BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Tulus atau nggak?


__ADS_3

Keesokan pagi, saat Shena dan Chika akan masuk ke dalam kampus tiba-tiba Yola memanggilnya. Dengan wajah bersalah Yola meminta maaf atas perbuatannya semalam yang menyakiti perasaannya dan keluarga Garil.


"Gue sadar, kalau gue nggak bisa terus-terusan ngarepin Garil untuk balik sama gue. Karena waktu itu emang kesalahan gue udah ninggalin dia, tapi sekarang dia udah sama lo. Jadi gue bener-bener minta maaf sama lo" ucap Yola dengan wajah penuh penyesalan.


"Iya, gue nggak papa kok. Gue cuma sedih aja, dengan cara lo yang kayak gitu. Itu sama aja dengan lo mempermalukan diri lo sendiri."


"Iya, gue tau. Karena emosi gue yang nggak bisa gue tahan, alhasil semuanya jadi kacau. Tapi, kalau kita jadi temen apa bisa?" senyum Yola menjabat tangan.


Senyum Shena membalas, dan Chika menatap datar Yola. Ucap Shena mengatakan kalau ia mau masuk kedalam kelas dulu, Angguk Yola mengiyakan dengan tatapan penuh arti.


Heran Chika melihat tingkah dan sifat Yola yang berubah drastis pada mereka, Chikapun mengatakan pada Shena kalau sepertinya ada sesuatu yang sedang ia rencanakan.


"Jangan overthinking dulu Cik, siapa tau dia emang udah berubah. Kan lo tau sendiri apa yang terjadi semalem, mungkin karena hal itu pikiran dia jadi terbuka."


"Yah, semoga aja deh" ucap Chika yang masih curiga namun mencoba percaya.


Panggil lirih Yola yang melihat Garil berjalan masuk ke dalam ruangan, segera menghampiri.


Menundukkan pandangan penuh penyesalan meminta maaf pada garil atas kekacauan yang ia lakukan di pestanya semalam.

__ADS_1


"Gue sadar, kalau ngerepin lo untuk balik lagi Saman gue kayak dulu itu udah mustahil. Karena hati lo sekarang bukan buat gue lagi, dan gue juga nggak menyangkal kalau itu emang kesalahan gue. Gue juga nggak akan ganggu hubungan lo sama Shena. Tapi seenggaknya, untuk kita berteman apa masih boleh?. Kalau nggak boleh juga nggak papa."


"Nggak masalah, karena berteman emang lebih baik" lirih Garil.


"Kita temen?" senang Yola.


Angguk lirih garil tersenyum mengiyakan.


Jam istirahat, asik Yola berjalan sambil berbincang pada salah satu teman perempuannya. Shena bersama Garil yang akan pergi ke kantin melihat Yola dan memanggilnya. Ucap Yola menyuruh temannya untuk duluan dan menghampiri Shena, lalu bertanya kenapa mereka memanggil. Ajak Shena makan bareng bersamanya kekantin, senyum Yola menolak.


"Kalian berdua aja, gue nggak mau ganggu kalian hhe. Lagian, gue juga masih ada urusan. Jadi gue pergi dulu ya, dah.." lambai tangan Yola bergegas pergi.


"Masih laku lah, orang kamu aja masih mau sama aku" PD Garil.


Sipu malu Shena menahan senyum mengerutkan bibir, "Siapa bilang aku mau sama kamu."


"Oh, artinya kamu udah nggak mau sama aku nih. Yaudah deh, cari yang baru" candaan Garil.


Menganga Shena menatap sinis, "Oh, ternyata selama ini kamu pura-pura sayang sama aku dan secepet ini ninggalin. Yaudah sana, cari aja yang baru" betenya memuncungkan mulut.

__ADS_1


Melihat Shena yang malah ngambek beneran Garil langsung berbalik badan menggodanya, memainkan rambut dan mengatakan kalau dia hanya bercanda.


"Kok malah jadi kamu yang ngambek. Harusnya tadi kamu tahan aku, lagian aku nggak serius sayang" gemasnya mencubit pipi Shena.


"Tuh kan, malah kamu bilang nggak serius sayang sama aku."


Wajah serba salah Garil, "Astaga, salah lagi gue. Udah ah, mending kita nikah aja. Udah ayok nikah (menarik tangan Shena)."


Senyum malu Shena menepuk lirih tangan Garil, "Ihh, lepasin. Hha, belum mau nikah."


Toleh Garil melihat ekspresi Shena yang begitu lucu langsung merangkulnya lembut, senyum manis Shena dengan tawa lepas mereka.


Kira-kira, Yola bener-bener tulus minta maaf atau ini cuma cara dia untuk merebut kembali hati Garil ya?🤔.


Penasaran ya?🙃.


Sama, saya juga penasaran😁.


Pastinya, jawabannya akan ada di episode yang akan datang. Tetap stay tune ya nungguin episode selanjutnya🤗.

__ADS_1


__ADS_2