
Beberapa menit kemudian garil menghentikan mobilnya disebuah taman.
Sedikit ejekkan shena, "Kenapa?, mogok lagi mobilnya?."
Sahutnya, "Sembarangan, kita udah sampek."
"Kirain."
Perlahan mereka keluar dari mobil saling menghampiri, shena melihat ke sekeliling tersenyum tipis.
"Lo tadi ngebet banget, ternyata mau ngajak gue ketaman?."
"Bukan taman, tapi di suatu tempat."
Bingung shena menatap garil, kembali bertanya akan dibawa kemana ia. Lembut garil memegang tangan shena.
"Nanti lo bakal tau, aman kok."
Segera pergi menarik tangan shena, berjalan beberapa meter tidak jauh dari mobil. Tiba ditempat, tertegun shena menatap kagum sekaligus heran. Melihat dekorasi-dekorasi taman yang didesain garil khusus untuk mereka dengan begitu indah.
"Ini semua ide lo?." Tanya shena dengan senyum lepas memegang sehelai kain dekorasi.
Lirih garil mengangguk, "Spesial buat lo."
Senyum bahagia shena, "Buat apa sih, hhe. Lo nggak perlu buat-buat kayak gini, jujur gue nggak biasa."
"Makannya gue pengen buat lo terbiasa."
__ADS_1
Sepintas garil menyuruh shena untuk duduk dikursi dengan hidangan makanan yang sebelumnya sudah dipersiapkan.
"Gue tau lo belum makan, karena gue pengertian sekarang lo makan dulu."
"Yang jadi pertanyaan gue tu, lo kayak gini buat apasih. Sok romantis banget.." Bingung Shena mengekspresikan raut wajah bahagianya.
"Buat menyambut libur panjang kita. Bawel banget lo ya, udah sekarang lo makan dulu.. Nanti sesudah makan pasti lo tau maksud dan tujuan gue." Nada candaan garil menatap shena dengan tangan yang memasukkan makanan kemulut.
Shena hanya tersenyum mengangguk, "Oke.. oke.."
Berapa suap makanan masuk kemulut, "Gue.."
Belum sempat bicara, garil menghentikan shena dan menyuruhnya kembali makan.
"Syutt.. udah, nggak ada gue gue. Makan dulu, nanti gue kasih tau."
"Ihh.. bukan itu.."
"Gue.. nggak suka jus anggur. Boleh tuker nggak sih." Wajah polos shena yang lucu.
Sejenak terdiam garil lalu menahan tawa mendengar ucapan shena.
"Hha.. yaudah, lo ambil jus gue (memberikan jus jeruk miliknya)."
Senyum garing shena mengucapkan terimakasih dan memberikan jus anggurnya pada garil.
"Nihh.. lo minum punya gue. Makannya tanya dulu dong." Minum jus sambil melirik tipis garil.
__ADS_1
Sambung garil, "Kenapa nggak dilanjutin makannya?."
"Hhe, gue kalo suasananya kayak gini. Udah kenyang duluan."
Berdiri shena mengambil tasnya diatas kursi dan mengajak garil pulang, dengan sigap garil memegang tangan shena.
"Ehh, tunggu!."
Perlahan shena berbalik badan dan garil yang memegang kedua tangannya.
Menghelakan nafas, "Gue sebenernya udah mulai sa.." belum sempat garil menyelesaikan ucapannya tiba-tiba hujan turun.
Dengan senang shena memalingkan pandangan menatap rintik hujan, "Haa hujan.."
Tanpa mendengar ucapan garil, perlahan shena berjalan memegang rintik hujan.
Lirih garil berbisik, "Kami turun diwaktu yang nggak tepat." lalu menghampiri shena.
Shena memegang tangan garil langsung mengajaknya bermain dibawah rintik hujan, dengan canda tawa bermain air hujan begitu senang. Menari bahagia dengan tangan yang saling berpegangan, tiba-tiba..
Duarr..
Suara petir yang begitu kencang membuat shena kaget dan spontan langsung memeluk erat garil.
"Aa.. takut." Suara gemetar shena.
Romantisnya garil menutup telinga shena, menatap langit dan mengatakan kalau dia tidak akan kenapa-napa. Perlahan shena menatap wajah garil dan melepaskan pelukannya. Tatapan lembut garil mencurahkan isi hatinya pada shena dengan mengatakan kalau ia mulai nyaman dan punya rasa lebih dari seorang sahabat. Shenapun terdiam seribu bahasa mendengar kata yang keluar dari mulut garil.
__ADS_1
Lanjut garil, "Gue nggak tau apa yang lo pikirin. Cuman, gue nggak bisa bohong sama perasaan gue sendiri kalo gue bener-bener sayang sama lo."
Lanjutannya ada di episode selanjutnya ya👇.