BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Kehilangan banyak darah


__ADS_3

"Kemana Sevi, kenapa dia belum balik lagi?" lirih Davin bertanya-tanya khawatir.


Saat akan menuruni tangga, dengan sigapnya Yola menarik tangan Sevi.


"Yola?"


"Mau kemana kamu?. Kamu pasti udah denger perbincangan aku sama Vano tadi kan!"


"Ng-nggak, aku ng-nggak tau" gugup Sevi takut salah bicara.


"Jangan bohong kamu. Kamu pasti mau cerita sama semua orang tentang kebenaran aku kan, jawab!" desak Yola mencengkram erat tangan Sevi.


Kesakitan Sevi melempar keras pegangan tangan Yola. Dengan beraninya, Sevi menjawab desakan Yola. Ia mengatakan kalau ia memang tahu dan sudah mendengar semuanya, kalau anak yang dikandungnya (Yola) bukanlah anak Garil.


"Dan gue juga tau, kalau lo yang udah merencanakan pembunuhan Shena, dan lo juga yang udah ngejebak Shena!. Iya, gue emang udah tau semuanya, semua kejahatan lo!. Kenapa Yol, kenapa lo sejahat ini!" lanjut Sevi balik mendesak Yola.


Tertegun kaget Yola mendengar pengakuan Sevi, "Darimana lo tau?"


"Dari ini, ini punya lo kan?. Dan bisa-bisanya, lo lakuin ini, dengan bekerjasama sama ayah gue!" spontan Sevi memperlihatkan bukti berupa gelang dan flashdisk.


Melihat bukti ditangan Sevi, Yola pun semakin dibuat panik tak karuan seolah pikirannya langsung kacau.


"Ternyata bener dugaan gue selama ini, lo Shena?"

__ADS_1


"Iya, gue emang Shena" cetusnya.


Dengan cepatnya Yola mencoba merebut flashdisk dari tangan Sevi, kuatnya Sevi mencoba untuk tetap mempertahankan flashdisk itu.


"Gue nggak akan kasih flashdisk ini sama lo!"


"Lo tau kan, kalau gue udah sering ngelakuin kejahatan. Jadi, jangan paksa gue untuk nyakitin lo lagi kesekian kalinya!. Sebelum kesabaran gue habis, kasih flashdisk itu!" ancam Yola.


Kekeh Sevi tetap mempertahankan flashdisk, kembali Yola merebut flashdisk diiringi pertengkaran dan percekcokan. Spontan Yola yang hilang kesabaran pun langsung mendorong Sevi, dan membuat Sevi jatuh terguling dari atas tangga.


"Aaaaa..." teriak Sevi.


Teriakan Sevi pun membuat beberapa tamu undangan khawatir begitu juga dengan Garil dan Davin mencari sumber suara.


"Apa yang lo lakuin Yola, kenapa lo nggak mikir dua kali sebelum ngelakuin ini. Sekarang, lo nambah masalah baru dihidup lo. Flashdisk, mana flashdisk itu?" gugup panik Yola tersadar kalau flashdisk ikut jatuh kebawah.


Saat akan menuruni tangga, tiba-tiba terdengar suara orang yang beramai-ramai masuk kedalam rumah. Bingung, Yola pun mengurungkan niatnya untuk turun dan segera bersembunyi.


"Sevi!" teriak Davin berlari menghampiri Sevi yang sudah tak sadarkan diri dan berlumuran darah.


Tak berselang lama, Yola datang seolah khawatir dengan keadaan Sevi.


"A-ada apa, apa yang terjadi sama Sevi?" dramanya.

__ADS_1


Garilpun meminta Davin untuk segera membawa Sevi kerumah sakit.


"Kamu akan baik-baik aja, aku nggak akan biarin kamu kenapa-napa" ucap Davin menggendong Sevi.


"Kamu nggak akan kenapa-napa, Sev" batin Garil menyusul Davin.


"Sayang, kamu mau kemana. Ini hari pernikahan kita, kamu nggak bisa pergi gitu aja."


"Pernikahan, kita tunda dulu" singkat Garil.


"Sayang, nggak bisa gitu dong. Sayang!" pekik Yola mengepalkan tangan dengan geram.


...


Tiba dirumah sakit, dengan cemasnya Davin, Garil, ditemani orang tua mereka menunggu dokter yang tak kunjung keluar. Disisi lain, Yola justru mencemaskan soal flashdisk dan kesadaran Sevi, harapannya agar Sevi tiada dan tak mengganggu hidupnya.


Tak berselang lama, dokter pun keluar dan menjelaskan bahwa keadaan Sevi sangatlah kritis karena kehilangan banyak darah.


"Kita butuh 2 kantong darah AB secepatnya, dan kebetulan stok dirumah sakit kita tersisa hanya 1 kantong saja."


Sahut Garil meminta dokter untuk mengambil saja darahnya, karena kebetulan darahnya sama dengan darah Sevi.


...

__ADS_1


__ADS_2