BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Bunga yang berarti


__ADS_3

Shena bersama chika duduk di ruang tamu ngobrol asik sambil menonton drama korea.


Wajah mereka yang penuh emosional terbawa suasana film yang mereka tonton.


"Aaa.. romantis banget sih. Ada nggak sih cowok-cowok kayak di drakor. Kayaknya nggak ada deh," Haru shena.


"Meleyot gue, aduh butuh nafas buatan ini" Lagak chika dengan nada lebay sambil mencium-cium pundak shena.


Risih shena, "Ihh lo mah, nanti lo baper sama gue. Gak mau ah."


Tatapan sinis chika memukul lirih pundak shena, "Sembarangan, gue masih waras kali. Lo kira gue lesbi yang suka sesama jenis gitu?."


"Yah siapa tau. Aaa.. liat tu, cute banget sih (tangan menunjuk-nunjuk)."


Nobar merekapun dipenuhi dengan emosional bahagia, terharu yang tercampur jadi satu pada raut wajah mereka.


"Eh, tadi kata lo mau jalan sama garil?."


"Nggak jadi kata dia, yaudah mending gue nonton drakor."


"Kenapa?."


"Nggak tau."


Angguk chika mengerutkan bibir. Beberapa menit kemudian, chika bangkit dari tempat duduknya.


"Mau kemana lo?" Tanya shena.


Tawa garing chika, "Hhe, kebelet pipis. Dah ah nggak tahan (berlari cepat menuju kamar mandi)."


"Random banget tu anak," Tawa lirih shena kembali fokus pada dramanya.

__ADS_1


Lik b


Tidak lama setelah chika pergi, tiba-tiba terdengar suara ketukan pintu. Toleh shena kearah pintu dan segera berdiri untuk melihat siapa yang datang.


"Siapa sih?."


Klukk..


Pintu dibuka, melihat disekeliling yang mana tidak ada orang.


"Perasaan tadi ada yang ketuk pintu deh, apa gue salah denger doang."


Shenapun segera berbalik badan kembali masuk kedalam rumah, belum sempat melangkah tiba-tiba ada yang mencolek pundaknya. Perlahan shena menoleh, kagetnya berteriak melihat wajah garil yang sudah ada didepannya yang mencoba mengageti.


"Aaa.. (teriak shena)."


Plakk..


"Aduhh, sakit" Wajah kesakitan garil memegang pipinya.


Melongo shena, "Astaga, sorry-sorry (mengusap bagian pipi garil yang ditamparnya denganmerasa bersalah). Lagian kamu ngapain sih pakek acara ngagetin kayak gitu. Sakit ya? sorry-sorry."


"Jahat banget sih," Bete garil.


"Ya maaf, lagian kamu sih. Nggak papa kan?."


"Nggak papa, tapi sakit."


Shena menahan tawa.


"Ya aku kira tadi siapa, kamu juga tadi kan bilang nggak jadi kesini."

__ADS_1


"Ya kan kejutan, eh dateng-dateng malah ditampar."


"Kejutan-kejutan."


Perlahan garil menutup pintu sambil menarik tangan shena memberi sepucuk bunga dari tangannya, dengan sipu malu shena mengambil sambil menatapya bunga itu.


"Ahh, sweet banget sih."


Wajah PD garil sambil mengerutkan bibir sambil memainkan alis.


"Eh tunggu deh, ini kok kayak bunga yang didepan gang ya?" Tatapan heran shena seolah mencari jawaban.


Garil mencoba menyembunyikan senyumnya, dan ternyata benar dugaannya.


"Iya kan?"


Senyum bingung garil menggaruk kepala, "Iya sih, tapi kan usaha. Tadi tu mau beli bunga, tapi penjual bunganya pada mudik (humornya)."


Tawa lirih shena, "Emang iya?."


"Iya dong. Kalo nggak suka ya buang aja deh, nanti kita beli yang bagus."


"Kok gitu sih, aku hargai kok usaha kamu. Bunga ini bakal aku simpen, kalo perlu aku musiumin deh disatu ruangan khusus buat narok bunga ini."


"1 ruangan cuma buat narok bunga ini?."


Angguk shena dengan senyum menatap lembut garil, "Iya.."


"Kebesaran lah sayang.. kalo satu ruangan cuman buat narok bunga sekecil ini."


"Ehh.. bunga ini emang kecil. Tapi banyak cinta dan perjuangan dari yang ngasih," Tawa lepas shena.

__ADS_1


Gemas garil mencubit pipi shena, "Ihh bisa aja."


__ADS_2