buku dan mengatakan apakah dia tidak mau bersiap-siap untuk pergi diner.
Lirih Shena dengan suara datar dan mata yang fokus pada buku, "Nanti, baru juga jam tujuh."
1 jam kemudian.
Tin tin..
Garil membunyikan klakson mobil didepan rumah Shena dan keluar dari mobil mengetuk pintu. Teriak Shena menyuruh Garil untuk menunggu sebentar, beberapa menit menunggu Shena membuka pintu. Garil berniat menyapa Shena namun terpukau dengan penampilan Shena dan membuatnya melongo tak berkedip. Gugup Shena saat Garil menatapnya dengan tajam, ia pun segera mengajak Garil segera berangkat. Beberapa kali memanggil, Garil tetap tidak menjawab. Senggol lirih Shena, membuat Garil berkedip terkejut.
Shena bertanya pada Garil ada apa dengannya, dengan tatapan yang kagum Garil memuji penampilan Shena yang begitu sempurna dan cantik lalu mengajaknya segera masuk kedalam mobil dan membukakan pintu. Lirih Shena dengan senyum manis mengucapkan terimakasih.
Tiba di restoran, dengan romantisnya Garil menarikan kursi untuk Shena. Beberapa saat mereka menghabiskan waktu, tiba-tiba di tempat yang sama ada ayah Shena. Tapa banyak basa-basi, sang ayah langsung menariknya dengan keras dan memaksanya untuk ikut bersamanya. Teriak Shena menolak tidak mau, Garil yang melihat itu langsung menolong Shena dan keributan pun terjadi di tempat.
Salah seorang petugas datang, Garil meminta petugas untuk mengamankan laki-laki itu dan membawanya ke pihak yang berwajib. Syok Shena saat kejadian yang sama terulang lagi, dengan erat Garil memeluk Shena dan mengajaknya untuk pulang.
***
__ADS_1