
Setelah garil dan exel pulang chika meminta pada orang tuanya agar shena tidur dikamarnya.
"Iya terserah kalian aja. Kalo mau tidur dikamar yang terpisah ya boleh, mau tidur berdua ya boleh." Ucap mama dona.
"Yee.." Teriak senang chika.
Shena mengucapkan terimakasih pada mama dona karena sudah mengizinkannya untuk tinggal dirumahnya. Santai yemama dona dengan sedikit candaan mendinginkan suasana berkata pada shena kalau dia tidak perlu canggung dan anggap saja seperti rumah dan keluarganya sendiri.
"Makasih banget lo tan, jujur aku nggak bisa berkata-kata lagi sama kebaikan tante sekeluarga." Bahagia shena.
"Udah jangan kaku gitu dong. Justru Tante seneng banget, kan kamu juga bisa temenin chika juga. Tau sendiri ya , tantekan jarang banget dirumah jadi tante junga kasihan sama chika nggak ada temennya. Udah sekarang kalian masuk ke kamar dulu aja, pasti kalian capek banget kan."
Mama dona lalu menyuruh para pembantunya untuk membawa barang-barang shena masuk ke kamar chika.
"Bye mah." Chika melambaikan tangan.
...
Malam hari didalam kamar selesai membereskan beberapa barang-barang, dengan letih berbaring sekejap.
"Itu didalam kardus apa?, nggak lo beresin sekalian." Lirik chika.
"Kayaknya itu buku-buku lama deh, biarin didalam kardus aja kali ya. Lagian itu rak bukunya udah penuh."
"Iya penuh, buku lo semua itu."
"Ya dari pada jadi sarang laba-laba mending gue isi sama buku-buku. Kan cantik.." Memandang senang buku yang tertata rapi.
__ADS_1
"Iya deh.. Oh iya, kardus lo itu mending masukin aja kelemari itu. Lagian lemari nya juga kosong kok."
"Nggak papa tu?."
"Ya nggak papa dong."
Memasang senyum diwajah dan segera memasukan beberapa kardusnya kedalam lemari kosong itu. Kemba li duduk dikasur, termenung beberapa saat dan tersadar kalau ada tugas presentasi besok yang harus mereka kumpulkan.
"Cik.. presentasi besok!."
Chika yang sedang bermain ponsel dengan kaget duduk terbangun menatap bingung shena.
"Oh iya sen.. kok kita kelupaan sih."
Shena menoleh jam dinding, menghelakan nafas mencoba santai karena jam yang masih pukul 20:00 WIT dan masih sempat untuk ia kerjakan. Langsung mengambil laptop dan mengerjakan tugas presentasinya bersama chika.
"Oke.. santai cik, masih kekejar kok. Lagian ini baru jam 9."
Beberapa jam berlalu, karena lelah membaca buku chikapun tertidur diatas buku. Shena yang terfokus pada laptopnya dan tidak mendengar suara chika langsung memanggil menoleh.
"Cik.. terusin, apa lagi?. Cik.. kok diem sih."
Melihat chika yang tertidur lelap, shena pun tersenyum bicara lirih.
"Lah.. udah tidur ternyata."
Karena melihat chika yang tertidur lelap dengan wajah yang terlihat lelah, shena pun merasa kasihan dan membiarkan chika tidur. Beberapa halaman pun ia kerjakan sendiri, dengan wajah yang terlihat lelah dan menahan ngantuk ia mencoba santai. Waktu terus berjalan dimana jam yang sudah menunjukkan hampir pukul 3 pagi, shena menghelakan nafas senang karena tugasnya sudah selesai.
__ADS_1
Karena mata yang terasa begitu letih, sekejap shena mencoba meletakan kepalanya diatas tangan dan menutup mata membuatnya tertidur lelah.
Kring..
Alarm berbunyi, chika duduk terbangun mematikan alarm dengan mata yang masih satu. Melihat kearah shena yang masih tertidur dengan menghadap laptop, chika yang teringat kalau ia tertidur awal langsung melihat tugasnya dilaptop shena.
"Udah selesai?. Kasihan shena pasti dia ngerjain ini sampek pagi, tidurnya aja pules banget (menatap shena). Ahh.. elo sih cik kenapa pakek acara ketiduran segala." Lirihnya.
Tidak lama shena terbangun membuka perlahan matanya dan menatap chika.
"Udah bangun lo cik, jam berapa?." Nada lemas shena.
Chikapun mengatakan kalau ini baru pukul 06:30 WIB, dan menyuruh shena untuk tidur kembali karena dia akan mandi duluan.
Angguk shena lirih, "Yaudah deh.."
Beberapa saat chika menyisir rambut sambil bercermin, sementara shena keluar dari kamar mandi membenarkan kancing baju.
"Lo semalem ngerjain tugas itu sendiri sen?. Kenapa lo nggak bangunin gue sih."
Sahut shena, "Ya nggak papa kali, gue nggak tega mau bangunin lo. Lagian tinggal beberapa halaman lagi, nggak banyak kok."
"Ya tapi kan sen.."
"Udah nggak papa sih. Udah awas, gantian gue mau ngaca juga." Candaan shena.
Chika mengerutkan bibir merasa bersalah, "Ihh.. Lo mah, makacihh.."
__ADS_1
Shena mengiyakan dengan tawa geli menatap wajah chika yang seperti baby lalu menepuk pelan bibir chika.
"Ihh shena.. Lipstik gue!. Resek banget sih lo."