BERIKAN AKU CAHAYAMU

BERIKAN AKU CAHAYAMU
Canda


__ADS_3

Kring kring kring...


Alarm berbunyi, pagi hari yang melelahkan, membuka mata dengan sayu mematikan alarm. Berbalik badan membangunkan Chika dengan tangan merayap-rayap, tersadar kalau Chika sedang pulang kerumahnya.


Shena mengusap wajah bicara lemas, "Oh iya, Chika kan pulang."


Bangkit dari tidur dan terduduk, menghelakan nafas membuka mata sedikit lebar bergegas menuju kamar mandi. Berdiri didepan cermin menatap dan membasuh wajahnya.


Lirihnya, "Kenapa bangun tidur lemes banget sih."


...


Beberapa menit kemudian, dengan pakaian rapi keluar dari kamar mandi menuju kaca rias. Sedikit merias diri dan membenarkan rambut, teringat kalau mobilnya sedang dibawa pulang Chika.


"Lah, mobil gue kan dibawa Chika, dia kesini dulu nggak ya?. Hmm, kalo nggak ya terpaksa pesan gojek aja."


Mengambil ponsel dikasur mencoba menghubungi Chika, saat akan membuka ponsel tiba-tiba..


Tin tin..


Klakson mobil berbunyi didepan rumah Shena, melongo sebentar dan mengira kalau itu Chika. Mengambil tas dan segera turun tergesa, membuka pintu sedikit terkejut melihat Garil berada didepan pintu.


"Astagfirullah!.. Lo tu ngagetin gue aja sih" memukul lirih dada Garil.


"Lo kenapa sih, lo kira gue hantu apa?" tawa geli Garil.


Tekan Shena, "Lo sih, ngagetin gue!. Gue kira tadi Chika. Oh iya, lo ngapain kesini?


Lembut Garil, "Jemput lo lah. Kan mobil lo dibawa pulang sama Chika. Jadi, dari pada naik taksi mending gue jemput. Udah ayok" menggandeng tangan Shena.

__ADS_1


Shena memainkan alis memberi isyarat setuju, "Yaudah, deh."


Berjalan menuju mobil membuka pintu mobil untuk Shena, "Silahkan masuk tuan putri."


"Apaan sih."


Garil membalas dengan senyum segera masuk kedalam mobil. Dalam perjalanan sambil menggoda Shena yang sedang memainkan ponsel.


"Asik banget sih main ponselnya, lagi chatingan sama cowok mana sih?"


Shena menatap Garil, mengerutkan alis memberi senyum tipis, "Sembarangan. Ini tu temen gue nanyain tugas. Kalaupun gue chatingan sma cowok emang kenapa?, patah hati? (menggoda balik Garil)."


Sahut Garil, "Kalo iya, emang kenapa?"


Tekan Shena sambil bercanda, "Emang lo siapa gue?"


Malu-malu Shena, "Apaan sih lo, nggak jelas deh."


Saling tertawa lepas.


Klung-klung..


Ponsel Shena berbunyi, melihat ponsel yang mana itu notifikasi dari Chika yang bertanya apakah dia perlu menjemputnya. Shena membalas kalau tidak perlu menjemputnya karena ia sudah berangkat bersama Garil.


Tanya garil, "Siapa?"


Sahut Shena menatap, "Chika, mau jemput gue."


Senyum Garil mengangguk. Terdiam sejenak, Shena bertanya pada Garil apakah orang tuanya belum pulang.

__ADS_1


Tawa terpaksa Garil, "Hhe, Mama sama Papa gue mah kalo belum lama ya belum pulang."


"Kok gitu."


Lanjut Garil, "Ya emang gitu. Dari gue kecil ya selalu kayak gitu, selalu pekerjaan yang mereka utamakan. Padahal yang gue butuh sekarang, ya waktu mereka. Gue pengen sehari aja bisa ngabisin waktu bareng sama mereka, tapi emang nggak bisa kayaknya. Tapi jujur deh, setelah gue kenal lo, gue ngerasa hidup gue nggak kosong-kosong banget."


Tiba dikampus dan mobil pun terhenti, saling menatap lembut beberapa saat. Tersadar Shena memalingkan pandangan dengan gugup.


"U-udah sampek" melepaskan seat belt dengan wajah gugup dan tergesa segera keluar disusul Garil.


Dara yang berbincang asik bersama Raya melihat Garil dan Shena bersama menatap dengan wajah kesal sambil ngedumel. Berjalan bergegas menghampiri mereka, bicara berteriak memanggil Garil dan Shena.


Dara bicara dengan melebaikan suara, "Ihh, Garil!. Kamu kenapa sih tega banget sama aku, pakek jemput si cewek kecentilan ini lagi. Lo bener-bener nggak ngehargai gue banget sih!. Lo lagi (menatap tajam Shena), lo pakek pelet apa sih sampek-sampek Garil mau deket sama cewe narsis kayak lo."


Sambung Raya, "Iya dasar cewek narsis."


Sahut Shena menatap datar mencoba memanas-manasi, "Lo yang narsis!. Oh.. gue tau, kalian ngerasa tersaingi ya sama gue, karena kalian nggak bisa deketin Garil?. Kasian.."


Menarik lembut tangan Garil dan mengajaknya segera masuk, "Ayo sayang, mending kita masuk aja. Disini terlalu banyak polusi (menatap Dara).'


Mendengar perkataan Shena, Garil merasa terkejut menatap Shena. Sementara Dara dan Raya melongo kesal dengan ucapan Shena.


Teriak Dara, "Songong banget sih lo jadi cewek, sok cantik banget!."


Balas Shena berjalan meninggalkan Dara dan Raya, "Emang gue cantik."


Dara yang semakin kesal bicara lirih pada Raya kalau dia tidak rela dikalahkan oleh cewek narsis nggak jelas (Shena), Raya mencoba menenangkan Dara menyetujui ucapannya dan akan memberi pelajaran untuk Shena.


***

__ADS_1


__ADS_2