BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Ungkit


__ADS_3

2 hari berlalu, meski keadaan Sevi telah dinyatakan membaik dari sebelumnya, namun Sevi masih berbaring tak sadarkan diri. Terus Mami Dena dengan tabahnya berada disamping Sevi dan tak ingin meninggalkannya sekejap pun.


Pagi hari, datang Papa Glen dengan pakaian kantornya yang sudah rapi untuk melihat anaknya sebelum ia pergi. Dengan tatapan tulusnya sekaligus sedih melihat Sevi yang berbaring tak sadarkan diri, serta istrinya yang tertidur kelelahan diatas kursi sembari berpaku pada tangan anaknya itu.


"Kasian Mama" lirih Papa Glen berjalan mendekat.


Tulusnya mengelus kepala sang anak sembari berpamit, "Sayang, kamu cepet sembuh ya, cepet sadar. Papa, Mama kangen banget sama kamu. Papa sayang banget sama kamu" mata berkaca-kaca.


Ssstt..


Terbangun Mami Dena dengan mata seyunya.


"Papa. Papa udah mau berangkat ngantor ya?. Maaf ya Pah, Mami ketiduran."


"Nggak papa Mih, Mami kelihatan capek. Mami istirahat ya, Papi berangkat dulu."


"Papi sudah sarapan?"


"Nanti Papi sarapan dikantor Mih, tadi Papi juga bangun kesiangan. Jadi nggak sempet kalau mau sarapan dirumah. Yaudah, Papi berangkat ya."

__ADS_1


"Hati-hati Papi."


Angguk Papi Glen dengan senyum tipis mengusap kepala Sevi dan pundak istirinya lalu segera pergi.


Klukk..


Tak berselang lama Garil datang, dengan sapa hangat yang ia berikan.


"Garil, kamu kesini?. Ayo masuk."


Senyum tipis Garil, "Iya Tan."


"Davin bilang tadi dia lagi ada meating Tan, jadi nggak sempet mau kesini. Davin tadi minta tolong saya untuk anter makanan ini buat Tante, ini Tan" menjulurkan tangan.


"Kenapa repot-repot, makasih lo ya. Tante jadi nggak enak sama kamu."


"Nggak papa Tan, sekalian Garil mau liat Sevi."


Bincang-bincang Garil dan Mami Dena mengenai keadaan Sevi. Harapan Garil bisa melihat Sevi kembali sembuh seperti semula. Jujur Garil dalam hatinya merasa sedih jika melihat Sevi terbaring seperti itu.

__ADS_1


Sahut Mami Dena meminta maaf pada Garil, karena kejadian Sevi kala itu membuat pernikahan Garil dan Yola menjadi tertunda.


"Nggak papa Tan, Garil juga nggak mungkin melangsungkan pernikahan sementara keadaannya masih kayak gini."


"Tapi Garil, keadaan Sevi kayak gini juga bukan tanggung jawab kamu. Kalau Tante boleh saranin, lebih baik kamu lanjutin acara pernikahan kamu yang tertunda kemarin. Kasian Yola, pasti dia sedih banget" lembut Mami Dena.


Hening sejenak Garil dengan tatapan kosongnya memberanikan diri dengan melemparkan sebuah pertanyaan pada Mami Dena yang membuatnya terkejut. Yang mana Garil menanyakan soal identitas Sevi yang sebenarnya.


"Sevi bukan anak kandung Tante?"


"A-apa maksud kamu Garil?. Sevi ini anak tante, anak tante satu-satunya."


"Sebelumnya Garil minta maaf Tan, kalau Garil nanyain ini disituasi yang kayak gini. Cuma, setelah Sevi sendiri yang bilang kalau dia itu Shena, mana mungkin Sevi anak tante?"


"Shena?" terdiam kaget mami Dena mengerutkan kening.


Lanjut Garil, dengan singkatnya ia menjelaskan tentang Shena serta masalalu mereka pada Mami Dena. Garil juga menceritakan mengenai orang tua Shena dan kecelakaan yang sudah menimpa Shena beberapa tahun lalu.


"Sejak saat itu, Garil sama Shena udah nggak sama-sama lagi. Sampai akhirnya Sevi dateng dan buat Garil percaya kalau Shena memang masih hidup. Dan Sevi pun nggak menyangkal itu, kalau dia tidak lain adalah Shena."

__ADS_1


...


__ADS_2